Menjuarai PGA Championship 2025 tidak hanya mengokohkan status No. 1 Dunia dan menambah koleksi trofi major Scottie Scheffler, tetapi juga seperti mengubur kisah buruknya di PGA Championship tahun lalu. Pegolf No. 1 Dunia tersebut mengakui ini pertandingan tersulit yang dijalaninya.
Setahun yang lalu, tepat 18 Mei 2024, Scottie Scheffler ditahan pihak yang berwajib setelah terlibat sebuah insiden menjelang putaran kedua PGA Championship di Louisville, Kentucky. Ia mencoba untuk memaksa masuk Valhalla Golf Club setelah terjadi kecelakaan fatal yang menyebabkan kemacetan panjang. Masalah terjadi ketika Scheffler berpindah jalur untuk menghindari lalu lintas dan mencapai waktu tee-nya. “(Scheffler) menolak untuk mematuhi dan melaju ke depan, menyeret Detektif (Bryan) Gillis ke tanah. Detektif Gillis menderita sakit, bengkak, dan lecet di pergelangan tangan kiri dan lututnya,” demikian kutipan yang didapat Courier Journal.
Menurut catatan pengadilan Jefferson County, Scheffler pun ditahan dan awalnya menghadapi beberapa tuduhan, seperti tindak pidana penyerangan tingkat dua terhadap seorang petugas polisi dan tindak pidana kejahatan tingkat tiga, mengemudi secara ugal-ugalan, dan mengabaikan sinyal dari petugas yang mengatur lalu lintas.
Meskipun kasusnya kemudian dibatalkan 2 pekan berikutnya, foto Scheffler dengan mengenakan baju terusan oranye telah beredar di mana-mana. Bahkan, foto tersebut menjadi kostum Halloween yang populer. Scheffler pun terpaksa menerima kenyataan tersebut. Foto oranye Scheffler bersanding dengan dengan 2 Jaket Hijau-nya yang diperoleh pada 2022 dan 2024.
Kemarin, 18 Mei 2025, Scheffler tampil dengan determinasi tinggi. Ia tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menutup permainan di PGA Championship 2025 dengan skor even-par 71, yang sudah cukup memastikan dirinya menyabet trofi major ketiga dalam kariernya. Event PGA Championship yang telah menyisakan kenangan buruk di musim lalu kini berhasil memberikan momen bersejarah dan Indah bagi pegolf berusia 28 tahun tersebut.
“Saya merasa ini adalah pertandingan yang paling sulit yang pernah saya jalani dalam karier saya,” kata Scheffler, seperti dikutip Golf Week. “Saya dapat mengatakan bahwa sangat Indah rasanya duduk di sini dengan trofi tahun ini.”
Pegolf No. 1 Dunia tersebut beranjak dari terkurung ke mengunci (gelar juara), mengoleksi total 273 (11-under). Scheffler menyamai prestasi Tiger Woods dan Jack Nicklaus sebagai pegolf yang memenangi 3 gelar major dan 15 trofi PGA Tour sebelum usia 29 tahun. Namun, pencapaian terakhirnya ini tidak diselesaikan dengan mudah.
“Saya tahu ini akan menjadi hari yang menantang. Menyelesaikan sebuah turnamen major selalu sulit dan saya melakukan pekerjaan yang baik dengan tetap bersabar di sembilan hole pertama,” katanya, seperti dikutip BBC. “Saya tidak memainkan permainan terbaik saya tapi saya tetap bertahan, melaju di sembilan hole kedua dan memiliki sembilan hole yang bagus.”

Ujian sudah mengadang Scheffler sebelum turnamen PGA Championship 2025. USGA mengambil driver-nya, karena menganggap non-conforming setelah gagal dalam tes pra-championship pada Selasa (13/5). Lalu, para pejabat PGA menambahkan ujian lagi dengan mengumumkan pada Rabu (14/5) malam bahwa tidak akan ada preferred lies dan tetap bermain apa adanya meskipun hujan turun lebih dari 4 inci selama sepekan. Scheffler memukul fairway di hole ke-16 di ronde pertama dan mendapati bolanya berlumpur. Pukulan keduanya berbelok ke kiri dan tercebur ke air. Scheffler membuat double bogey dan tidak terlalu senang dan sempat mengatakan banyak hal setelah pertandingan.
Di putaran akhir ia harus menghadapi lawan terberat, Jon Rahm, yang berambisi meraih trofi Wanamaker pertamanya. Memulai putaran akhir dengan keunggulan 5 pukulan dari Rahm, skor Scheffler yang awalnya 11-under terkejar usai sembilan hole pertama. Keduanya sama-sama mengumpulkan skor 9-under.
Sayang, Rahm yang bermain 4 grup di depan Scheffler mengalami mimpi buruk di 3 hole akhir. Bogey-bogey-double bogey memupus harapan pegolf Spanyol tersebut untuk mengoleksi gelar juara major ketiganya.
Scheffler berjalan menuju green 18 dengan berlinang air mata karena terharu. Selebrasinya yang penuh semangat setelah melakukan pukulan putt par untuk merayakan kemenangannya menunjukkan betapa bermakna gelar terbarunya tersebut baginya.
(Penulis: YM/ OB Golf. Kredit Foto: AP Photo/George Walker)



