Jauh sebelum geliat para profesional wanita dalam 2 tahun terakhir, Indonesia pernah memiliki satu-satunya pegolf wanita yang berstatus profesional. Ia bernama Lidya Ivana Jaya.
Tanggal 17 Juni ini, tepat 12 tahun, golf Indonesia sangat kehilangan sosok Lidya Ivana Jaya. Almarhumah kelahiran 12 Agustus 1984 tersebut merupakan satu-satunya pegolf profesional wanita Indonesia. Lidya telah pergi tetapi telah memberikan inspirasi bagi para pegolf muda saat itu.
Lidya yang lahir di Sidoarjo tersebut mulai muncul di kancah golf nasional ketika berhasil menjuarai Indonesia Ladies Amateur Open 2004. Bertanding di Gading Raya Golf, Lidya menyabet Piala Srikandi, mengalahkan Juriah dari Matoa Golf Nasional. Ini menjadi trofi nasional pertama Lidya yang waktu itu baru 1,5 tahun mengayunkan club.
Namun, bakat olahraga Lidya memang sudah ada sejak kecil. Sebelum golf, ia telah menekuni basket, voli, renang, dan tenis. Ia bahkan bisa mengukir prestasi di renang dan tenis. Golf kemudian menjadi pilihan olahraga berikutnya ketika mengalami kendala di 2 olahraga tersebut. “Kulit Lidya alergi dengan air kolam renang, sedangkan di tenis recovery-nya lama—bisa seminggu,” jelasnya waktu itu.
Potensi bagus Lidya di golf mengorbitkannya ke pentas nasional. Setelah menjadi andalan daerah, Jawa Timur, dengan menyumbangkan emas, Lidya pun mengukir namanya di tim nasional dan menuai beberapa prestasi di event-event internasional, termasuk SEA Games 2005 & 2007 (perunggu di nomor beregu).

Setelah tampil terakhir kali dalam pentas amatir di pertengahan musim 2008, Lidya memutuskan untuk menjadi pemain profesional. “Tujuan utamanya, ya cari uang. Yang lainnya mau cari suasana baru. Lidya kurang suka bertanding seperti di PON. Nggak enak harus bersaing dengan teman-teman. Lidya nggak terlalu suka bela-bela daerah. Mendingan jadi pemain pro, hanya satu bendera: Indonesia,” kata Lidya, yang berhasil menyumbangkan 2 medali emas dan 1 perak untuk Provinsi Bali di PON XVII Kalimantan Timur.
Ambisi Lidya di arena profesional memang tidak sekadar menyandang status saja. Ia ingin mengejar hingga ke level tertinggi profesional wanita. Lidya mengukir sejarah istimewa di dunia golf profesional Indonesia setelah lolos ke LPGA Final Qualifying pada Desember 2008. Ia harus bersaing dengan lebih 130 pegolf, termasuk di antaranya Stacy Lewis dan Amy Yang—yang menduduki posisi pertama dan kedua di Final Qualifying tersebut. Meski tidak lolos ke LPGA Tour, Lidya masih bisa berkiprah di Symetra Tour (LPGA Development Tour).
Ia pun berkompetisi di Ladies Asian Tour, dan bahkan ikut bertanding di ajang-ajang pro yang berada di bawah Persatuan Golf Profesional Indonesia. “Jika di sini (Indonesia) tidak ada turnamen (pro) ladies, Lidya akan cari di luar negeri,” kata Lidya, yang mengagumi sosok Pink Panther Paula Creamer.

Dukungan kuat dari kedua orang tua, Ketut Jaya dan (alm.) Lely Yuana, memberikan motivasi besar bagi Lidya untuk meraih hasil maksimal. Selain sibuk berkompetisi, Lidya pun masih turut memberikan sumbangsihnya dengan melatih para junior di Surabaya. Bersama sang ayah, Lidya mendirikan Lidya Golf Academy, sebuah sekolah golf di Yani Golf, yang kemudian berubah menjadi Surya Golf Club. Beberapa junior yang berada di klub tersebut kemudian menjadi pilar-pilar golf di daerah masing-masing, seperti Nanda Winet Soraya (Jawa Timur) dan Andani (Kalimantan Timur).
Sayang, mimpi Lidya untuk mendirikan yayasan golf harus kandas karena kondisi kesehatannya terus menurun. Tanggal 17 Juni 2013 Lidya harus berpulang karena pneumonia akut. Meski telah tiada, dedikasi dan semangatnya terus menginspirasi para pegolf wanita, termasuk beberapa yang kini menjadi para pegolf profesional.
DAFTAR PRESTASI LIDYA:
- Juara Indonesia Ladies Amateur Open 2004, 2005, dan 2007
- 1 medali emas, 2 perak, dan 1 perunggu PON XVI Palembang 2004
- 2 perunggu (beregu) SEA Games 2005 & 2007
- Juara Taiwan Amateur Golf Championship 2007
- Juara Hongkong Ladies Amateur Open Golf Championship 2007
- Juara Indonesia Ladies Amateur Open 2007
- Runner up Philippine Ladies Amateur Open Golf Championship 2007 & 2008
- 2 medali emas, 1 perak, dan 1 perunggu PON XVII Kalimantan Timur 2008
Penulis: YM/OB Golf. Kredit Foto: Erlangga Tribuana



