Rumput memiliki fungsi yang sangat penting dalam lapangan golf/bola. Keberadaan tumbuhan ini tenyata mempengaruhi performa lapangan, permainan golf, keselamatan atlet, dan efisiensi perawatan lapangan golf itu sendiri.
Oleh Qamal Mutaqin, Agronomis Rumput
Kehadiran rumput di lapangan golf/sepakbola tidak hanya menghijaukan fasilitas olahraga tersebut. Rumput justru merupakan aspek krusial dalam perancangan lapangan golf/bola maupun penggunaan lapangan itu sendiri. Performa lapangan, permainan golf, keselamatan atlet, dan juga efisiensi perawatan dapat dipengaruhi dengan kondisi rumput di lapangan tersebut. Pemilihan rumput yang tepat berperan penting dalam menjaga konsistensi kualitas rumput untuk pemakaian di lapangan golf/bola.
Saat ini jenis rumput lapangan golf/sepakbola terbagi dua, yaitu warm season grass dan cool season grass. Warm season grass memiliki sistem fotosintesis tipe C4, unggul dalam kondisi suhu tinggi (25–35°C), dan tahan terhadap kekeringan. Jenis rumput ini biasanya digunakan di daerah beriklim panas, seperti di Benua Asia, Australia, Amerika bagian selatan, dan Afrika.
Cool season grass mengandalkan fotosintesis tipe C3, lebih efektif pada suhu rendah (15–25°C). Jenis rumput ini biasa digunakan di daerah beriklim dingin, seperti benua Eropa dan Amerika bagian utara. Rumput ini tumbuh paling baik pada suhu tanah antara 16°C hingga 24°C.

Lapangan golf di daerah subtropis seperti di Eropa dan Amerika Utara lebih cocok menggunakan cool season grass. Rumput yang paling populer adalah Bentgrass untuk green karena bisa dipotong sangat pendek (2.5-3.2mm), dan Kentucky Bluegrass untuk fairway karena memiliki estetika secara visual.
Di daerah Amerika bagian selatan, rumput yang digunakan adalah warm season grass. Sebagian besar menggunakan Bermuda. Namun, saat musim dingin tiba dilakukan overseeding menggunakan cool season grass, yaitu Ryegrass untuk menutupi rumput Bermuda yang mengering.
Bagaimana dengan di Indonesia? Iklim tropis di Tanah Air mendorong penggunaan warm season grass untuk lapangan golf. Sejauh ini jenis rumput yang paling umum digunakan, baik di Indonesia maupun daerah beriklim tropis lainnya adalah Bermuda, terutama untuk area green. Rumput Bermuda memiliki keunggulan: tekstur halus dan bisa dipotong sangat pendek (sekitar 2-4 mm) untuk memastikan kelancaran pergerakan bola.
Selain Bermuda, kini penggunaan rumput Zoysia Matrella (Zion, Zimet, dan lain-lain) dan Paspalum cukup diminati karena memiliki keunggulan secara visual. Rumput Zoysia bisa menciptakan warna striping (bergaris) dari arah potongnya. Selain itu, rumput tersebut lebih efisien dalam penggunaan air dan pupuk dibanding Bermuda dan Paspalum.

(Penulis: YM/Foto: Getty Images)



