Debut Junior Golf Series (JGS) Indonesia berlangsung di Royale Jakarta Golf Club pada 28-30 April kemarin. Debut event yang bertajuk “JGS Indonesia Elite Junior International Championship” ini menghadirkan 55 pegolf putra dan putri dari berbagai kelas (A hingga E). Namun, kompetisi JGS yang mendapatkan poin World Amateur Golf Ranking (WAGR) diikuti 30 pegolf (putra-putri) dari Kelas A dan B, yang juga dihadiri para pegolf Thailand, Singapura, dan Malaysia.
Jayawardana Dornan dan Passion Hsu sukses menjuarai JGS Indonesia Elite Junior International Championship yang mendapatkan poin WAGR. Pegolf Indonesia berusia 17 tahun tersebut berhasil mengungguli Kitpat Hamilton dari Thailand dengan keunggulaan 2 pukulan.

Sebelum bertanding di putaran akhir pada 30 April tersebut, Jayawardana sudah memimpin sementara dengan total 3-under dalam putaran 36 hole. Ia unggul 3 pukulan dari Kitpat.
Namun, rupanya putaran akhir justru tidak mudah bagi Jawardana. Ia harus bekerja keras agar perolehan skornya tidak merosot lebih banyak. Setelah 4 bogey dan 1 birdie hingga hole 17, Jayawardana bisa mengamankan posisinya di puncak leaderboard dengan birdie di hole penutup. Ia menang dengan total 216 (even par).

“Hari ini ada banyak pressure karena hole keempat sudah close 3-under. Aku sudah pikir dari first hole main even, ya sudah safe sih. Tapi ya ada 2 penalti di last 3 holes. Jadi agak sulit. Mungkin ada salah di sini. Sebelum ini aku nggak ada banyak waktu untuk practice. Karena itu, aku agak amazing right now. So, I had to play with it and still came in. Nggak ada game plan, mungkin lebih fokus ke swing. Still really not satisfied with the score. I think I could’ve done much better. But, yang penting masih menang,” kata Jayawardana.

Kitpat menempati posisi kedua dengan total 218 (2-over). Sementara, Prakarsa Alfa Rizqi (INA) berhasil menduduki posisi ketiga dengan 222 (6-over)
Berbeda dengan Hsu. Menjuarai JGS Indonesia Elite Junior International Championship di nomor putri untuk kategori poin WAGR, Hsu memang sudah memimpin jauh dari lawan-lawannya. Memasuki putaran akhir, pegolf Singapura berusia 15 tahun tersebut telah mengumpulkan 144 (even par) dalam 2 putaran pertama. Ia memimpin dengan selisih keunggulan 10 pukulan dari pegolf Malaysia Nurlyana Yasmin Ruzkinain. Meski menutup putaran akhir dengan skor 80 (8-over), Hsu masih menang dengan total 224 (8-over), unggul 5 pukulan dari Nurlyana.

“Saya mempunyai beberapa pengalaman up & down. Saya mendapatkan banyak double, tetapi saya berhasil mengatasinya dengan mendapatkan banyak birdies. Saya merasakan bahwa (putaran terakhir) hari ini lebih sulit, karena posisi pin berada di atas hill. Cuaca cukup panas. Jadi saya merasakan bahwa hari ini adalah yang paling sulit, terutama saat berjalan,” kata Hsu yang datang 4 hari lebih awal sehingga mendapatkan kesempatan untuk practice lebih banyak di Royale Jakarta.

Nurlyana harus pusa di posisi kedua dengan 229 (13-over), sedangkan Maureen Shavelle Yose (INA) berada di posisi ketiga dengan 232 (16-over).



