Tahun ini Jatinangor National Golf & Resort (JNGR) merayakan anniversary ke-39. Berbeda dengan perayaan hari jadi sebelum-sebelumnya, peringatan ulang tahun JNGR tersebut dimeriahkan dengan perhelatan turnamen golf selama 2 hari pada 12-13 April 2025.
Hari pertama, 12 April, berkolaborasi dengan Mutual Major, JNGR mengadakan golf activity berupa turnamen fun challenge dengan mengundang para selebritas dan pegolf-pegolf muda. Melalui kegiatan bertemakan “Launch, Laugh, Lunch”, event ini merupakan turnamen santai dan menyenangkan yang menyajikan tantangan unik, hadiah kreatif, dan pengalaman mewah. Event yang mengundang para selebritas dan pegolf-pegolf muda ini bertujuan untuk memadukan keterampilan golf, kreativitas, humor, dan kerja sama tim, sehingga acara ini memberikan pengalaman yang tak terlupakan.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkenalkan JNGR ini kepada kalangan yang lebih luas, khususnya para pegolf muda,” kata Edy Purwanto, General Manager Jatinangor National Golf & Resort.
Tanggal 13 April menjadi puncak pergelaran anniversary ke-39 JNGR. Dihadiri 152 pegolf, event “39th Anniversary Jatinangor National Golf & Resort” dibuka dengan pemukulan bola oleh Direktur Utama JNGR Mohammad Tachril Sapi’ie.
Mengusung tagline “Be the Winner”, perayaan anniversary ke-39 ini menjadi momentum untuk JNGR terus meningkatkan kualitas pelayanan agar tetap menjadi pemenang kompetisi di industri golf. “Ini menjadi semacam motivasi bagi manajemen. Jadilah pemenang dalam bisnis dan pelayanan,” jelas Edy.

Dalam 2 tahun terakhir JNGR melakukan banyak perubahan untuk merespons pasar golf yang tumbuh. Kehadiran jalan tol baru Cisumdawu yang memudahkan akses menuju JNGR—melalui exit tol Jatinangor 1—turun mendorong peningkatan jumlah pengunjung ke JNGR. Saat ini JNGR memiliki okupansi tertinggi untuk lapangan golf di wilayah Bandung dan Jatinangor.
JNGR melakukan renovasi pada kamar-kamar hotel, melakukan perluasan restoran, membangun kafe baru yang berada di lantai bahwa restoran dan juga VIP room di bawah ballroom. “Progress (untuk JNGR) berjalan terus. Selama kami dan staf mau bekerja keras karena bisnis lapangan golf itu di Indonesia tanpa bisnis lain yang nempel akan susah,” kata Tachril.

“Untuk memenangi kompetisi, kita terus berinovasi. Membaca ekspektasi pegolf dan pelanggan. Menyediakan apa-apa yang dibutuhkan pasar, karena kita berada di bidang hospitality. Jadi harus customer oriented, bukan personal oriented. Kita wajib berinovasi. Dengan banyaknya fasilitas-fasilitas baru, tentunya pelayanan kita juga mesti ditingkatkan,” tambah Edy.

JNGR yang mulai beroperasi pada 1986 tersebut kini tidak hanya menyajikan sebuah fasilitas olahraga. Selain menjadi satu destinasi golf, lapangan golf yang berdiri di tanah seluas 121 hektare tersebut pun menawarkan pemandangan yang indah karena terletak di antara Gunung Manglayang dan Gunung Geulis. Ini tentu saja menjadi pilihan bagi kalangan keluarga yang non-golf untuk beristirahat di resort dan menikmati keindahan sekitar JNGR maupun fasilitas-fasilitas hiburan lainnya.



