Senin (7/4) kemarin, Indonesia kehilangan salah satu tokoh golf nasional. Murdaya Widyawimarta Po, pengusaha yang juga mantan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI), telah berpulang pada pukul 13.57 (waktu setempat) di Singapura setelah berjuang melawan komplikasi dan kanker. Menurut keterangan yang disampaikan anak Murdaya, Karuna Murdaya, pada Senin malam, jenazah terlebih dahulu akan disemayamkan Woodlands Memorial Level 5 Duxton Hall, Singapura, dahulu sebelum kemudian diterbangkan ke Indonesia untuk prosesi selanjutnya.
Almarhum Murdaya yang lahir di Blitar, 12 Januari 1946, pernah memimpin PGI dalam 2 periode (2013-2018 & 2018-2023). Terpilih untuk menggantikan almarhum Arifin Panigoro, Murdaya dikenal sebagai pemilik Jakarta International Expo atau JIExpo, area pameran yang menjadi lokasi penyelenggaraan Pekan Raya Jakarta dan pemilik PT Metropolitan Kentjana, perusahaan properti pengembang kawasan elite Pondok Indah dan Puri Indah di Jakarta. Tidak hanya, Murdaya pun pernah berkiprah di dunia politik dengan menjadi anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan.

Ketika dipercaya untuk memimpin PGI, Murdaya memfokuskan diri pada pembinaan olahraga golf, khususnya junior. Di bawah kepemimpinannya, PGI rutin mengirimkan para atlet golf untuk bertanding di berbagai kompetisi di luar negeri.
Saat Murdaya menjadi Ketua Umum PB PGI, Indonesia berhasil menyabet 2 medali perak dan 1 medali perunggu dari cabang olahraga golf di SEA Games Singapura 2015. Tim putri Indonesia mengoleksi 2 medali perak waktu melalui Rivani Adelia Sihotang (individual) serta Rivani, Tatiana Wijaya, dan Ida Ayu Melati Putri (beregu). Tim putra yang diwakili oleh Tirto Tamardi, Rizchy Subakti, Fadhli Rahman, dan Kevin Akbar berhasil meraih perunggu.
Di tahun yang sama, Indonesia mengukir prestasi sebagai juara umum di ASEAN School Games (ASG) ke-7 di Brunei Darussalam dengan raihan 2 medali emas dan 1 perak. Tim golf menyumbang dua medali emas di nomor beregu putra (Almay Rayhan Yagutah, Naraajie Emerald Ramadhan Putra, Dominikus Glenn, dan Grady Santoso) dan individual putra (Almay). Tambahan 1 perak diperoleh dari nomor beregu putri melalui Rivani Adelia Sihotang, Ribka Vania, Michela Tjan, dan Kristina Natalia Yoko.

Pada 2016, tim golf Indonesia berhasil menjadi runner up di 8th ASEAN School Games yang dilaksanakan di Alpine Golf Resort, Chiang Mai, Thailand. Indonesia meraih 1 medali emas (Ribka Vania, individual putri), 2 medali perak (beregu putra dan putri), dan satu medali perunggu (Naarajie Emerald Ramadhan Putra, individual putra). Pada SEA Games Malaysia 2017, Tim Indonesia kembali menyumbangkan 1 medali perak (beregu putri) dan perunggu (beregu putra) untuk Indonesia.
Selain mencatatkan beberapa prestasi dalam golf internasional, Murdaya pun melakukan pembinaan golf dengan mendirikan National Golf Institute (NGI) di Emeralda Golf & Country Club, Jawa Barat. NGI yang dilengkapi dengan driving range, short game, putting studio, dan berbagai fasilitas teknologi golf yang terbaru ini diproyeksikan menjadi salah satu training center PB PGI. Dikelola oleh David Milne dan Lawrie Montague dari Pro Tour Golf College International (PTGCI) selaku tim pelatih program nasional pembinaan golf Indonesia, NGI dibentuk mendukung pembinaan bagi para junior Indonesia. Para pegolf jebolan NGI mampu berkiprah di level nasional dan internasional.



