Pegolf Terbaik Negeri Kanguru Saat Ini

Australia memiliki 2 pegolf yang mampu bertarung di level tinggi Ladies Professional Golf Association (LPGA). Mereka adalah Minjee Lee dan Hannah Green. Nama yang kedua ini memang kalah populer dibanding Lee, meski sama-sama berusia 28 tahun. Namun, penampilan Green mulai berkilau dalam 2 tahun terakhir (2023-2024) setelah mampu mengoleksi 4 gelar LPGA Tour. Tiga di antaranya bahkan terwujud pada tahun lalu. Tidak mengherankan jika peringkat Green pun melonjak sangat jauh, dari No. 28 Dunia di akhir Januari 2024 ke No. 6 pada akhir musim 2024. Green telah mengukir diri sebagai salah satu pegolf terbaik Australia saat ini.

 

Bagaimana perjalanan Green di amatir? 

Ia mengenal golf di usia belia oleh sang ayah. Bakatnya makin terasah dalam olahraga ini. Green mulai masuk ke jajaran tim nasional junior Australia ketika tampil menonjol dalam Graham Marsh Junior Golf Foundation camp. Karier amatir Green cukup cemerlang hingga menjadi andalan timnas Australia dalam berbagai event. Ia menorehkan beberapa gelar amatir bergengsi, termasuk Port Phillip Open Amateur & Victorian Women’s Amateur Championship pada 2015. Namun, keberhasilannya menduduki posisi runner up di New Zealand Open 2015 memberikan kesempatan untuk lebih banyak menambah jam terbang. Green mendapatkan Karrie Webb Scholarship sebesar $15,000 yang bisa dimanfaatkan untuk perjalanan internasional, pengalaman bermain selama musim panas di belahan bumi utara dan peluang pengembangan tambahan serta bimbingan dari Karrie Webb dan kesempatan untuk bermain dan berlatih bersamanya. Webb merupakan legenda golf wanita Australia yang paling sukses di LPGA dengan 41 gelar juara dan 56 gelar di seluruh dunia. 

 

Kapan Green beralih ke profesional?

Usai menang di Victorian Women’s Amateur Championship 2015, Green memutuskan untuk menjadi pemain pro pada 2016. Ia hanya perlu setahun untuk bisa menorehkan namanya di lingkaran juara. Dua gelar dalam Women’s PGA Tour of Australasia dan 3 trofi di Symetra Tour (LPGA development tour) pada 2017 menjadi bukti kemampuannya dapat bersaing di level profesional internasional. Di akhir 2017, Green menduduki posisi 2 dalam daftar pendapatan dan memenangi penghargaan Rookie of the Year (Epson).

 

Perjalanan di LPGA Tour….

Green kembali hanya perlu setahun untuk bisa membukukan gelar pertamanya. Tidak tanggung-tanggung ia langsung menjuarai turnamen major KPMG Women’s PGA Championship pada 2019. Hebatnya, ia menorehkan prestasi tersebut dengan penampilan yang impresif, menang dengan wire-to-wire (memimpin leaderboard sejak putaran pertama hingga putaran akhir). Ini menjadi keran pembuka bagi Green dalam meraih beberapa gelar berikutnya. 

Credit: Golf.org-au

Apa yang diukir Green ketika menang major pada 2019. 

Ia menjadi pegolf Australia pertama yang memenang major setelah Webb terakhir kali menorehkan prestasi itu pada 2006 di Kraft Nabisco Championship. Green menjadi pegolf ketiga dalam sejarah golf Australia setelah Webb dan Jan Stephenson yang bisa memenangi major. Minjee Lee menjadi pemain keempat Australia setelah menjuarai Evian Championship pada 2021.

 

Selain menang di major, Green menambah 1 gelar lagi di musim 2019. Tahun itu menjadi musim keemasan Green. Ia pun menerima 2 penghargaan bergengsi.

Atas penampilan terbaiknya di musim 2019, Green dianugerahi Greg Norman Medal, yang merupakan penghargaan untuk pegolf pria atau wanita Australia terbaik di pentas dunia. Medal tersebut digulirkan oleh Professional Golfer’s Association of Australia (PGA) dengan dukungan Australian Ladies Professional Golf (ALPG) pada 2015. Penghargaan ini telah dimenangi para pegolf seperti Jason Day, Minjee Lee, dan Cameron Smith. Selain itu, Green pun mendapatkan penghargaan Western Australia Sports Star of the Year 2019 bersama pemain sepak bola Australia Nat Fyfe.

 

Sukses di 2019, Green mengulang kembali keberhasilannya tersebut. Kapan itu terjadi?

Green meraih keberhasilan lagi pada musim 2024. Ia mengukir 3 gelar juara dalam 6 kali finis Top 10, dibandingkan dengan 2019 yang hanya 2 gelar (1 major) dalam 4 kali finis Top 10. Prestasi ini mendorong Green ke 10 besar dunia, tepat No. 6 Dunia di akhir musim 2024. Ia pun menyabet Greg Norman medal untuk kedua kalinya tahun kemarin. “Tidak diragukan lagi ini merupakan salah satu tahun terbaik dalam karier saya dan menutupnya dengan Medali Greg Norman kedua menjadikannya semakin istimewa,” kata Green.

Hannah Green merayakan kemenangannya di HSBC Women’s World Championship. Credit: Getty Images

Trofi BMW Ladies Championship menjadi gelar ketiga Green di 2024. Kemenangan ini menjadi rekor tersendiri di LPGA.

Green menjadi 1 dari 3 pegolf yang bisa mengoleksi 3 gelar dalam satu musim. Dua pegolf lainnya itu adalah Nelly Korda dan Lydia Ko. 

Menembus Top 10 Dunia memang menjadi goal Green. Namun, untuk bisa mencapai itu, Green harus melakukan satu hal. Apakah itu?

“Tahun lalu (2024) dan juga 2022, saya mengatakan bahwa saya ingin menjadi pegolf Top 10 Dunia. Saya ingin menang setidaknya dua atau tiga kali tahun ini dan jika saya melakukan itu, maka posisi 10 besar dunia pasti akan tercapai,” kata Green, seperti dikutip Golfaustralia.com.au.

“Tapi saya hanya ingin memastikan bahwa saya menikmati diri saya sendiri  karena tahun lalu ada beberapa kali ketika saya sedikit rindu rumah, dan tentu saja ketika Anda tidak bermain dengan baik, itu tidak terlalu menyenangkan. Jadi, memastikan bahwa saya menjaga diri saya sendiri saat tandang juga penting.”

Satu hal yang masih menjadi bahan pikiran Green adalah meraih medali di Olimpiade. 

Bermain di Olimpiade 2024 merupakan penampilan kedua Green. Debutnya di Olimpiade adalah pada Tokyo 2020. Kala itu, Green hanya finis T5. Ketika diadakan di Paris 2024, Green sebenarnya menjadi salah satu favorit untuk meraih medali. Sayang, ia hanya mampu menduduki T4, kalah 1 stroke dari Xiyu Lin (CHN) yang meraih perunggu. Saya kira, itu adalah kata pertama yang terlintas di benak saya. Mungkin dengan memberikan waktu lima menit untuk memikirkannya, menempati posisi keempat setelah awal yang buruk di Olimpiade pada hari Rabu, saya harus cukup bangga pada diri saya sendiri,” kata Green, seperti dikutip Olympics.com. “Saya pasti akan tetap bermain golf (untuk Olimpiade 2028). Semoga saja saya tidak mengalami cedera atau semacamnya. Namun ketika saya meninggalkan Tokyo (2020), saya berpikir tentang Paris (2024) karena saya pikir itu akan menjadi tempat yang luar biasa. Dan memang benar. Jadi, LA pasti akan ada di radar saya.”

(Penulis: YM/ OB Golf)

Share with

More News

Sergio Garcia dan Fireballs GC Nantikan Momen Kebangkitan di Aramco LIV Golf Singapore

Royale Jakarta Golf Club Padukan Kompetisi dan Aksi Kemanusiaan

Rahm Incar Gelar Beruntun, Niemann Bertekad Pertahankan Gelar di Singapura

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa