Provinsi Bangka Belitung ternyata memiliki satu pegolf profesional yang rajin bertanding di kompetisi golf nasional. Nurdana, demikian pegolf pro dari Babel—tepatnya Pulau Bangka, memang cukup dikenal karena sering beredar di turnamen-turnamen amatir dan profesional. Pria yang saat ini berusia 32 tahun ini bahkan telah mengoleksi trofi profesional pertamanya di sirkuit Indonesian Tourism Golf Pro Series 2023, menambah koleksi trofinya dari amatir seperti juara low amateur di President Cup II 2019. Selain menyandang status profesional, lulusan STIH Pertiba ini rupanya berdinas di institusi Kepolisian Republik Indonesia dengan pangkat brigadir. Nurdana bisa menjalani 2 status yang berbeda ini secara beriringan. Ia bahkan bisa memberikan kebanggaan bagi institusinya ketika bertanding dalam turnamen golf internasional ASEANAPOL.
Berikut perbincangan lengkap anak ke-8 dari 8 bersaudara ini dengan OB Golf:
Kapan mulai kenal golf?
Saya mulai main golf tahun 2005. Waktu itu, Pak Chairul Anwar, seorang manager lapangan golf di Bangka, yang kenalin olahraga ini. Kebayang dulu sangat senang sekali ketika pertama kali bisa mukul bola sekecil itu. Nggak pernah terbayangkan sebelumnya.
Kapan tampil pertama kali di arena kompetitif?
Pertama kali terjun ya di pra-pon di Pangkalan Jati tahun 2007. Waktu itu usia saya 16 tahun. Skornya? 86-80.
Mengapa pilih golf yang di Pulau Bangka bukan olahraga populer?
Saya dibesarkan di lingkungan lapangan golf (bekerja sebagai pemungut bola di driving range usai pulang sekolah) sehingga mempengaruhi minat saya bermain golf. Karena minat saya untuk golf itu tinggi, saya akhirnya tetap menggeluti olahraga ini
Apa manfaat yang Anda rasakan ketika main di masa junior dan amatir?
Menambah pengalaman bertanding dan networking.

Mengapa Anda memutuskan untuk masuk dunia profesional?
Saya mulai pro pada pertengahan 2023. Bagi saya, dengan terjun ke pro, saya bisa mendapatkan tantangan yang lebih tinggi.
Ketika beralih status, dari amatir ke pro, apakah bekal yang dibutuhkan untuk menjalani status baru itu?
Meskipun saya bermain golf selama 15 tahun di junior/amatir, masuk level pro merupakan tantangan tersendiri karena membutuhkan level kedisiplinan dan kemampuan yang lebih tinggi sehingga masuk ke dunia pro membutuhkan komitmen yang lebih.
Anda kan berdinas di institusi kepolisian, tepatnya Satlantas Polresta Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. Bagaimana bisa bekerja di sana?
Tahun 2013, saya ikut mendaftar sebagai anggota Polri, dan diterima. Sebagai anggota Polri, saya tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab saya secara disiplin. Namun, saya tetap tidak meninggalkan golf. Setelah jam kerja, saya selalu manfaatkan waktu untuk berlatih golf. Sejauh ini, institusi saya saya mendukung positif karier profesional saya. Setiap mengikuti turnamen, saya mendapatkan izin dari pimpinan saya/atasan saya.
Selain bermain di pentas golf nasional, apakah ada kompetisi golf juga di institusi kepolisian?
Ada, setiap tahun ada tournament ASEANAPOL. Pesertanya para polisi se-ASEAN. Saya sempat ikut 4 kali (Juara I tahun 2018 dan di Vietnam 2019; Juara II di Kamboja 2022, dan Juara III di Laos).
Pertengahan 2023, menjadi pemain pro. Akhir musim 2023, Anda menang di partai penutup ITG-PS 2023. Bagaimana kesan Anda dengan kemenangan itu?
Saya sangat bersyukur karena usaha telah membuahkan hasil yang mengembirakan
Apa yang Anda bisa lakukan untuk memopulerkan, atau bahkan memajukan, golf di Bangka?
Saya mendedikasikan waktu saya untuk dapat melatih golfer pemula di wilayah saya. Saya pun berharap pengurus persatuan golf di Bangka Belitung dapat mensosialisasikan olahraga golf ke masyarakat luas agar semakin banyak generasi muda yang terlibat dan terjun ke dunia golf.
Penulis & Foto: YM/OB Golf



