Penantian panjang akhirnya berbuah hasil yang manis bagi Zachary Kristian. Pegolf asal Jakarta Masters Club ini berhasil meraih sukses ganda kala mentas di turnamen Mid-Amateurs Seri 3 yang berlangsung di Gading Raya Golf Club pada 14-16 Mei 2025. Selain sukses menjadi juara di seri ini, Zachary juga berhak atas poin World Amateur Golf Ranking (WAGR) pertamanya.
Tampil konsisten selama tiga hari turnamen, Zachary benar-benar menunjukkan performa mentereng. Itu terlihat kala Zachary menyudahi putaran pertama dengan mencatatkan raihan terendah bersama Andrey Dimitri usai mengoleksi 71 (1 under-par).
Magis permainan Zachary makin tak terkendali di putaran kedua setelah ia mencatatkan enam birdie, masing-masing tiga di front nine dan back nine. Koleksi birdienya di back nine diraih secara beruntun di tiga hole penutup. Dengan koleksi total skor 213 (3-under par), Zachary berhasil menasbihkan diri menjadi juara baru di ajang MID-Amateur, unggul empat stroke atas tiga pegolf lainnya, yakni Andrey Dimitri, Alit Jiwandana, dan Thomas Prasetyo Utomo.

“Ya, sebenernya menurut aku sih hari pertama main paling bagus, main 1 under. Terus hari kedua kurang optimal padahal main 69, ada tiga bogey berturut-turut. Hari terakhir sebenarnya main 73 tapi mainnya sedikit kurang greget, putting banyak yang kurang, ini sih kesalahan yang seharusnya gak dilakukan,” ungkap Zachary.
Tak hanya berhasil merengkuh gelar juara, Zachary yang mendapatkan poin WAGR pertama membuat dirinya berkesempatan untuk mengikuti turnamen amatir di luar negeri di bawah naungan R&A.
“Senang bisa dapat poin WAGR pertama. Tadi aku dikasih tahu sama Alit juga mungkin kalau ada WAGR bisa mengikuti turnamen-turnamen lain di luar negeri juga, jadi ya semoga kita bisa ikutan bermain juga,” tambah Zachary.

Dengan kemenangan ini Zachary berkesempatan mewakili Indonesia untuk tampil di ajang Asia-Pacific Golf Confederation (APGC) Mid-Amateur Championship yang akan diselenggarakan pada Agustus mendatang. Lebih istimewanya lagi, Gading Raya Golf Club secara resmi ditunjuk sebagai tuan rumah kejuaraan level regional Asia Pasifik ini. Situasi ini diharapkan membawa keuntungan tersendiri bagi para pegolf asal Tanah Air yang berhasil lolos kualifikasi melalui AGI Series.
Dengan lahirnya sosok juara baru mengindikasikan persaingan kompetisi AGI Mid-Amateur Series 3 terbilang sangat kompetitif. Apalagi, di setiap seriesnya para peserta juga diajarkan mengenai esensi dari peraturan golf.

“Jadi aturan golf itu sangat penting bukan untuk mempenalti sebenarnya. Tapi untuk memberikan keuntungan kepada kita pada saat kita harus mendapatkan pembebasan. Apakah pembebasan itu dengan penalti atau pembebasan itu tanpa penalti,” ujar Ketua AGI, Djonnie Rahmat.
Peran AGI Mid-Amateur Series dalam pengembangan bakat-bakat muda potensial di Indonesia patut disyukuri. Tak hanya menghadirkan kompetisi domestik yang sangat kompetitif, setiap juaranya berhak juga mewakili Indonesia untuk bersaing di panggung golf dunia.
(Penulis 7 Foto: IP/ OB Golf)



