Trio SDM di Jagat Golf Dunia

Persaingan antara Scottie Scheffler, Jon Rahm, dan Rory McIlroy kembali mengingatkan dominasi Jordan Spieth, Jason Day, dan McIlroy. Secara bergantian, ketiganya menguasai puncak Official World Golf Ranking dalam rentang waktu 2015-2016.

Sebelum kemunculan raksasa 3 Besar, Rory McIlroy menjadi penguasa tunggal Official World Golf Ranking (OWGR) di 2014. Menurunnya performa Tiger Woods di 2014 karena banyak dibekap cedera dimanfaatkan McIlroy yang memang sedang dalam kondisi prime-nya. Dua gelar major, Open Championship dan PGA Championship, serta tambahan 1 gelar PGA Tour dan 1 European Tour, mengangkat nama pegolf Irlandia Utara tersebut ke posisi No. 1 Dunia pada 3 Agustus 2014. Ia berada di peringkat elite tersebut selama 54 pekan.

Jordan Spieth mengambil alih posisi McIlroy yang sempat bertengger selama hampir 1 tahun. Dengan menempati posisi runner up di PGA Championship 2015, melengkapi dua gelar major (Masters dan US Open) dan 2 gelar PGA Tour, pegolf AS yang waktu itu berusia 22 tahun tersebut mulai mengukir namanya sebagai pegolf No. 1 Dunia pada 16 Agustus 2015. Sebulan setelah raksasa baru telah muncul, muncul raksasa lain dari Australia: Jason Day, yang pertama kali menempati kursi No. 1 Dunia pada 20 September.

Photography: Mike Stocker _ Sun Sentinel

Sejak itu, persaingan di puncak OWGR didominasi Day dan Spieth. McIlroy yang diharapkan bisa meramaikan kompetisi untuk takhta No. 1 Dunia justru mengalami penurunan performa karena dibekap cedera. Duet Day dan Spieth bergantian mengisi posisi teratas dunia tersebut, hingga akhirnya Day menjadi penguasa solo OWGR pada 27 Maret 2016-18 Februari 2017 ketika Spieth mulai kesulitan untuk mengimbangi performa Day.

Dominasi Day akhirnya terhenti oleh Dustin Johnson usai memenangi Genesis Open pada 19 Februari 2016. Juara US Open 2016 tersebut mengakhiri era SDM. Ketika trio SDM berkuasa (2014-2016), total koleksi gelar yang mereka: 25 gelar juara global (18 gelar PGA Tour) dan 4 gelar major. Ketiganya bahkan diprediksi bakal melanjutkan persaingan trio Jack Nicklaus, Arnold Palmer, dan Gary Player—3 Besar di masa lalu. Namun, dominasi SDM terpecah ketika McIlroy mulai tertinggal dan Spieth pun mulai kehilangan sentuhan terbaiknya seperti musim 2015 dengan 2 major dan 3 gelar PGA Tour.

Di saat tidak ada lagi pesaing yang mengganggunya di puncak pada 2016, performa Day pun tidak secemerlang seperti lima bulan pertama di 2016. Sebelum US Open pada Juni, pegolf Australia yang saat itu berusia 28 tahun tersebut sudah menggenggam 3 gelar pada musim itu. Namun, penampilannya kemudian seperti stagnan. Day mengakui bahwa ia cukup tertekan dengan upayanya mempertahankan posisi No. 1-nya tersebut. Beruntung, tidak ada pegolf yang muncul mengejutkan untuk menggeser singgasananya, hingga kemudian dilengserkan Johnson yang memang sudah menunjukkan prestasinya di akhir musim 2016 ketika berhasil memborong berbagai penghargaan: PGA Tour leading money winner, lowest scoring average, PGA Player of the Year, dan PGA Tour Player of the Year.

Share with

More News

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Schauffele Cetak Rekor "Lowest Round" di PGA Championship

XEXYMIX, Kombinasi Sportwear dan Leisurewear

Jelang PGA Championship, Scheffler Jadi Ayah - McIlroy Layangkan Gugatan Cerai

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah