Tim Indonesia menutup perjalanan di Southeast Asian Amateur Golf Team Championship 2025 dengan hasil membanggakan. Trio Jayawardana Dornan, William Justin Wijaya, dan Teuku Husein mencetak sejarah dengan meraih gelar perdana Lion City Cup, yang berlangsung di Luisita Golf & Country Club, Filipina, pada 11-14 November 2025 lalu.
Tim Lion Cup Indonesia mengumpulkan total 581 pukulan selama empat putaran, yang menang countback atas Tim Singapura yang mengumpulkan poin sama.
“Turnamen di sini sangat kompetitif dan ada banyak pemain bagus di sini, menarik buat WAGR aku dan ranking semua pemain. Lapangan ngga terlalu enak, terutama green-nya tapi no problem buat aku,” kata Jayawardana seperti dikutip dari media PB PGI.

Di sektor putri, Bianca Naomi Laksono, Sania Talita Wahyudi, dan Rayi Geulis menunjukkan determinasi tinggi dan berhasil finis sebagai runner-up Santi Cup 2025.
Sementara itu, tim Putra Cup menutup perjuangan di posisi ketiga, dan Tim Kartini Cup memanfaatkan keikutsertaan mereka sebagai momentum evaluasi untuk peningkatan performa ke depan.
Pemain andalan Indonesia, Randy Arbenata, membukukan skor 67-67-72-72 dengan raihan total 10 under-par selama 72 hole untuk memuncaki nomor individual di kategori Putra Cup.

“Yang menarik di turnamen ini adalah lapangannya, challenging, karena rumputnya, rumput gajah jadi harus focus all the time. Kalau ngga, bisa jelek pukulannya,” ujar Randy.
Prestasi yang ditorehkan para putra dan putri Indonesia di Southeast Asian Amateur Golf Team Championship 2025 ini menegaskan komitmen dan kerja keras para atlet dalam mengharumkan Merah Putih di kancah internasional.

“Secara keseluruhan hasil yang dicapai semua atlet sangat membanggakan dan sesuai yang diharapkan. Tim Putra Cup finis di posisi ketiga, dan Randy menjadi winner di nomor individu. Lion City Cup kita berhasil merasakan podium setelah sedemikian lama. Demikian Santi Cup, runner up di bawah Thailand. Beberapa pemain putri ini memang dipersiapkan untuk SEA Games. Untuk Kartini Cup kita juga puas, memang kita tidak bisa menargetkan mereka podium karena masih tahap development player. Inilah kesempatan yang diberikan oleh PB PGI untuk melatih mental bertanding dan melihat mental lawan di kawasan regional,” pungkas Alga Topan, pelatih tim nasional Indonesia yang turut mendampingi di Filipina.
(Sumber& Foto: Media PB PGI)



