Banyak apparel golf lokal yang bertebaran di pasar golf Indonesia. Salah satunya adalah SvinGolf. Apparel golf yang mulai beredar di pasar golf nasional sejak 2013 tersebut kini menjadi salah satu pilihan utama konsumen pegolf Indonesia yang menginginkan kaus-kaus buatan lokal tetapi memiliki standar dan kualitas yang melampaui ekspektasi para pecinta golf terhadap produk dalam negeri.
Popularitas SvinGolf yang telah melewati satu dekade ini memang tidak terlepas dari kerja keras yang diusung Leonardi Husada selaku pemilik SvinGolf. Pengalaman lama di industri garmen mendorong Leo untuk menciptakan produk sendiri yang dikhususkan untuk golf. Kepada OB Golf, Leo berbicara pengalamannya merintis SvinGolf hingga seperti sekarang ini:
Bagaimana perjalanan Anda di industri garmen Tanah Air ini?
Di industri garmen sebenarnya dimulai dari bisnis keluarga. Sudah lumayan lama ya bisnis keluarga di bidang garmen. Lalu, pada tahun 2011 saya mulai join di perusahaan keluarga. Dari situ kepengen untuk punya merek sendiri. Sebelumnya kita mengerjakan baju-baju olahraga untuk merek-merek orang lain.
Usaha garmen Anda pun masuk ke industri golf….
Pada 2013 ada kesempatan untuk buat baju golf. Saat itu kita coba. Soalnya kita sudah mengerti seluk beluk di bidang garmen, jadi kita coba untuk masuk di bidang golf ini. Baju golf itu seperti baju-baju olahraga lainnya yang pasti dimulai dari kualitas kain yang baik, apalagi untuk golf harus lebih baik daripada olahraga-olahraga lainnya. Kualitas pekerjaan, warna dari printing, dan logo, semuanya juga harus lebih baik, karena memang dari segi market baju golf ini memang harganya juga lebih mahal.
Untuk produksinya sendiri, apa saja yang dipegang SvinGolf atau ada kerja sama dengan bisnis lain?
Untuk baju kita pegang sendiri, dari pemilihan bahan, cutting, printing, jahit sampai kirim baju. Untuk beberapa aksesori golf lainnya, seperti sarung tangan, topi, kaus kaki, kita punya kerja sama dengan rekan-rekan bisnis supplier. Kita develop bareng untuk SvinGolf.

SvinGolf itu kan identik dengan apparel golf. Apakah hanya memproduksi apparel golf atau ada produk lain di luar golf yang dibuat oleh SvinGolf ini?
Kita ada sister brand-lah ya, namanya SvinFit, yang kita pakai untuk menjangkau olahraga-olahraga lainnya juga. Mungkin yang sekarang yang lagi trendy kan paddle, tenis, running juga kita bisa. Jadi dari SvinFit ini kita buat baju-baju olahraga untuk di luar golf.
Kalau boleh dilihat proporsi dari golf sama SvinFit ini seperti apa?
Sekarang ya, sekarang mungkin dari 2024 akhir sampai sekarang mungkin yang SvinFit ini mulai mirip 50-50 lah sekarang ya. Karena satu sisi kan kalau SvinGolf kita fokusnya hanya di event-event golf, di komunitas golf, sedangkan kalau SvinFit ini lebih banyak jangkauannya. Bisa dari jersey, bisa dari olahraga-olahraga lainnya.
Anda sendiri melihat peluang bisnis garmen khususnya dengan menyambungkan sport enthusiast itu seperti apa sih?
Dengan trend sekarang yang banyak fokus lebih ke komunitas, olahraga-olahraga yang berbasis komunitas itu yang sedang trend. Yang kita tawarkan mungkin ini ya, apa namanya, cocok untuk mereka karena kita menawarkan kan custom apparel buat tim-tim (jersey), komunitas, dan turnamen-turnamen gitu.
Bagaimana Anda melihat peluang bisnis garmen khususnya dengan menjamurnya sport enthusiast?
Dengan trend sekarang yang olahraganya banyak berbasis komunitas, ini mungkin cocok dengan produk yang kita tawarkan dari SvinGolf atau SvinFit yang memang bisa customize untuk komunitas-komunitas mereka, event-event mereka. Sepertinya ya untuk bisnis Garmin, untuk olahraga ini memang masih ada ya.
Sebagai seorang pengusaha, Anda kan pasti merasakan suka duka di bisnis ini. Bisa diceritakan suku-dukanya seperti apa?
Dukanya dulu lah ya. Mungkin yang paling parah ya waktu Covid, semua berhenti. Nggak ada yang kerja, lalu setelah Covid selesai pun masih bisa masuk kerja tapi orderan kita masih kurang begitu kan, berarti anak-anak tidak bisa (bekerja), dan tidak ada kerjaan juga. Itu yang menjadi dukanya, melihat produksi kosong itu kayaknya sedih banget. Ya habis itu ya untungnya ekonomi mulai membaik, golf juga sedang trending setelah Covid itu, event-event mulai banyak lagi, kita mulai pick up lagi dari situ.
Sukanya, ya ketika orang recognize kita punya produk. Mereka pakai enggak cuma pas turnamen, setelah turnamen mereka bisa pakai lagi, mereka pake driving atau mereka pakai main, itu kayaknya ya suatu kepuasan tersendiri. Berarti mereka paham kan produk itu bagus sampai mereka mau pake terus-menerus gitu. Itu sih happiness-nya.
Prinsip-prinsip dasar yang Anda pegang sebagai seorang pengusaha itu apa saja sih?
Mungkin yang paling penting untuk saya ya no shortcut ya. Jadi kalau mau sesuatu memang harus kita ada tahap tawar yang harus kita lewati, jadi enggak boleh kita ambil shortcut. Soal bahan dikurangi atau kualitas dikurangi, kita harus tetap menjaga kepuasan konsumen. Saya selalu mencoba untuk, kalau istilahnya apa ya, under promise over deliver. Jadi, saya akan coba untuk mengirimkan produk atau barang yang melebihi ekspektasi dari customer. Jadi, prinsip dasar yang saya pegang adalah no shortcut dan under promise over deliver.

Bagaimana SvinGolf menyusun strategi guna bersaing di industri garmen yang sangat kompetitif di Indonesia?
Pertama, kita mencoba untuk memberikan customer yang terbaik dari segi bahan, mencari yang lebih baik lagi. Lalu, kita melakukan efisiensi produksi. Kita coba untuk bisa mengirimkan barang lebih cepat kepada customer. Satu lagi yang paling penting adalah kita harus tetap menjaga kualitas produk-produk kita. Semua produk yang kita kirimkan ada standar dan kualitasnya bersendiri.
Target dan rencana SvinGolf ke depannya dengan persaingan yang makin kompetitif ini? Target yang saya sedang coba lakukan adalah saya mau coba untuk memotong delivery time kita dari 3 atau 4 minggu terus menjadi mungkin paling cepat 1 sampai 2 minggu kita sudah bisa kirimkan produk ke customer. Saya rasa dengan itu kita juga mempunyai advantage lah ya, karena kita bisa kirim lebih cepat. Dengan persaingan yang semakin dekat, saat ini kita akan tetap berfokus di baju olahraga khususnya di golf dan olahraga-olahraga lainnya dengan mengandalkan kualitas delivery. Saya rasakan ini akan sangat bermanfaat bagi customer-customer yang butuh produk lebih cepat.
Bicara SvinGolf. Apakah ada sejarah mengenai nama yang dipakai sebagai brand perusahaan Anda?
Saat itu mungkin di tahun itu SvinGolf kan mulai dari 2013. Kita memang belum familiar sekali dengan dunia golf. Jadi cari di kamus, cari di Google itu istilah apa yang berhubungan dengan golf, banyaknya ya dengan swing itu. Swing kalau kita ngomong lebih cepat kan jadi (terdengar) sving. Ya dari situ saya gabungkan swing dan golf menjadi satu nama: SvinGolf. Bukan terpisah.
Desain SvinGolf ini lebih dinamis dan menarik buat konsumen. Bagaimana penciptaan dari desain-desain apparel ini?
Ya pertama kita ada tim, tim desain sendiri memang ada. Lalu, kita akan lihat tren, tren warna, tren-tren yang ada di luar sana. Apa sih yang lagi tren untuk baju golf dan juga kita kan selalu coba untuk masukkan seperti unsur batik. Dari koleksi pertama kita, kita selalu ada koleksi batik. Jadi batik kita bungkus secara modern dengan warna-warna yang lagi trending juga. Kita masukkan ke baju golf juga. Itu ada tim yang riset juga.
Sejauh ini jangkauan produk-produk SvinGolf ini sudah sampai mana di Tanah Air?
Di Tanah Air kita ada klien dari Sumatera sampai Papua juga ada. Sudah ada kita klien di sana. Mungkin saat ini seluruh Indonesia juga pernah kita kirim barang juga. Kita enggak ada kantor cabang, cuma di sini: di Jakarta.
Ada rencana untuk go internasional?
Kita masih fokus di dalam negeri, dengan kita punya komunitas-komunitas dan event-event yang di dalam negeri dulu. Tapi, untuk luar negeri, kita sedang mencari beberapa partner yang bisa bantu kita distribusi produk di sana.
Penulis: YM/ OB Golf. Kredit Foto: YM/Faizal Rachman



