Tertempa di Phuket, Tuai Hasil di Imperial

Satu setengah bulan perjalanan Harrison Gilbert di Asia berbuah manis. Setelah tampil kurang meyakinkan selama di Thailand, pegolf berusia 23 tahun ini akhirnya bisa menyabet gelar internasional perdana di Indonesia.

Inaugurasi Indo Masters Golf Invitational presented by TNE pastinya menjadi kenangan paling indah bagi Harrison Gilbert. Melalui turnamen Asian Development Tour yang berlangsung pada 15-18 Juni lalu itu, pegolf asal Australia ini bisa mengukir prestasi terbaiknya: membawa pulang trofi juara.

Berkat penampilannya di tiga putaran terakhir (64-67-66), Harrison meraih gelar profesional pertamanya setelah memutuskan turn pro pada Maret 2022. Dengan total skor 270 (18-under), ia mengungguli Chanat Sakulpolphaisan (Thailand) dengan satu pukulan dan Chonlatit Chuenboonngam (Thailand) dengan dua pukulan. Duo Thailand ini memang memberikan perlawanan ketat dalam perolehan skor sehingga Harrison harus menjaga permainannya agar tidak terpeleset.

“Saya sangat fokus dalam menjaga permainan pekan ini,” jelas pegolf berusia 23 tahun ini. “Tiga hari terakhir mungkin benar-benar golf terbaik yang pernah saya mainkan.”

Photography : YM

Kiprah Harrison di Asia dimulai dari Middle East and North Africa (Mena) Tour. Sebelumnya, Harrison sempat frustrasi dengan karier golfnya. Kesempatan golfnya di amatir usai lulus dari Monash University, Melbourne,menemui jalan buntu akibat pandemi Covid-19 yang membatasi segalanya. Demikian pula berkarier di arena profesional.

Namun, pertemuannya dengan Komisioner MENA Tour David Spencer pada Maret lalu meyakinkannya untuk segera beralih status. Ia pun mendapatkan kartu MENA Tour. Tidak lama mendapatkan kartu Tour, MENA dan ADT bekerja sama dalam sanction turnamen di Phuket.

Petualangan Harrison di Phuket pun dimulai, dan hasilnya sangat tidak memuaskan dengan skor-skor yang menyedihkan. Ia gagal lolos cut dalam empat turnamen yang bertajuk “Beautiful Thailand Swing” tersebut. Niat Harrison ikut event-event di Phuket adalah agar bisa ikut turnamen-turnamen ADT melalui jalur afiliasi member. Karena itu, ia pun berkesempatan untuk tampil di dua turnamen di Indonesia.

Usai finis di T15 dalam OB Golf Invitational, Harrison mendapatkan peluang bermain di Indo Masters Golf Invitational presented by TNE yang digelar di Imperial Klub Golf. Misinya pun berhasil: satu trofi telah digenggam dan juga kartu ADT full. Harrison mengakui bahwa ini tidak mungkin terwujud tanpa MENA Tour dan juga hasil-hasil buruk di Phuket.

“Saya tidak mungkin berada di sini dengan trofi ini jika saya tidak punya kartu MENA Tour,” jelas Harrison, seperti dikutip situs MENA Tour.

Photography : YM

“Namun, gagal lolos cut dalam empat turnamen berturut-turut seperti obat yang sangat pahit. Tetapi saya tidak akan bilang ini perkenalan yang kejam untuk golf profesional. Ini hanya penyambutan ke dunia golf. (Missed cut) ini mengubah mindset saya di mana saya main tanpa ekspektasi apa-apa dan saya pikir itu cukup membantu saya.”

Kini, target Harrison adalah tetap berada di Top 7 di Order of Merit ADT, agar bisa main full di Asian Tour karena menyandang kartu Tour-nya.

“Saya masih menikmati kemenangan ini, tetapi itu (Top 7 OOM ADT) merupakan visi jangka panjang. Saya hanya berusaha untuk tetap sabar, fokus satu-satu…. Saya hanya perlu menundukkan kepala dan main golf yang baik.”

Sementara itu, Indo Masters Golf Invitational presented by TNE di Imperial menjadi bukti keberhasilan dua pegolf nasional yang menembus Top 10. Danny Masrin berhasil menduduki T8, setelah membukukan skor 63 (9-di bawah-par), terendah sepanjang 4 hari turnamen. Memulai putaran terakhir dengan skor -1, Danny menutup 72 hole dengan skor total 278 (10-under). Selain Danny, Elki pun merangsek ke 10 besar usai mengumpulkan skor 279 (9-under). Hasil di dua putaran terakhir memang membantu Elki sehingga bisa menempati posisi T10.

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Perang Bintang di Bangkok

Indonesian Masters di Pusaran Kompetisi Elite

Hat-Trick bagi Suteepat

Dominasi Para Pegolf Thailand di Papan Atas

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat