Tenggelamnya Kapal Mewah LIV Golf 1.0

Setelah lima tahun mengarungi kompetisi demi kompetisi dengan armada mewah, LIV Golf akhirnya mengajukan perlindungan kebangkrutan di AS. Pengajuan soal pailit itu justru menguak utang LIV Golf yang nilainya milyaran dollar AS.

Perjalanan LIV Golf selama 5 tahun—dengan segala kontroversialnya—akhirnya memasuki babak akhir. Tour yang dibentuk Greg Norman—yang didukung penyandang dana dari Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF)–tersebut telah mengajukan perlindungan kepailitan  di AS pada 8 September kemarin. LIV Golf juga sedang mengupayakan pengakuan atas pengajuan pailit di AS tersebut di Inggris dan Wales untuk melindungi aset dan operasinya di tingkat internasional.

Pengajuan di pengadilan New Jersey tersebut menunjukkan bahwa—melalui pengajuan kepailitan itu–LIV bermaksud untuk melakukan restrukturisasi dan kembali dalam bentuk baru. Menariknya, dokumen yang dilampirkan dalam pengajuan kepailitan tersebut membuka cerita baru bagi publik. Dokumen menunjukkan bahwa LIV memiliki utang yang diperkirakan berkisar antara US$500 juta hingga US$1 miliar kepada setidaknya 1.000 kreditor, termasuk pemain bintang seperti Bryson DeChambeau, Jon Rahm, dan Cam Smith. 

Sinyal pailit sudah terlihat jelas bagi tour golf yang dibentuk pada 2021, ketika PIF mengumumkan bahwa mereka menghentikan setelah musim 2026. Masa hidup LIV yang singkat dan penuh gejolak tersebut disertai dengan kerugian yang sangat besar. Hingga 31 Desember 2025, LIV Golf telah mengalami kerugian sebesar US$3 miliar dalam operasinya di AS dan US$2 miliar lagi di Inggris. “Jalan menuju profitabilitas selalu merupakan strategi jangka panjang,” demikian pernyataan perusahaan dalam laporan keuangannya. “Perusahaan ini terus mengalami kerugian operasional, dan masih membutuhkan waktu bertahun-tahun lagi untuk mencapai profitabilitas mandiri sesuai proyeksi.”

PIF sendiri, menurut dokumen-dokumen yang diajukan oleh LIV Golf Investments Ltd., yang menaungi berbagai entitas tour tersebut, telah berkomitmen mengucurkan dana hingga US$5,3 miliar antara pertengahan 2021 dan Februari 2026. Tidak ada dana baru yang masuk dalam bentuk saham setelah suntikan dana tunai terakhir sebesar US$267 juta tujuh bulan lalu, sejalan dengan keputusan PIF untuk menghentikan pendanaan. Namun, PIF telah memberikan pinjaman kepada LIV sejak Juni, dan saldo terutang tiga bulan kemudian mencapai US$495 juta.

Credit: Chris Trotman/LIV Golf

LIV Golf telah mengambil sejumlah langkah penghematan, termasuk membatalkan dua turnamen di Michigan dan New Orleans, mengurangi “pengeluaran untuk inisiatif fan experience,” serta membatasi “fasilitas tertentu yang tidak krusial yang sebelumnya disediakan bagi para pegolf yang berpartisipasi dalam liga tersebut.” Perusahaan ini juga melakukan banyak PHK. Per 8 September, perusahaan ini hanya mempekerjakan 41 orang.

LIV Golf pun telah digugat oleh sejumlah kreditor dan memiliki utang setidaknya US$12 juta kepada para pemasoknya. Belum lagi, tunggakan sebesar $18,5 juta berupa pajak penghasilan, pajak pemotongan, pajak penjualan, serta pajak dan biaya lainnya kepada 10 negara dan Internal Revenue Service (IRS) AS, serta 29 negara bagian dan Kota New York. Saat ini, LIV Golf juga sedang diaudit oleh otoritas pajak di Singapura dan Korea Selatan.

Pengajuan Kepailitan n Bab 11 oleh LIV memicu proses restrukturisasi, di mana LIV berupaya mencari cara untuk melunasi kewajiban yang masih tertunggak sambil tetap beroperasi. Tour ini berencana untuk berlanjut hingga 2027 dengan bantuan investor baru, BC Partners, sebuah perusahaan ekuitas swasta yang berbasis di London. Permohonan kebangkrutan tersebut, sebagaimana tercantum dalam surat dari CEO Scott O’Neil kepada para penggemar LIV, “dirancang untuk membangun masa depan yang lebih kuat dan berkelanjutan bagi LIV Golf”. 

LIV berencana untuk melakukan restrukturisasi dengan model operasional baru yang lebih efisien. Mereka menyebutnya “LIV 2.0”. Jika model baru ini terwujud, para pemain LIV akan memiliki 52,5% saham tour tersebut, dengan 45% dialokasikan kepada investor baru seperti BC Partners, dan 2,5% sisanya diserahkan kepada pihak manajemen. LIV Golf telah menetapkan target tanggal untuk keluar dari kebangkrutan dan menyelesaikan reorganisasinya pada Januari 2027.

Namun, rencana LIV 2.0 belum tentu bergulir dengan sempurna. Ganjalannya adalah kesediaan para pemain. Mereka masih belum berpikir untuk memutuskan apakah akan tetap bergabung dengan tour tersebut dalam wujud barunya, atau hengkang dan berusaha menuntut pembayaran jutaan dolar yang menjadi hak mereka melalui jalur hukum. 

Utang LIV Golf

Ada utang LIV Golf kepada para pemainnya sebesar US$45,5 juta. Berikut 14 pemain LIV yang memiliki piutang terbesar: 

Saat ini, LIV Golf memiliki 57 pegolf dalam daftar pemainnya. Namun, belum jelas apakah 43 pemain lainnya juga memiliki piutang serta jumlahnya. (YM)

 

Share with

More News

Sports for Wishes Gelar Turnamen Golf Amal Kedua

SJM Macao Open 2026: Wang Wei-hsuan Bayar Lunas Kekalahan Tahun Lalu

SJM Macao Open 2026: Duel Sungjae Im dan Wang Wei-hsuan di Putaran Final Besok

SJM Macao Open 2026: Pasca-Putaran Kedua, Sungjae Im Kokoh di Papan Atas Klasemen

Digital Edition

COVER OKT-NOV 2026_page-0001
Oktober - November 2026

Dua Nama Menorehkan Kisah Bahagia

COVER AUG-SEP 2026
Agustus - September 2026

Lima Dekade Perjalanan Golf Nasional

COVER JUN-JUL 2026
Juni - Juli 2026

Perjamuan Dua Major Tersulit Musim 2026

APR-MEI 2026-OUTLINED DIGITAL-PAGE-1_page-0001
April - Mei 2026

Kisah AK: Terpuruk, Bangkit & Berjaya

slot gacor

bonanza88bet

bonanza88bet