Hari bersejarah tercipta di Kenten Heritage 1937 Golf Course, Palembang, Sabtu (16/08), saat turnamen Tee for Tanah Air Golf Tournament sukses digelar oleh Leonian Golf Palembang. Turnamen ini bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan juga simbol kemajuan, kolaborasi, dan semangat baru dalam memajukan dunia golf di luar Pulau Jawa, khususnya di Sumatera Selatan.
Acara yang digelar dengan nuansa profesional dan berkelas ini menjadi turnamen resmi pertama yang diselenggarakan Leonian Golf Palembang, sekaligus menjadi tonggak sejarah baru dalam perkembangan golf di Kota Palembang, kota tertua di Indonesia yang kini semakin aktif di dunia olahraga prestisius ini.
Sejak awal pendaftaran dibuka, animo masyarakat dan komunitas golf lokal menunjukkan respons luar biasa. Sebanyak 144 pegolf dari berbagai kalangan, sponsor, komunitas golf lokal, hingga tamu undangan, ikut serta dalam turnamen ini.

Ketua Umum Palembang Golf Club (PGC), Syahrial Oesman, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan turnamen ini. Ia menyatakan bahwa turnamen ini telah menjadi model ideal dari penyelenggaraan event golf yang profesional dan berkualitas tinggi.
“Turnamen ini luar biasa. Baru pertama kali diadakan di Palembang oleh Leonian, tapi langsung menunjukkan kualitas kelas atas. Hadiah, piala, perlengkapan, bahkan kaos yang dibagikan pun sangat bermutu,” ungkap Syahrial.
Lebih lanjut, Ia juga menyampaikan harapan agar Tee for Tanah Air Golf Tournament dapat menjadi bagian dari kalender tahunan PGC, sebagai ajang tetap yang terus mendorong pertumbuhan golf di wilayah Palembang dan sekitarnya.
“Dengan sudah terbuktinya turnamen yang diadakan oleh Leonian Golf Palembang, kami dari Palembang Golf Club berharap turnamen ini menjadi kalender rutin Palembang Golf Club setiap tahunnya,” tambah Syahrial.

Tee for Tanah Air Golf Tournament menjadi momen bersejarah karena merupakan kali pertama Leonian Golf menggelar turnamen berskala nasional di luar Pulau Jawa. Hal ini sejalan dengan visi Leonian untuk memperluas jangkauan dan dampak positif golf ke berbagai daerah di Indonesia, tidak hanya terpusat di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya.
“Sebagai perwakilan Leonian Golf Palembang, saya sangat bangga dan senang bisa menyelenggarakan turnamen nasional pertama kami di luar Jawa. Ini adalah bukti bahwa potensi dan semangat komunitas golf di Palembang sangat besar,” ujar Bejox, perwakilan dari Leonian Golf Palembang.
Menariknya, dengan segala keterbatasan waktu, pihak penyelenggara mengakui bahwa persiapan dilakukan dalam waktu yang cukup singkat. Namun, hal ini tidak menyurutkan antusiasme peserta—justru sebaliknya.
“Wah, ini benar-benar di luar ekspektasi kita. Bahkan seminggu sebelum turnamen, seluruh slot sudah penuh, dan masih ada peserta di daftar tunggu. Ini menunjukkan antusiasme luar biasa dari para golfer di Palembang,” tambah Bejox.
Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, turnamen ini juga memberikan pengalaman bermain yang seru dan menantang. Panitia menyiapkan berbagai kategori dan tantangan seperti: Hole in One, Longest Drive, Nearest to the Pin, Bullseye Challenge, dan lain sebagainya.
Turnamen ini semakin semarak dengan hadirnya sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat pemerintah daerah, pengusaha ternama, hingga atlet muda berbakat. Salah satunya adalah Laetitia Isabelle Suhartono atau sering disapa Abel, atlet junior golf Indonesia yang turut meramaikan kompetisi.
“Turnamennya seru banget! Banyak game yang menantang dan meningkatkan adrenalin. Permainan aku hari ini lumayan bagus karena main dari tee merah, tapi masih ada kesulitan membaca green karena rumputnya tidak simetris,” ungkap Abel.

Sesi foto bersama dengan Ketua Umum Palembang Golf Club, Syahrial Oesman, bersama panitia dan peserta. Foto: Iwan Prima/ OB Golf
Turut hadir juga dua influencer golf nasional, Gani Arieldi dan Sigit Trinugroho, yang memberikan pujian dan dukungan terhadap visi besar Leonian dalam menyebarkan semangat golf ke seluruh penjuru Indonesia.
“Turnamen ini sangat mengesankan. Konsepnya keren, suasananya profesional, dan ini harus terus diadakan secara konsisten. Indonesia terlalu besar kalau hanya golf di Jakarta saja. Kita butuh regenerasi dari berbagai kota,” kata Gani.
“Saya harap turnamen seperti ini bisa diperbanyak, khususnya di kota-kota seperti Palembang. Ini akan membantu membina bibit-bibit atlet dan membuka peluang munculnya pemain pro dari daerah. Sayang sekali kalau potensi besar ini tidak dimaksimalkan,” tambah Sigit.
Dengan suksesnya Tee for Tanah Air Golf Tournament, Leonian Golf Palembang telah membuktikan kemampuannya dalam menghadirkan event golf berkualitas yang berdampak luas. Tidak hanya menyuguhkan kompetisi, tapi juga membangun ruang kolaborasi, regenerasi, dan pertumbuhan komunitas golf di luar Jawa. Turnamen ini menjadi lebih dari sekadar pertandingan. Ia menjadi simbol bahwa golf Indonesia bisa tumbuh merata, inklusif, dan penuh semangat dari Sabang hingga Merauke.
(Teks & Foto: Iwan Prima/OB Golf)



