Xander Schauffele telah lama dikenal sebagai salah satu pegolf terbaik tanpa gelar major. Namun, hanya dalam waktu dua bulan, Schauffele mengukir 2 karier terbaik dalam 9 tahun perjalanan profesionalnya.
Xander Schauffele memang tidak diprediksi bakal memenangi Open Championship. Hingga putaran ketiga, pegolf berusia 30 tahun tersebut tidak pernah menduduki posisi puncak leaderboard Open. Ia hanya mengintai peluang dengan tetap berada di Top 10. Namun, di hari terakhir, Schauffele membukukan skor 65 (6-under), yang langsung menyodok ke posisi teratas dan meraih Claret Jug di Open Championship ke-152. Peraih medali emas Olimpiade 2021 tersebut mengungguli Justin Rose dan Billy Horschel dengan 2 pukulan.
Pertengahan Mei lalu, Schauffele masih berjuang untuk menuntaskan 2 tahun dahaga gelar. Perjalanan 9 tahun di arena profesional telah menghasilkan 7 gelar PGA Tour dan 1 medali emas Olimpiade menjadikannya sebagai salah satu pegolf terbaik dunia. Namun, tanpa gelar major, kariernya sebagai pemain terbaik dunia ini belumlah lengkap. Label “Pegolf Terbaik tanpa Major” menempel pada dirinya ketika bertanding di mana pun.

Namun, setelah 19 Mei, semuanya langsung berubah. PGA Championship menjadi pemecah telur dalam karier major Schauffele. Tidak hanya di Valhalla Golf Club, pegolf berdarah Jerman-China Taipei ini merengkuh gelar major lain di Royal Troon Golf Club untuk Open Championship. Ia tiba-tiba menjadi pemenang multiple major.
“Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan untuk memenangkan dua gelar juara dalam satu tahun,” kata Schauffele, seperti dikutip PGA Tour. “Butuh waktu lama bagi saya hanya untuk memenangkan satu (gelar major), dan kini punya dua adalah sesuatu yang lain.”
Untuk pertama kalinya sejak 1982, para pegolf AS, Schauffele (Open Championship, PGA Championship), Scottie Scheffler (Masters) dan Bryson DeChambeau (US Open), mendominasi di seluruh pergelaran major musim ini.
Penulis: YM/ OB Golf



