Peraih tiga medali Olimpiade Lydia Ko sukses menambah gelar LPGA ke-23 dalam kariernya setelah memenangi HSBC Women’s World Championship 2025 yang digelar di Sentosa Golf Club, Minggu (2/3).
Pegolf No.3 Dunia tersebut membukukan tiga under 69 pada putaran final turnamen berhadiah senilai USD 2,4 juta dolar tersebut dengan total 13 under 275, unggul 4 pukulan atas pegolf Thailand Jeeno Thitikul (70) dan pegolf Jepang, Ayaka Furue (68).
Ini merupakan kemenangan pertama Ko di Singapura setelah 11 kali mencoba, sekaligus menambah daftar prestasinya, di antaranya tiga gelar major: Evian Championship (2015), Chevron Championship (2016), dan Women’s British Open (2024).
Memulai putaran final di 10 under dengan keunggulan satu pukulan, Ko tidak pernah benar-benar terancam. Birdie di hole 15 (par-3) membawanya ke 14 under untuk memastikan kemenangannya. Bahkan, bogey di hole 17 par-3 setelah gagal memasukkan putt pendek, tak mampu menghentikannya untuk meraih gelar LPGA ke-23 dalam kariernya.
“Yeah, saya hanya ingin bermain stabil. Saya memulai dengan sangat konsisten. Saya banyak memukul gree dan saya piker itu menjadi kunci penting buat saya. Saya tahun Jeeno dan Charley memukul lebih jauh daripada saya. Jadi, jarak bukan keunggulan saya. Tapi selama saya bisa bermain stabil dan mmberi saya banyak peluang birdie, saya merasa beberapa dari mereka akan jatuh. Mencetak birdie pertama di hole 6 dan mencetak tiga birdie beruntun benar-benar menjadi momentum bagus menuju Sembilan hole kedua,” kata Ko.

Jeeno Thitikul asal Thailand dan Ayaka Furue asal Jepang ties di posisi kedua usai sama-sama finis di 9 under. Di putaran final ini, Thitikul mencatatkan skor 70 sementara Furue 68.
Thitikul sempat mendekat dengan birdie di hole 1 dan 4, tapi Ko langsung menjauh lagi setelah mencetak tiga birdie beruntun mulai hole 6, yang membawanya ke 13 under dan mengakhiri harapan pesaingnya.
“Saya merasa frustasi dengan permainan saya di dua putaran pertama, jadi sejujurnya hasil ini melampaui harapan saya,” ujar pegolf Thailand berusia 22 tahun tersebut.
Sementara Ayaka merasa senang dengan upayanya finis di sepuluh besar untuk pertama kalinya musim ini.
“Saya merasa sangat senang dengan hasil ini karena saya tidak bermain bagus sepanjang tahun hingga di turnamen ini,” kata pegolf berusia 24 tahun tersebut.
Sementara itu, Charley Hull yang memulai hari di posisi kedua, gagal menjaga momentumnya. Beberapa putt yang meleset di sembilan hole pertama, ditambah bogey beruntun di hole 11 dan 12, membuatnya kehilangan peluang juara. Pegolf Inggris itu akhirnya finis ties di posisi ke-4 dengan skor 7 under setelah mencetak 74 di putaran terakhir.



