Ketika Greg Norman mengajak Anthony Kim untuk bergabung ke LIV Golf, banyak yang menilai keputusannya itu blunder. Norman melihat potensi tersembunyi pada diri AK.
Raut bahagia terpancar dari wajah Greg Norman ketika Anthony Kim (AK) memastikan kemenangan profesional pertamanya setelah 2011. Kepercayaan mantan bos LIV Golf tersebut seakan terbayarkan di tengah ketidakpercayaan berbagai pihak atas keputusannya mengontrak AK pada 2024.
Dua tahun lalu Norman yang waktu itu merupakan CEO LIV Golf mengontak dan menemui AK langsung. Legenda golf Australia tersebut mengajak peraih 3 gelar PGA Tour itu untuk bermain di LIV Golf League. Ajakan tersebut tidak serta merta diterima AK. Ada keraguan pada diri AK atas tawaran menarik tersebut.
Namun, Norman keukeuh ingin membawanya ke LIV Golf.
“Sejak pertama kali kami bertemu, saat kami mulai berbincang, aku melihatnya di matanya,” kata Norman, seperti dikutip Golf.com.

“Aku selalu tahu bahwa jika kita bisa menerangi jalan keyakinannya, jika ada kepercayaan dan keyakinan, bakat alami, semangat, dan hasrat yang diberikan Tuhan padanya akan bangkit kembali. Dia memiliki begitu banyak bakat, tetapi bakat itu tertutupi oleh keputusan dan arahan yang salah. Dia merasa tersesat dan dia mengakuinya. Dia menerima kenyataan itu. Dia ingin berubah. Dia tahu bahwa golf bisa memberinya kesempatan yang dia butuhkan untuk melakukan perubahan itu.”
AK hanya perlu 2 tahun untuk menemukan jalur kemenangan yang telah lama hilang. Ia tidak hanya berhasil bersaing dengan para pegolf top dunia, tetapi ia pun mampu mengatasi perang dalam dirinya, yang membuat jatuh dalam keterpurukan. Norman telah membuatnya lebih percaya diri pada dirinya sendiri.
“Greg dan saya sempat berbincang. Dia bertanya apakah saya yakin bisa melakukannya, seberapa besar komitmen saya. Jelas permainan saya saat itu sangat buruk, tapi saya tetap punya keyakinan diri bahwa saya bisa mencapai puncak, bahwa saya bisa memenangkan turnamen golf, dan dia berkata, ‘Aku juga percaya padamu.’,” kata AK. “Jadi, saya sangat menghargai kesempatan yang saya dapatkan di LIV ini, dan saya akan terus berusaha menjadi lebih baik.”
Usai menang di LIV Golf Adelaide, Norman langsung memberikan ucapan selamat kepada AK. Kemenangan bersejarah karena AK menghadapi 2 pegolf terbaik dunia: Bryson DeChambeau dan Jon Rahm.

“Aku sangat, sangat bangga padamu. Kamu telah berjuang dalam pertarungan yang hanya sedikit orang yang bisa memahaminya,” tulis Norman di akun X-nya.
“Kamu percaya pada dirimu sendiri (dan) berkomitmen pada dirimu sendiri karena kamu tahu di lubuk hatimu bahwa kamu akan kembali ke tempatmu seharusnya—di lingkaran para pemenang. Cinta dan dukungan luar biasa dari Emily dan Bella menginspirasimu dan mendorongmu kembali ke puncak.
“Aku sangat senang kamu melakukannya di tanah airku. Kini hidupmu telah kembali ke tempat yang seharusnya!! Selamat, temanku.”
Selain Norman, Emily dan Bella pun menjadi faktor penentu dalam kebangkitan AK. Emosinya makin terjaga dengan kehadiran dua cahaya hidup. Ketika banyak orang terdekatnya menjauh, Emily dan Bella justru menjadi “guardian” AK dalam menjalani masa-masa recovery mentalnya.
Pencapaian AK di tangga juara dari sosok zero disebut Norman sebagai salah satu golf’s greatest comeback. Pengalamannya itu pantas disejajarkan dengan keberhasilan Tiger Woods yang menjuarai Masters 2019 setelah trauma personal dan berbagai cedera yang melandanya serta sukses Ben Hogan usai recovery dari trauma kecelakaan fatal mobil, yang menyebabkan patah tulang panggul, patah tulang rusuk, serta cedera pada mata kiri dan organ dalam tubuh Hogan.



