Hingga November ini, Scottie Scheffler masih menduduki singgasana No. 1 Dunia. Pegolf Amerika Serikat yang kini berusia 29 tahun ini mulai menyandang status No. 1 tersebut sejak 27 Maret 2022. Namun, Scheffler sebenarnya mulai menjadi buah bibir di PGA Tour ketika berhasil menaklukkan pegolf No. 1 Dunia saat itu, Jon Rahm, dalam duel di partai single Ryder Cup 2020. Julukan “pembunuh raksasa” itu pun sempat melekat pada sosok pegolf yang memulai karier profesionalnya dari bawah.
Berikut perjalanan karier alumnus University of Texas:
Bagaimana kisah Scheffler ketika berstatus amatir?
Scheffler mengenal golf sejak masih usia belia ketika masih di New Jersey—kota kelahirannya. Di usia 7 tahun, Scheffler pindah ke Texas. Ia beserta tiga saudara kandungnya bermain golf di Highland Park. Sepanjang tahun, kehidupan Scheffler bersaudara dihabiskan di jalan—dari satu turnamen junior ke turnamen junior lain yang kebanyakan merupakan event Scheffler.
Apa olahraga yang dijalani Scheffler ketika SMA?
Scheffler menekuni banyak olahraga, dari lacrosse, basket, baseball, football (sepakbola AS), hingga golf. Namun, akhirnya ia hanya fokus pada basket dan golf. “Sepanjang hidup saya, saya tahu betapa saya mencintai golf. Itu adalah satu-satunya olahraga yang selalu ingin saya mainkan, terlepas dari musimnya,” jelas Scheffler seperti dikutip Golf Digest.
Apa saja prestasi Scheffler di amatir?
Scheffler pernah menjuarai US Junior Amateur pada 2013, dan juga memenangi gelar juara individu di kejuaraan antar-SMA tingkat negara bagian tiga tahun berturut-turut. Ketika kuliah University of Texas (2014-2018), Scheffler yang mengalami cedera punggung bisa membantu tim golf kampusnya dalam menjuarai tiga turnamen (dan menyabet dua gelar individual) Big 12 Conference Championship. Scheffler menerima penghargaan Phil Mickelson Freshman of the Year pada 2015. Ia pun menjadi anggota tim Ryder Cup Junior ketika menang di 2012 dan Walker Cup saat menang pada 2017.
Meski berbakat di golf, Scheffler tetap ingin menyelesaikan studi di University of Texas.
Baginya, lulus sebagai sarjana merupakan hal yang penting. Scheffler mengenal beberapa teman juniornya yang sukses menjadi pro lebih awal. Ia berpikir bahwa ia bisa melakukan hal yang sama. Namun, Scheffler tidak mau. “Saya terlalu menikmati college golf, sehingga tidak terpikir untuk meninggalkannya,” katanya.
Ketika berstatus amatir, apa keberhasilan Scheffler di turnamen profesional?
Scheffler lolos ke U.S Open pada 2016 dan 2017. Di penampilan keduanya, Scheffler lolos cut di turnamen major yang diselenggarakan USGA itu. Ia menjadi satu dari dua pegolf amatir (bersama Cameron Champ) yang berhasil melanjutkan permainan ke dua putaran terakhir. Scheffler meraih gelar low amateur dengan total skor 1 under-par, unggul satu pukulan dari Cameron.
Pada Juni 2018, Scheffler melepaskan status amatir dan beralih ke profesional. Bagaimana awal perjalanan karier profesionalnya?
Scheffler memutuskan untuk menjadi pemain profesional setelah lulus kuliah. Ia beruntung bisa main di beberapa turnamen PGA Tour. Setelah main sporadis di beberapa event profesional kecil, ia mencoba mengikuti Q school untuk Korn Ferry Tour di akhir musim 2018. Ia berhasil masuk final stage dan mengamankan kartu tournya. Di Tour kasta kedua PGA Tour ini, Scheffler bisa meraih dua gelar juara dan memimpin daftar statistik untuk birdie dan scoring average. Akhir musim 2019, Scheffler mendapatkan kartu PGA Tour dan juga meraih Korn Ferry Tour Player of the Year.

Musim pertama Scheffler di PGA Tour….
Performa Scheffler tidaklah mengecewakan. Sempat masuk radar Rookie of the Year, Scheffler akhirnya menyelesaikan musim 2020 dengan 18 kali lolos cut (7 di antaranya berada di Top 10) dari 23 turnamen yang diikutinya di musim itu. Sayang, ia belum menyabet satu gelar juara pun.
Scheffler menjadi pilihan Kapten Steve Stricker untuk masuk tim Ryder Cup 2020. Pemilihan ini mengundang kontroversi. Mengapa demikian?
Scheffler belum pernah menang di PGA Tour dan main di turnamen beregu sebagai pemain profesional. Namun, itu tidak mengubah pilihan Steve terhadap Scheffler. Ia lebih memilih Scheffler dibanding Patrick Reed, yang merupakan pahlawan kemenangan AS di Ryder Cup 2016. Namun, Patrick dianggap dapat berpotensi untuk merusak harmonisasi tim.

Debut Scheffler di Ryder Cup 2021….
Scheffler menjawab kepercayaan Steve dengan penampilan apiknya. Ia berhasil membuat rekor 2-1-0 (menang-draw-kalah). Penampilannya di partai single mengundang kekaguman ketika Scheffler berhasil menjungkalkan pegolf No. 1 Jon Rahm dengan skor 4&3. Kemenangan Scheffler menghentikan dominasi Jon 3-1-0 di dua hari pertama Ryder Cup. Atas hasil itu, Scheffler mendapat julukan “the giant slayer” (pembunuh raksasa).
Karier profesionalnya di PGA Tour mulai merangkak naik sejak menorehkan gelar pertama di WM Phoenix Open pada 13 Februari 2022 hingga kemudian menjadi No. 1 Dunia di akhir Maret. Apa faktor penting yang mendongkrak performanya hingga bisa membuahkan hasil?
Scheffler berhasil meraih 3 gelar perdana dalam 2 bulan berturut-turut ketika menduduki takhta No. 1 Dunia. Ia mengakui kepercayaan dirinya ini meningkat setelah bermain di Ryder Cup 2020 pada September 2021.
“(Berada di tim) itu sedikit mengangkat (kepercayaan diri) saya. Ini sesuatu yang saya tidak lihat terjadi pada awal karier saya. Tetapi, saya sangat bersyukur bisa berada di tim itu dan itu benar-benar cool,” kata Scheffler, seperti dikutip Channelnewsasia.
(Penulis: Yulius Martinus/ OB Golf)



