Putaran ketiga BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024 yang berlangsung hari ini tetap memberikan harapan bagi tuan rumah. Namun, kali ini Jonathan yang lain menembus 10 besar turnamen Asian Development Tour di Damai Indah Golf BSD Course. Pegolf yang memiliki nama lengkap Jonathan Xavier Hartono ini mampu tampil mengejutkan ketika menyelesaikan moving day dengan torehan 68 (4-under). Hasil tersebut langsung mendongkraknya ke T-10 dengan skor total 207 (9-under), dan berpeluang besar untuk menjadi amatir terbaik setelah pesaingnya, William Justin Wijaya, tertinggal 8 pukulan dari Jojo.

”Sebenarnya, hari ini pukulan saya sudah bagus di sembilan hole pertama, Cuma karena pin berada di bagian-bagian yang agak di pojok green, jadi banyak kena bogey. Untungnya, ada beberapa bola yang bagus, yang bisa saya manfaatkan menjadi birdie,” jelas pegolf yang akrab disapa Jojo ini.
”Saya ingin meninggalkan kesan bahwa pegolf amatir di Indonesia bisa bermain dengan baik pada turnamen selevel Asian Development Tour ini,” tekad Jojo yang saat ini berstatus sebagai mahasiswa Harvard University.

Sementara itu, Jonathan Wijono yang sebelumnya bertengger di posisi T-8 melorot ke peringkat T-20. Bermain dari hole 1, pemain yang biasa dipanggil Jowi ini membukukan skor yang kurang memuaskan dengan 71 (1-over). Meski demikian, Jowi masih memiliki satu kesempatan lagi Sabtu (24/8) besok untuk menorehkan hasil yang terbaik dan meraih trofi pegolf profesional terbaik Indonesia.
Tidak seperti dua putaran sebelumnya, di moving day, Jowi gagal menorehkan birdie selama 17 hole untuk pertama kalinya. Ia justru membuat mendapatkan bogey di hole 11 dan 16.
”Sebenarnya, secara keseluruhan pukulan saya oke. Pukulan approach saya hari ini lagi tajam dan itu yang membuat saya merasa senang hari ini. Cuma setelah ini saya akan latihan putting lagi karena tadi banyak putt yang meleset di atas green,” tutur Jowi.
Beruntung, Jowi masih bisa memperkecil skor 2-over-nya. Ia membukukan birdie di hole 18. ”Pukulan pertama saya di sana benar-benar solid, sisanya kurang lebih 185 meter ke pin. Cuma karena posisi pin lumayan sulit, saya tidak mau agresif di sana. Jadi, saya membidik ke tengah green dan melakukan dua putt,” jelasnya. ”Menurut saya birdie itu memberi momentum untuk putaran final. Jadi, saya akan berusaha tetap fokus pada rencana permainan, mungkin bermain sedikit agresif dan kita lihat bagaimana hasilnya nanti.”

Meski Unggul, Posisi Leader Vanchai Luangnitikul belum Aman
Pegolf Thailand Vanchai Luangnitikul mampu mempertahankan permainannya sehingga bisa bertahan di puncak leaderboard usai putaran ketiga BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024. Mencetak skor 66 (6-under), pegolf berusia 23 tahun ini mampu bertahan di posisi atas klasemen dengan skor total 17-under 199.
”Permainan saya tidak cukup bagus di sembilan hole pertama. Beruntung saya bisa membuat eagle dan beberapa birdie di sembilan hole terakhir,” ujar Vanchai, yang membukukan 5 birdie dan 1 eagle yang dipotong 1 bogey. ”Permainan masih panjang dan masih ada 18 hole tersisa, jadi saya harus tetap fokus pada permainan saya seperti dalam tiga hari terakhir.”

Pesaing terdekatnya, Matthew Cheung, dari Hong Kong, masih membayangi Vanchai. Meski kini hanya tergusur ke posisi kedua, peraih medali perunggu Asian Games 2022 tersebut masih memberikan ancaman karena hanya tertinggal 1 pukulan.
Mengawali putaran ketiga sebagai salah satu pemuncak klasemen bersama Vanchai, Matthew tetap menunjukkan permainan solid. Ia menjadi salah satu dari hanya dua pegolf yang bermain tanpa bogey. Mengukir 5 birdie, Matthew masih berpeluang untuk mengukir gelar pertamanya di ADT.

Dua pegolf lainnya Liu Yung-hua (TPE) dan Ekpharit Wu (THA) sama-sama mengumpulkan skor total 15-under. Keduanya berbagi tempat di posisi T-3. Tidak hanya mereka, juara bertahan Yuvraj Singh Sandhu asal India tiba-tiba meramaikan persaingan setelah menorehkan skor 7-under 65, yang membuatnya berada di T-5 dengan rekan senegaranya Khalin Joshi.
”Saya agak lambat panas ketika memulai permainan hari ini karena cemas bermain di atas permukaan green. Lapangan ini menuntut kesabaran di sembilan hole pertama, tapi beruntung putter saya menjadi makin tajam di sembilan hole berikutnya. Rasanya ini salah satu permainan puter tertajam yang pernah saya dapatkan di lapangan ini,” ujar Sandhu.
”Saya tidak berpikir untuk membuat birdie atau eagle, cuma berusaha semaksimal mungkin menciptakan skor-skor tersebut. Saya punya dua peluang eagle di sembilan hole terakhir, beruntung saya melesakkan kesempatan terakhir, jadi saya kira kesabaran saya hari ini terpuaskan.”
Ketatnya persaingan menuju juara BNI Ciputra Golfpreneur Tournament 2024 membuat putaran penentuan Sabtu besok ini akan berlangsung menarik. Siapakah yang akan meraih cek pemenang sebesar US$24.500 dari hadiah total sebesar US$140.000?



