Tim Eropa mengukuhkan posisinya di Ryder Cup setelah berhasil menyelesaikan hari kedua dengan keunggulan 7 poin. Bertanding di bawah tekanan penonton rumah yang cenderung melewati batas, tim tamu yang dimotori Rory McIlroy dan Justin Rose ini mampu mengatasi perlawanan AS dengan menyabet 6 poin dari 8 partai yang dipertandingkan pada hari kedua Ryder Cup. Eropa makin menjauhi AS dengan skor 11½-4½.
Pertarungan di hari kedua terasa lebih berat bagi tim tamu. Tuan rumah AS tampil ngotot agar bisa meraih poin lebih banyak untuk bisa menyamai ataupun bahkan melampaui perolehan poin Eropa yang memasuki hari kedua unggul dengan 5½-1½. Namun, Eropa pun menghadapi atmosfer yang tidak bersahabat dari penonton tuan rumah.

Meski demikian, Eropa berhasil meraih 3 poin dari nomor foursome yang dimainkan pada Sabtu pagi waktu setempat. Melalui duet McIlroy/Tommy Fleetwood, Jon Rahm/Tyrrell Hatton, dan Robert MacIntyre/Viktor Hovland, Eropa mendulang poin tambahan untuk menjauhi AS. Tuan rumah mampu mencuri 1 poin melalui pasangan Bryson DeChambeau/Cameron Young yang berhasil menggulingkan Matt Fitzpatrick/Ludvig Aberg dengan skor telak 6&4.
“Itu besar,” kata Hovland, yang menyumbang poin terakhir di partai foursome Sabtu.
Sabtu siang, Ryder Cup 2025 kembali mempertandingkan nomor four-ball. Tekanan penonton makin menjadi-jadi, bahkan hingga melupakan etiket sebagai penonton golf umumnya. Sikap tidak terpuji ini bahkan mengundang emosi beberapa pemain, termasuk Shane Lowry, yang meminta petugas keamanan agar me-remove beberapa penonton di-remove yang sudah sangat mengganggu pemain. Belum lagi, clash antar-pemain dan kedi antara Rose dan DeChambeau yang menambah panas tensi permainan.

Beruntung, Eropa masih mampu mengatasi tekanan tersebut bahkan bisa mendulang kembali 3 poin melalui McIlroy/Lowry, Fleetwood/Rose, dan Hatton/Fitzpatrick. Kegagalan Eropa justru terjadi pada Jon Rahm/Sepp Straka yang justru harus mengakui keunggulan J.J. Spaun/Xander Schauffele yang berhasil mencuri kemenangan di hole 17 dan bertahan dengan skor 1 up.
Dengan selisih keunggulan 7 poin, Eropa berangkat ke nomor single Minggu malam ini dengan peluang yang sangat besar untuk mempertahankan trofi. Selisih keunggulan ini merupakan yang terbesar sepanjang sejarah Ryder Cup.

Eropa hanya membutuhkan 3 kemenangan dari 12 partai yang dipertandingkan. Ini akan menjadi trofi kemenangan kelima Eropa di benua merah AS sejak Ryder Cup memilih tim Eropa sebagai lawan pada 1979.
Sebaliknya, meski memiliki kesempatan, AS justru harus menyabet sedikitnya 11 kemenangan dari 12 partai tersebut. Kemenangan Eropa dalam 4 nomor pertama di kendang lawan pun merupakan yang pertama dalam sejarah Ryder Cup sejak 1979. Tugas berat untuk membalikkan keadaan, meski itu bisa saja terjadi.



