Rumput pun Bisa Stres

Oleh Qamal Mutaqin, Agronomis Rumput

Stres tidak hanya para pegolf akibat keadaan yang terjadi di luar maupun di dalam lapangan, tetapi juga bisa menyerang makhluk hidup lainnya. Salah satunya adalah rumput.

Pertumbuhan rumput tidaklah selalu mulus. Sebagai makhluk hidup, rumput pun bisa mengalami stres. Ini terjadi karena keadaan lingkungannya. 

Ada beberapa kelompok lingkungan yang memengaruhi pertumbuhan rumput, yaitu; lingkungan atmosferik berkaitan dengan kondisi iklim; lingkungan edafik berkaitan dengan tanah; dan lingkungan biotik merujuk pada makhluk hidup (flora/fauna) yang berinteraksi dalam ekosistem rumput tersebut. Keadaan abnormal pada salah satunya saja akan menyebabkan rumput menjadi stres.

Cuaca di Indonesia terutama di akhir 2025 kemarin dan berlanjut di awal 2026 mengalami perubahan signifikan dengan banyaknya hari hujan dan naungan awan. Kondisi tersebut memengaruhi suhu, kelembaban, udara, dan terutama cahaya matahari yang merupakan faktor penentu lingkungan atmosferik. Karenanya, semua rumput lapangan di Indonesia sebenarnya sedang mengalami stres.

Dua rumput yang stres. Dokumentasi: KaErPe

Rumput membutuhkan cahaya matahari untuk membantu proses fotosintesis. Energi cahaya akan diubah menjadi energi kimia sebagai sumber tenaga untuk kelangsungan hidupnya. Ketergantungan terhadap energi matahari tersebut sangat utama untuk rumput, sehingga rumput mudah mengalami stres jika asupan matahari berkurang.

Musim penghujan juga mendatangkan berbagai stres yang diakibatkan oleh cendawan, nematoda, bakteri, dan virus. Salah satu stres yang menonjol saat musim hujan adalah munculnya algae yang berkompetisi dengan hamparan rumput memperebutkan wilayah pertumbuhan dan sumber nutrisi.

Berbagai penyakit pada rumput dapat dikendalikan dengan fungisida. Sedangkan algae bukanlah tergolong penyakit dan tidak bisa dikendalikan dengan fungisida. Fungisida hanya bisa membantu menghambat pertumbuhan algae tapi tidak bisa memusnahkan. 

Perawatan rumput secara berkala sangat diperlukan. Dokumentasi: KaErPe

Cara efektif mengatasi algae adalah dengan mengendalikan kondisi lingkungan pertumbuhannya, diantaranya adalah meningkatkan daya serap drainase, mengurangi penyiraman, mengurangi naungan yang menghambat paparan sinar matahari, menaikkan ketinggian potongan rumput, dan aplikasi pupuk yang tepat.

Jika tidak ditangani, selain membuat rumput menderita, algae juga dapat mengganggu permainan golf sehingga pemain tidak nyaman dan permainan jadi tidak fair.

 

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa