Taman Nasional Bromo Tengger Semeru memang bisa dijangkau dari beberapa kota yang mengapitnya. Probolinggo pun menjadi tempat persinggahan bagi para petualang yang ingin berkunjung ke Gunung Bromo.
Ada empat kota yang menjadi jalur masuk ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yaitu Malang, Probolinggo, Lumajang, dan Pasuruan. Dibanding 3 kota lainnya, selama ini Malang memang lebih populer sebagai destinasi para wisatawan yang ingin bertandang ke Bromo. Meski demikian, Probolinggo sebagai salah satu jalur alternatif menuju Gunung Bromo pun menawarkan destinasi yang menarik bagi para wisatawan sebelum berpetualang ke Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Dibanding kota-kota lainnya, akses ke Gunung Bromo lebih mudah jika dilakukan melalui Probolinggo. Berada di utara Jawa Timur, Probolinggo terletak di jalur yang strategis dalam kawasan tapal kuda, yang menjadi jalur utama pantai utara yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau Bali.
Sebelum menelusuri Gunung Bromo yang menjadi tujuan utama, wisatawan menikmati satu-dua hari tinggal di kota untuk mengeksplorasi potensi wisata Probolinggo. Ada sebuah kawasan bernama BeeJay Bakau Resort, yang dulunya sebuah hutan bakau kemudian menjadi destinasi ekowisata bakau di Kota Probolinggo. Lalu, beberapa pantai yang kebetukan berada di wilayah Kabupaten Probolinggo bisa dijelajahi, yaitu Pantai Bentar, Pantai Duta, dan Pantai Bahak Indah, yang masing-masing memiliki kekhasan tersendiri. Ada pula pantai di Pulau Gili Ketapang yang menjadi perhatian para wisatawan yang disinggah di “Kota Anggur” ini.
TEMPAT FAVORIT
Pantai Bentar
Berada di timur kota Probolinggo, Pantai Bentar juga memiliki spot foto menarik yakni jembatan panjang yang terbentang di pinggir pantai sepanjang 50 meter.

Pulau Gili Ketapang
Pulau Gili Ketapang adalah sebuah pulau kecil yang berada di antara pulau Jawa dan Madura. Hanya berjarak 8 km dari Pelabuhan Tanjung Tembaga, pulau ini bisa dijangkau dengan menggunakan kapal motor kecil. Ombak di sekitar pulau cukup tenang. Hamparan pasir putih yang membentang luas dan warna air laut yang tampak biru menjadi daya tarik wisata Pulau Gili Ketapang.

Puncak Seruni Point
Plaza Puncak Seruni Point (The Great Wall Seruni) yang berada di Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati panorama Bromo, lautan pasir, sunset serta sunrise yang indah di kawasan Gunung Bromo. Berada di ketinggian 2.400 di atas permukaan laut, Seruni Point yang dibuka 2019 merupakan destinasi wisata baru di kawasan Bromo.

Air Terjun Madakaripura
Air Terjun Madakaripura terletak dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Memiliki ketinggian 200 meter, air terjun ini termasuk salah satu air terjun tertinggi di Pulau Jawa. Kondisi air dan alam di sekitar air terjun masih asri dan bersih.

Gunung Bromo
berapi aktif di Jawa Timur yang diapti empat kabupaten, Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Lumajang. Berada di ketinggian 2.392 Mdpl, Gunung Bromo merupakan bagian dari Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang memiliki hamparan padang pasir seluas lebih 10 kilometer persegi. Gunung ini memiliki kawah dengan garis tengah sekitar 800 meter. Matahari terbit menjadi wisata yang paling ditunggu-tunggu di Puncak Tanjakan. Ada juga Bukit Tetubbies yang berupa padang rumput sabana. Bukit tersebut menyajikan pemandangan yang menakjubkan dengan hamparan rumput hijau saat siang hari. Banyak aktivitas yang bisa dilakukan di Gunung Bromo ini: jalan kaki, atau menyewa mobil Jeep atau Kuda dari Cemoro. Ada juga wisata religi dengan mengunjungi Pura Kidal, Pura Luhur Poten, Pura Agung Mandara Giri Semeru, dan Pura Jago untuk menyaksikan keindahan bangunan religi ini.

MAKANAN LOKAL
Soto Kraksaan
Soto kraksaan sebenarnya adalah soto ayam dengan kuah santan yang tidak terlalu kental. Soto Kraksaan biasa disajikan dengan serbuk kelapa yang disangrai, irisan kentang kukus, dan kerupuk udang. Daging yang digunakan untuk soto ini adalah ayam jantan.

Nasi Glepungan
Nasi glepungan khas Probolinggo merupakan campuran nasi putih dan nasi jagung yang ditumbuk kasar, dicampur dengan beragam lauk pauk seperti tahu penyet, ikan asin, tempe penyet, lalapan dan sambal. Kenikmatan nasi terasa lengkap dengan rasa tempe dan tahu penyet, serta tentunya juga sambal yang pedas.




