Tuan rumah Sumut menorehkan prestasi terbaik dalam perolehan medali cabang olahraga golf PON XXI 2024. Ambisi tim DKI Jakarta untuk memborong 7 emas terhadang faktor non-teknis.
Cabang olahraga golf dalam PON XXI akan menjadi kenangan terindah bagi tuan rumah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), yang menjadi salah satu tuan rumah dalam penyelenggaraan PON 2024 yang berlangsung di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara. Berlangsung di Sumut, tepatnya di Royal Sumatera Golf Course, pada 12-18 September 2024, tuan rumah yang menurunkan personel full team-nya, yaitu Rayhan Abdul Latief, Mikail Jaydra M.D., Asa Nadjib Bhakti, dan Christianto A. Sinuhaji untuk putra serta Viera Permata Rosada, Monica Amorita A., dan Savana Nazwa P.W. untuk putri, berhasil membukukan prestasi terbaik bagi tim Sumut.
Mengakhiri cabor golf pada 18 September yang mempertandingkan nomor foursome campuran, tim Sumut yang diperkuat duet Rayhan/Viera berhasil meraih medali emas terakhir dari 7 emas yang disediakan dalam 7 nomor yang dipertandingkan. Atas hasil ini, Sumut berhasil mengoleksi 2 emas (individual putri dan foursome campuran), 3 perak (beregu putra-putri dan foursome putri), dan 2 perunggu (individual dan foursome putra).
“Meski target tidak pernah dibicarakan sebelumnya, saya pribadi menargetkan 4 emas karena melihat banyaknya potensi pada atlet-atlet kita (Sumut). Untuk target emas, saya membidik nomor perorangan dan tim putra, perorangan putri, foursome putra, dan mix foursome. Namun, yang tidak disangka adalah tim putri berhasil mendapatkan perak,” kata Benita Kasiadi, profesional Indonesia yang tidak sampai 1 bulan menjelang PON menjadi kepala pelatih tim Sumut.

Mepetnya masa penanganan tim membuat Benita berpikir keras. Karena itu, pegolf yang pernah menyumbangkan emas di nomor individual dan beregu putra dalam PON 2008 untuk Kalimantan Timur ini memfokuskan pada beberapa hal saja: teknis swing 20%, variasi shot around the green 40%, serta management course dan mindset bermain 40%. Fokus tersebut didasari pada venue Royal Sumatera. “Di lapangan di Royale Sumatera, kita harus menguasai pukulan di around the green dan putting,” jelas Benita.
Keberhasilan Sumut dalam merajai perolehan medali di cabor golf ini menorehkan prestasi baru dalam sejarah olahraga provinsi tersebut. Sebelum ini, prestasi terbaik Sumut adalah 1 medali perak yang diukir Kurnia Herisiandy di PON 2012 Riau.


Sementara itu, salah satu tim favorit dalam cabor golf, yaitu DKI Jakarta, gagal mewujudkan ambisi sapu bersih medali emas. Setelah sempat gemilang dengan menyabet emas di 3 nomor golf dari 4 nomor yang dipertandingkan lebih dahulu, yaitu individual putra dan beregu putra-putri, serta meraih 1 perak di individual putri. Namun, dalam 3 nomor berikutnya, tim dari Ibu Kota ini gagal menyabet satu medali pun.
“Target meleset karena banyak faktor eksternal. Salah satunya beberapa atlet keracunan makanan sehingga fisik dan performa mereka menurun. Kentaro, salah satu atlet putra DKI, bahkan mengalami dehidrasi parah sehingga sempat kehilangan kesadaran di hole terakhir,” jelas Aqil Widyantoro, pelatih tim DKI Jakarta.
“Namun, terlepas dari itu, tim Sumut, Kaltim, Jateng dan Jabar memiliki tim putra yang kuat, sedangkan Jateng, Jabar dan Banten juga memiliki tim putri yang kuat. Kalau saya sebagai pelatih, bisa meraih 5 emas adalah pencapaian yang luar biasa. Karena itu, bisa mendapatkan 3 emas bukan pencapaian yang buruk,” tambah Aqil.


DKI sebenarnya berpeluang meraih medali dalam foursome putri. Sayang, duet Kristina Natalia Yoko/Sania Talitha W. membuang peluang tersebut di hole akhir dengan double par (8). Akibatnya, keduanya harus puas di posisi keempat dengan total 8-over. Sementara pemenangnya dari Bali mengumpulkan skor total 6-over. Ya, itulah golf.
Menariknya, PON XXI 2024 menempatkan 6 provinsi dalam perolehan medali. Hal ini mengalami pergeseran pada jumlah tim yang pada 2016 hanya dikuasai 3 provinsi. Tim langganan medali, Jawa Timur, kali ini bahkan harus keluar dalam perolehan medali PON 2024.
Penulis: YM/ OB Golf – Photography: Dede Indra Susanto



