PGA Tour “Semena-mena”, DOJ Turun Tangan

Department of Justice (DOJ) dikabarkan membuka penyelidikan atas dugaan perlakuan sewenang-wenang PGA Tour terhadap para anggotanya dan juga kemungkinan adanya perilaku anti-kompetitif dari badan Tour tersebut terkait perselisihan dengan LIV Golf.

Sirkuit baru dari LIV Golf ini membuat berang pihak PGA Tour. Badan Tour di AS ini pun melakukan beberapa Tindakan terhadap para anggotanya yang membelot ke LIV Invitational Series, seperti skorsing hingga pencabutan status member. PGA Tour pun coba melakukan upaya agar LIV Invitation Series tidak dapat mendapatkan poin untuk Official World Golf Ranking (OWGR).

Tindakan PGA Tour ini rupanya menarik perhatian Department of Justice. Kementerian Kehakiman AS ini telah mengontak beberapa agen pemain untuk menggali kemungkinan penyimpangan perilaku PGA Tour soal OWGR, peringatan pada pemain yang mempertimbangkan untuk bergabung dengan LIV Golf, hingga skorsing pada pemain yang membelot.

“Mereka telah meluncurkan penyelidikan ke PGA Tour dan ingin tahu apakah [klien saya] bersedia untuk berpartisipasi dalam wawancara rahasia dan sukarela,” kata agen yang identitasnya sengaja tidak disebutkan, yang pemainnya . “Mereka ingin bertanya tentang interaksinya dengan PGA Tour selama evolusi LIV Golf.”

“Mereka fokus pada hal ini. Saya berharap mereka menggali sedalam yang mereka bisa karena mereka tertarik dengan itu. Saya tahu banget,” tambah agen yang kliennya ini sudah menyeberang ke LIV Golf.

Photography : Getty Images | LIV Golf

Komisioner PGA Tour Jay Monahan telah menskor lebih dari pemain yang berkompetisi di dua event LIV Golf di London, Inggris, dan Portland, Oregon. Mereka yang diskors di antaranya adalah mantan-mantan juara major,  Brooks Koepka, Dustin Johnson, Bryson DeChambeau, Sergio Garcia, dan Phil Mickelson. Beberapa dari mereka ditarik ke LIV Golf dengan menandatangani bonus lebih dari US$100 juta dan hadiah sebesar US$25 juta per event. Beberapa pemain, termasuk Patrick Reed dan Garcia, telah mengundurkan diri dari PGA Tour.

Salah satu masalah yang sedang diperiksa dengan cermat oleh DOJ, menurut agen lain, adalah apakah Tur PGA, Tur Dunia DP, dan badan pengatur major berkonspirasi agar tidak memberikan poin OWGR  kepada para pemain LIV. Sebanyak 48 pemain yang berlaga di dua event pertama LIV tidak mendapatkan poin ranking dunia.

Sebelumnya, ada kasus di Scottish Open. Tiga pegolf, termasuk member lama PGA Tour member Ian Poulter, dilarang bertanding dalam turnamen yang di-co-sanctioned PGA Tour dan DP World Tour. Namun, larangan tersebut dicabut oleh pengadilan Inggris, sehingga Poulter bisa bertanding.

Juru bicara PGA Tour mengonfirmasi soal penyelidikan DOJ ini ke ESPN. “Ini hal yang tidak terduga,” demikian pernyataan PGA Tour. “Kami telah melalui ini pada 1994 dan kami PD hasilnya akan sama.”

Keterlibatan DOJ ini seperti sudah diprediksi CEO LIV Golf Greg Norman. Mantan juara major 2 kali ini pernah mengatakan bahwa pegolf profesional adalah kontraktor independen dan harus diizinkan bermain di mana pun mereka mau.

“Seperti yang telah diberitakan secara luas, Anda telah mengancam para pemain di PGA Tour, yang semuanya adalah kontraktor independen, dengan larangan seumur hidup jika mereka memutuskan untuk bermain golf di liga yang disponsori oleh siapa pun di luar Tour,” protes Norman dalam suratnya kepada Monahan pada Februari lalu. “Tetapi ketika Anda mencoba mengintimidasi pemain dengan menggertak dan mengancam mereka, Anda bersalah karena bertindak terlalu jauh, tidak adil, dan Anda mungkin melanggar hukum federal.”

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Perang Bintang di Bangkok

Indonesian Masters di Pusaran Kompetisi Elite

Hat-Trick bagi Suteepat

Dominasi Para Pegolf Thailand di Papan Atas

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat