Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) menggelar pameran industri golf terbesar di Tanah Air. Pergelaran Indonesia Golf Festival ini berlangsung pada 24-26 Oktober 2025 di ICE BSD, Tangerang. Mengusung tema “Experience the Game, Celebrating the Sport”, debut event golf pertama dan terbesar di Indonesia ini merangkul seluruh kalangan untuk terlibar dalam IGF yang di-organized PT Satu Tujuan Event (Satue) ini mendapat dukungan penuh dari PGI, GCMAI, dan ASPGI.

“IGF 2025 bukan sekadar pameran, melainkan sebuah perayaan besar bagi industri golf di tanah air. Kami di APLGI sangat merindukan pengalaman yang menyatukan dunia olahraga, gaya hidup, pariwisata, dan hiburan, yang bisa dinikmati seluruh kalangan,” kata Ketua Pelaksana IGF 2025, Siam Christine Wiradinata.
“Sebelum IGF 2025 ini, kamu pun menggelar promosi “Golf for everyone” yang diselenggarakan di 9 titik lokasi, mulai dari sekolah hingga area publik. Melalui kegiatan ini, kami menyosialisasi bahwa golf bisa dimainkan siapa saja.”

Indonesia Golf Festival 2025 ini menghadirkan lebih dari 90 exhibitor, dengan 100 brand dan 16 lapangan golf, yang melakukan pameran di area seluas lebih dari 2000 m2. Selama 3 hari, IGF 2025 pun menggelar berbagai program kegiatan, seperti golf talk, golf simulator, golf experience, putting challenge, meet & greet bersama professional golfer dan selebritas.
“Indonesia Golf Festival ini lebih diperuntukka masyarakat di Indonesia karena selama ini golf ini dianggap sebagai sport atau kegiatan eksklusif dan kita ingin menghilangkan ini semua supaya siapa pun bisa menikmati olahraga ini. Itu keinginan kami,” ujar Ketua Umum APLGI H.M. Tachril Sapi’ie (Aling).

“Indonesia Golf Festival menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekosistem dan memperluas pasar industri golf di Tanah Air. Kami ingin mengubah wajah golf menjadi lebih inklusif dan kolaboratif. Dengan lebih dari 300 juta populasi, potensi pasar kita hampir tak terbatas,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Satue Event, Bambang Setiawan, menegaskan bahwa IGF 2025 adalah wujud nyata inklusivitas golf. “Kami tidak hanya menjual produk, tetapi menghadirkan pengalaman, edukasi, dan komunitas bagi seluruh kalangan. Dengan area lebih dari 2.600 meter persegi dan diikuti lebih dari 100 brand peserta, inilah cara kami menghadirkan golf sebagai olahraga untuk semua,” katanya.

Bambang menargetkan 30.000 pengunjung dan transaksi hingga Rp100 miliar selama tiga hari penyelenggaraan, mencerminkan tingginya antusiasme publik terhadap industri golf nasional.



