Juara bertahan Fifa Laopakdee (THA) sukses mempertahankan gelar di Asia-Pacific Amateur Championship (AAC). Berlangsung di Te Arai Links South Course, Tomarata, Selandia Baru, pegolf berusia 21 tahun tersebut menyelesaikannya dengan mulus.
Berbeda dengan tahun lalu yang dimenanginya dalam babak play-off atas Taisei Nagasaki di Dubai, Laopakdee menutup putaran akhir dengan 70 (1-di bawah-par). Dengan keunggulan 3 pukulan, ia pun mencatatkan diri sebagai pegolf kedua yang berhasil mempertahankan gelar Asia-Pacific Amateur Championship (AAC) setelah pegolf Jepang Hideki Matsuyama menorehkannya untuk pertama kali pada 2010 dan 2011. Laopakdee mengalahkan Zack Swanwick asal Selandia Baru
Kemenangan ini kembali memberikan tiket untuk Laopakdee untuk tampil di US Masters Tournament yang berlangsung di Augusta National pada April tahun depan. Gelar AAC 2026 ini peun menjadi momen yang menghibur Laopakdee yang melihat performanya di tahun ini kurang memuaskan—meski berhasil menang di Desimone Invitational pada awal Maret lalu.
“Ini tahun yang berat buat saya. Permainan saya sepanjang tahun ini tidak begitu bagus, dan karena ajang ini menjadi salah satu ajang terakhir, saya ingin membuktikan kepada diri sendiri kalau saya masih punya kemampuan dan bisa kembali memenangkan ajang ini. Bisa mewujudkannya jelas menjadi luar biasa berarti bagi saya,” ujar Fifa, yang saat tercatat di peringkat No. 31 dalam the World Amateur Golf Ranking.
Kunjungannya kali ini ke Augusta pun memang menjadi momen yang ditunggu pegolf Thailand tersebut. Ia telah bertukar nomor dengan Justin Rose (ENG) pada Masters 2026 kemarin. Juara US Open 2013 itu berjanji akan practice round dengannya seandainya bisa kembali lagi tahun depan.
“Rosey, sampai bertemu di practice round pada Masters nanti,” ujar Laopakdee sambil tersenyum.

Sementara itu, dari 5 pegolf Indonesia yang tampil di Selandia Baru, Rayhan Abdul Latief mencatatkan prestasi terbaik. Pegolf berusia 19 tahun tersebut bahkan mengukir rekor baru bagi pegolf Indonesia sepanjang sejarah keikusertaannya dalam Asia-Pacific Amateur Championship.
Rayhan membukukan skor 2-over 73 pada putaran final di Te Arai Links dan finis di posisi T16. Kini, mahasiswa tingkat dua University of North Texas menjadi pegolf yang menorehkan finis terbaik bagi pegolf Indonesia di AAC, satu peringkat lebih baik daripada pencapaiannya di Dubai tahun lalu ketika ia menyamai rekor George Gandranata yang juga finis T17 pada tahun 2011.
“Saya mengharapkan banyak hal besar ke depannya,” ujar Rayhan, yang tampil untuk kelima kalinya secara berturut-turut dalam Kejuaraan ini. “Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir. Jelas ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya dan karier saya.”



