PANGGUNG ISTIMEWA RICHARD T. LEE

Richard T. Lee berhasil mengakhiri masa kekeringan gelarnya selama 7 tahun. BNI Indonesian Masters 2024 menjadi panggung istimewa pegolf Korea berpaspor Kanada tersebut.

Tirai pertunjukan BNI Indonesian Masters 2024 telah diturunkan pada 3 November lalu. Pegolf Kanada Richard Taehoon Lee menikmati panggung istimewanya di Royale Jakarta Golf Club dengan sebuah raihan trofi bergengsi. Setelah 8 kali ikut serta dalam turnamen golf profesional internasional di Indonesia yang dimulai sejak 2011 tersebut, Lee akhirnya menuntaskan penampilan ke-9-nya dengan mengukir sebuah gelar juara. 

Lee tidak hanya meraih titel, tetapi juga menorehkan prestasi kemenangan wire-to-wire (memimpin leaderboard dalam 4 putaran) di BNI Indonesian Masters 2024 tersebut. Cuaca buruk yang mengganggu di 2 putaran akhir tidak mampu merusak laju pegolf berusia 34 tahun untuk mengakhiri paceklik gelarnya selama 7 tahun.  

“Ya, sudah lama sekali,” kata Lee yang 29 Oktober merayakan ulang tahunnya ke-33. “Yang terakhir adalah tahun 2017 dan itu salah satu lapangan yang saya sukai. Ini pun (Royale Jakarta) adalah salah satu lapangan yang sangat saya sukai. Saya meraih hasil bagus di sini tahun lalu (finis posisi 6) dan (sempat) memiliki peluang bagus untuk memenangkannya. Saya sangat mengenal lapangan ini dengan baik, dan saya merasa bisa mempertahankan trofi saya tahun depan.”

Sempat memimpin dengan 25-under hingga hole 15, Lee telah melampaui torehan skor yang dibuat Gaganjeet Bhullar di BNI Indonesian Masters 2023 dengan 24-under. Sayang, cuaca buruk sempat menghentikan putaran keempat selama hampir 2 jam. 

Keunggulan 25-under milik Lee justru terpotong dengan double bogey di hole 16. “Ketika membuat double bogey, saya berpikir, ‘Ayo, fokus lagi.’ Setelah itu, saya berhasil membuat par demi par hingga akhirnya bisa menyelesaikannya,” imbuh Lee. 

Phachara Khongwatmai. Kredit Foto: Indonesian Masters

Beruntung, dua pesaing terdekatnya, Chang Wei-lun (TPE) dan Phachara Khongwatmai (THA), sulit mengejar selisih skor. Keduanya harus puas di posisi T2 dengan 19-under. 

Kemenangan Lee dalam event golf termahal di Indonesia tersebut pun tidak terlepas dari keputusannya untuk mengganti putter. Hal ini justru meningkat kepercayaan dirinya. Tidak mengherankan jika Lee bisa tembus di 2 event terakhir sebelum BNI Indonesian Masters—termasuk finis runner up di International Series Thailand sepekan sebelumnya. 

“Saya baru saja mengganti putter, saya rasa tiga minggu lalu, dan itu benar-benar berhasil. Maksud saya, hal itu membangun kepercayaan diri saya, dan saya pikir jika saya mempertahankan pukulan saya, saya pikir saya akan bermain cukup baik di beberapa event berikutnya.”

Trofi BNI Indonesian Masters 2024 menjadi bukti keberhasilan pertama Lee di panggung International Series, dan keberhasilan ketiganya di Asian Tour. Gelar terakhir pegolf berusia 33 tahun tersebut di Asian Tour pada 2017 dalam Shinhan Donghae Open. Kemenangan prestisius tersebut membawanya ke posisi 3 besar di ranking International Series dan posisi kedua Order of Merit Asian Tour 2024. 

BNI Indonesian Masters 2024 kembali menjadi pertunjukan megah di Royale Jakarta Golf Club. Turnamen golf berhadiah total US$2 juta tersebut memberikan sajian yang berkelas dan menghibur bagi para penonton yang rela datang selama 4 hari, dari 31 Oktober hingga 3 November. 

Bubba Watson. Kredit Foto: Indonesian Masters

Para pemain bintang pun cukup menikmati kiprah mereka di BNI Indonesian Masters. Bubba Watson, misalnya. Pertama kali datang ke Indonesia, juara Masters 2 kali ini cukup nyaman dengan lingkungan barunya ini. ““Setiap kali Anda bepergian ke tempat baru, Anda tidak tahu apa yang akan Anda dapatkan,” ujar pegolf yang genap berusia 46 tahun pada 5 November.

“Mereka telah memberkati saya dengan tangan terbuka minggu ini. Sungguh luar biasa sejauh ini, baru beberapa hari saja. Mereka sangat mencintai kami, memperlakukan kami dengan sangat baik, saya tidak bisa meminta kesempatan yang lebih baik lagi untuk bermain golf. Saya sangat kagum dengan senyuman, energi, kepedulian dan dedikasi yang membuat tempat ini terasa istimewa.”

Tidak hanya Watson. Juara major senior 2 kali Richard Bland dan juara BNI Indonesian Masters 2023 Gaganjeet Bhullar pun merasakan keramahtamahan dan atmosfer “rumah sendiri” di Jakarta. Bhullar bahkan seperti merasa ketagihan ketika datang untuk bertanding di Ibu Kota RI ini. “Merupakan sebuah kehormatan besar untuk bisa kembali ke Indonesia. Tahun lalu saya hanya mampu mencetak 24-under-par, dan itu pun dengan wire to wire. Dengan lapangan golf ini, negara ini, sangat istimewa bagi saya. Negara ini selalu menjadi semacam pesona keberuntungan bagi saya. Saya akhirnya bermain dengan baik tahun lalu,” jelasnya. 

Pemuncak ranking International Series dan Order of Merit Asian Tour John Catlin pun setali tiga uang dengan Bhullar. Kenangan manis ketika menang Asian Development Tour di Indonesia pada 2016 yang menjadi awal kebangkitan prestasinya di dunia internasional memang menjadikan negara ini sebagai satu kenangan tersendiri dalam karier golf pegolf asal AS tersebut.

Pengalaman bertanding di BNI Indonesian Masters 2024 setidaknya memberikan kesan yang mendalam pada masing-masing peserta, khususnya Richard Lee yang mampu mengukir prestasi tertinggi di ajang golf elite Asia. Lee tentunya sudah tidak sabar untuk balik lagi ke Jakarta, dalam rangka mempertahankan trofi prestisiusnya tersebut.  

 

Kegagalan Wakil Indonesia untuk Pertama Kali

Meski BNI Indonesian Masters 2024 memberikan prestasi yang mengesankan untuk beberapa orang, itu rupanya tidak berlaku bagi para pegolf tuan rumah. Untuk pertama kalinya dalam 12 kali pergelaran Indonesian Masters, tidak satu pun wakil Indonesia yang berhasil lolos cut. Ini tentunya merupakan hasil yang mengecewakan dalam sejarah golf nasional dan tentunya menjadi peringatan tersendiri para pegolf Indonesia. 

Salah satu pegolf Indonesia, Elki Kow. Kredit Foto: Indonesian Masters

Ketika batas cut ditetapkan di 3-under, 3 pegolf Indonesia yang membukukan skor terendah hanya mampu berada di even par. Mereka adalah Elki Kow, Randy Arbenata M. Bintang (am.) dan Rayhan Abdul Latief (am.). Meski demikian, perjuangan para wakil Indonesia patut diapresiasi. Kegagalan ini bisa menjadi evaluasi untuk ke depannya agar para pegolf Indonesia bisa kembali bangkit dan Berjaya di negara sendiri.  

 

(Penulis: Yulius Martinus/ OB Golf)

Share with

More News

Mantan Juara Indonesian Masters Puncaki Klasemen Ronde Pertama LIV Golf Singapore

Sergio Garcia dan Fireballs GC Nantikan Momen Kebangkitan di Aramco LIV Golf Singapore

Royale Jakarta Golf Club Padukan Kompetisi dan Aksi Kemanusiaan

Rahm Incar Gelar Beruntun, Niemann Bertekad Pertahankan Gelar di Singapura

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa