Di sebuah lapangan golf bilangan Jakarta Selatan, sejumlah pegolf melakukan aktivitas golf bareng. Para pegolf yang berasal dari kalangan pebisnis IT (information technology) di wilayah Asia Tenggara menikmati kegiatan olahraga tersebut sambil bercengkrama dan bersenda gurau.
Aktivitas golf tersebut merupakan agenda rutin Nexus Golf Club dalam 7 bulan terakhir ini. Dimotori TEH Group, sebuah perusahaan pemasaran dan pengembangan business intelligence terkemuka yang menjangkau Asia Pasifik (APAC), ini merupakan kegiatan golf bareng pertama di Jakarta, Indonesia. Sebelumnya, Nexus Golf telah melakukan aktivitas serupa di Singapura dan Filipina. Nexus Golf ini sendiri merupakan salah satu kegiatan Nexus Club, wadah olahraga yang dibentuk pada 7 bulan yang lalu.

Menurut Jeffrey Teh, founder & CEO of TEH Group, pembentukan Nexus Club ini berawal dari kekhawatiran para pebisnis IT yang membutuhkan adanya komunitas yang bisa menjadi wadah dalam menjalankan wellness program. Kesibukan dan rutinitas dalam pekerjaaan membuat mereka kehilangan keseimbangan dalam hal-hal lain di luar pekerjaan.
“Jadi, menyangkut kesehatan atau semacamnya, kami menyadari bahwa sebagian besar komunitas yang bekerja sama dengan saya tidak memiliki program kesehatan atau program apa pun. Melihat komunitas apa pun, banyak yang hanya bekerja. Jadi tidak ada keseimbangan. Tidak ada keseimbangan keluarga, keseimbangan teman,” kata Jeffrey.

“Karena itu, kami dari TEH Group mencoba untuk mewujudkan itu, sehingga terbentuklah Nexus Club. Tidak hanya (aktivitas). Kami punya kegiatan tenis. Bahkan, kami juga punya klub catur. Intinya, Nexus Club ini ‘mengajak’ orang-orang untuk keluar dari rutinitas mereka, kantor, pekerjaan, dan mencoba terhubung dengan bermain golf, tenis, dan juga catur. Saya kira, mereka bisa berbagi pengalaman terbaik, tantangan, perjuangan, apa pun yang ingin mereka bagikan, atau juga makanan atau teknologi yang dapat membantu mereka. Itulah ide utama dari klub Nexus.”
Nexus Club memulai kegiatannya ini di Singapura pada 7 bulan yang lalu. “Uniknya, kegiatan pertama kai lakukan di Singapura. Kami tidak punya sumber daya apa pun. Kami hanya mengirim email kepada sejumlah orang, ajakan untuk bermain golf. Ada 6-7 orang datang. Berikutnya, kami melakukannya setiap pekan di Singapura. Di minggu berikutnya ada 10 orang yang datang. Meski kemudian hujan turun, orang-orang masih datang, kami masih bermain dan sebagainya. Kemudian kami mulai melakukannya di Filipina, hal yang sama. Hingga akhirnya, Akamai–sebuah perusahaan penyedia layanan content delivery network terkemuka dengan pengiriman perangkat lunak, cloud, dan solusi keamanan—pun tertarik untuk mensponsori kegiatan Nexus Golf Club,” jelas Jeffrey.

Nexus Club ternyata memberikan manfaat yang lebih besar, lebih dari sekadar kumpul-kumpul saja. Selain melepaskan stress dan juga beban pikiran terhadap pekerjaan, pertemuan infomal mereka dalam kegiatan olahraga tersebut justru malah menguatkan tali persahabatan yang kemudian membuka jaringan kerja baru yang terkait dengan masing-masing area pekerjaan mereka.
“Pertama gabung, mereka sangat konservatif, karena ini kan pertama kali sehingga belum kenal satu sama lain. Setelah itu, mereka bikin grup di Whatsapp. Ada juga yang kadang bermain golf dengan beberapa orang dari kalangan mereka sendiri karena aktivitas Nexus Golf kan sebulan sekali. Mereka ini mulai menjalin persahabatan, dan membentuk ikatan pertemanan yang belum pernah ada sebelumnya. Setelah kegiatan Nexus Golf, kami lebih gembira. Tidak hanya itu, beberapa orang bahkan telah bekerja sama untuk kerja sama yang terkait dengan pekerjaan mereka,” kata Jeffrey.



