Para pegolf muda Indonesia menunjukkan performa gemilang pada putaran pertama Medco-Pondok Indah International Amateur Golf Championship 2025 yang digelar di Pondok Indah Golf Course, Jakarta, Selasa (15/7). Pada kategori putra, dua wakil tuan rumah, William Justin Wijaya dan Jonathan Xavier, berhasil memimpin klasemen sementara dengan masing-masing mencetak skor 69 pukulan atau 3 di bawah par.
Penampilan impresif William dan Jonathan mengukuhkan dominasi Indonesia di hari pembuka kejuaraan bergengsi ini. Meskipun begitu, persaingan masih sangat terbuka. Tiga pemain lainnya membayangi ketat di posisi T3 hanya terpaut satu pukulan: Rizq Adam (Malaysia), serta dua wakil Indonesia lainnya, Randy Arbenata M. Bintang dan Kifata Aftar, yang masing-masing mencatat skor 70 pukulan (-2). Sementara itu, Amadeus Christian Susanto (Indonesia) dan Sean Lee (Singapura) menempati posisi T6 dengan 71 pukulan (-1).
“Hari ini permainan saya sesuai game plan. Walaupun ada beberapa yang miss, tapi saya sangat menikmati permainannya,” kata William. Menurutnya, ada beberapa putting yang kurang konsisten. Selain itu, tantangan lain di lapangan ini adalah rough-nya yang cukup tebal. “Jadi bolanya tidak bisa terbang kalau masuk di rough. Lumayan menantang. Tapi puji Tuhan saya bisa tetap lanjut dan menjaga skor,” jelas atlet asal Jawa Timur ini. Dia mencetak 6 birdie di hole 1,4,69,11,dan 14. Namun membuat bogey di hole 5,12, dan 17.

Sementara itu, Jonathan Xavier tampil stabil sepanjang permainan. Ia membukukan tiga birdie di hole 6, 9, dan 12, sementara hole lainnya diselesaikan dengan par.
Putaran kedua pada Rabu (16/7) akan menjadi penentu penting, khususnya bagi para peserta kategori putra, karena akan diberlakukan sistem cut off untuk menentukan siapa saja yang berhak melaju ke babak final. Sementara itu, untuk kategori putri, seluruh peserta — yang berjumlah 19 atlet — akan tetap bermain selama tiga hari penuh tanpa eliminasi.
“Semoga besok permainan saya bisa lebih baik dan bisa membawa nama baik Indonesia. Game plan-nya masih sama, tapi harus lebih agresif di putting. Hari ini saya main cukup rapi, hanya membuat satu bogey di hole 8. Sebenarnya bisa dapat hasil lebih baik tapi baca break-nya kurang bagus,” kata Randy.

Pada kelompok putri, Gemilau Joane Kurnia dan Fausta Bianda memimpin klasemen sementara. Dua pegolf Indonesia itu masing-masing mencetak 74 pukulan atau 2 di atas par.
“Hari ini up and down. Chipping dan putting saya lumayan bagus, tapi driver sama approach-nya banyak yang miss. Jadi lebih banyak skoring di area short game saja,” kata Gemilau yang sebelumnya ikut Singapore Open Amateur Championship 2025 di Orchid Country Club, Singapura, 7-11 lalu. Pada pertandingan itu dia menempati peringkat 15.
Sejak tahun lalu, para peserta harus bermain dari tee box biru di turnamen ini. Menurut Gemilau hal itu membuatnya harus berusaha lebih keras lagi karena jaraknya lebih panjang. Selain itu, angin di lapangan cukup kencang. “Second shot-nya makin panjang, jadi banyak miss. Biasanya di sini saya main dari tee box putih, so it’s a big jump. Untuk penyesuaian saya butuh stik yang lebih panjang. Besok approach-nya harus lebih tajam supaya lebih banyak kesempatan mencetak birdie,” kata Gemilang. Peserta kelompok putri didominasi oleh para atlet Indonesia. Hanya satu peserta lain dari Hong Kong.
Kejuaraan ini menjadi ajang unjuk kemampuan bagi para pegolf amatir terbaik dari kawasan Asia dan menjadi bagian penting dari kalender kompetisi golf amatir internasional di Indonesia. Masyarakat Indonesia dapat memberikan dukungan dan menonton secara langsung ke lapangan dengan tidak dipungut biaya apa pun.



