Mimpi Pak Ci: Membawa Atlet Golf ke Pentas Dunia

Tahun ini Ciputra Golfpreneur Tournament pada 20-23 Agustus ini bakal merayakan pergelarannya yang ke-10 sejak pertama kali berlangsung pada 2010. Perjalanan turnamen Asian Development Tour tersebut hingga saat ini menjadi bukti konsistensi dari penyelenggara Ciputra Golf Foundation dalam mewujudkan misi untuk menggelar turnamen yang berlevel kompetitif bagi para pegolf profesional Indonesia sehingga suatu saat nanti mereka bisa menjadi juara di level regional, maupun internasional.

Ciputra Golfpreneur Tournament yang mulai bergulir pada 2010 ini memang menjadi perwujudan visi almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra, yang ingin membawa atlet-atlet golf nasional berpentas di panggung golf dunia. Pak Ci, demikian sapaan akrab Dr. (HC) Ir. Ciputra, pernah menyampaikan kepada penulis pada 23 tahun yang lalu—tepatnya 2002, untuk membentuk pemain berprestasi, ada jalur (sistem/path) yang jelas untuk mencapai prestasi yang diinginkan. Pak Ci mencontohkan olahraga bulu tangkis yang mampu menghasilkan pemain-pemain berkelas dunia. Pernyataan ini bukan isapan jempol. Pria kelahiran Parigi, Sulawesi Tengah, pada 24 Agustus 1931, tersebut telah membuktikan ucapannya. Ia mendirikan klub bulu tangkis Jaya Raya yang bisa melahirkan pebulu tangkis seperti Susi Susanti, Chandra Wijaya/Tony Gunawan, dan Marcus Gideon yang dikenal di dunia bulu tangkis dunia.

Credit: CGF

Saat itu, Pak Ci berpikir bahwa golf kita belum siap di level internasional. “Kita punya potensi, tetapi tidak punya tradisi,” katanya. Menurutnya, potensi tersebut bisa berkembang dalam satu sistem kompetisi yang berkelanjutan. Pak Ci melihat bahwa potensi golf nasional bisa dipupuk sejak usia dini. Tidak mengherankan jika beliau kemudian menggagas untuk menggulirkan turnamen golf junior nasional yang mulai digelar pada 1993.

Bermula dari nama Ciputra Cup, turnamen yang berlangsung rutin setiap tahun ini terus eksis hingga saat ini. Level turnamen yang kini berlabel “Mandiri Ciputra Golfpreneur Junior World Championship 2025” tersebut bahkan makin tinggi karena dihadiri para peserta kompetitif dari berbagai belahan dunia. Ciputra Golfpreneur Junior World Championship telah menghasilkan banyak pegolf yang kini telah berstatus profesional dan bertanding di berbagai sirkuit golf internasional.

Sukses menggulirkan turnamen golf junior internasional, Pak Ci kemudian menggagas turnamen golf profesional bernama “Ciputra Golfpreneur Tournament” yang masuk dalam kalender Asian Development Tour. Tahun ini Ciputra Golfpreneur Tournament telah memasuki tahun penyelenggaraan ke-10 sejak pertama kali digelar pada 2014 silam. Konsistensi penyelenggaraan turnamen ADT seperti ini memang patut diacungi jempol. Ini semata-mata untuk mempertahankan visi almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra dalam peningkatan level kompetitif para pegolf profesional Indonesia.

Budiarsa Sastrawinata dan Tom Kim

“Ciputra Golfpreneur Tournament menjadi perwujudan visi almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra untuk meningkatkan level kompetitif para pegolf profesional Indonesia sehingga suatu saat nanti mereka bisa menjadi juara di level regional, maupun internasional,” ujar pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation, Budiarsa Sastrawinata, yang juga merupakan Presiden Direktur Damai Indah Golf.

Pak Ci telah wafat pada 27 November 2019. Namun, beliau telah mewariskan fondasi untuk keberlangsungan sebuah kompetisi. Warisan beliau, Ciputra Golfpreneur Junior World Championship dan Ciputra Golfpreneur Tournament, masih bergulir hingga saat ini. Ia selalu optimistis bahwa siapa pun yang mau melakukan inovasi atau membuat terobosan dalam sistem kompetisi golf bisa mengangkat prestasi para atlet golf ke level dunia.

Ciputra Golf Foundation telah melakukan terobosan itu hingga saat ini. Beberapa pemain, yang di antaranya Joohyung Kim atau yang saat ini dikenal Tom Kim, telah menapaki karier profesionalnya ke level dunia usai menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament 2019. Tom pernah menduduki posisi No. 11 Dunia. Melalui Ciputra Golfpreneur Tournament, para pegolf telah berhasil mengukir karier mereka di level yang lebih tinggi dengan prestasi mendunia.

Mimpi Pak Ci yang belum terwujud adalah para atlet golf nasional bisa berbicara lebih banyak lagi di pentas dunia. Mungkin saja dalam beberapa tahun mendatang mimpi Pak Ci bisa terwujud jika melihat potensi para pegolf nasional.

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa