Menatap Gelar Pertama Major

Musim ini Joaquin Niemann kembali mendapat kesempatan untuk bertarung di 3 major. Berbeda dengan musim sebelumnya, pegolf Cile tersebut berada dalam kepercayaan diri yang sangat tinggi.

 

Wajah semringah ditunjukkan Joaquin Niemann usai menyelesaikan putaran akhir LIV Golf Singapore. Pegolf Cile berusia 26 tahun tersebut telah memastikan diri sebagai juara LIV Golf untuk keempat kalinya selama partisipasinya dalam tour tersebut di 3 musim. Berstatus sebagai juara di Singapura, Niemann pun menunjukkan kualitasnya sebagai pegolf terbaik LIV Golf saat ini dengan permainan dominan sepanjang 3 putaran di Serapong Course.

Keberhasilan ini memang menjadi momentum bagi Niemann yang akan melakukan safari ketiga major dalam 4 bulan ke depan, dimulai pada pertengahan April kemarin di Masters Tournament. Niemann telah menerima special invitation untuk bermain di Masters Tournament. 

Tahun ini menjadi kunjungan keenam Niemann ke Augusta National. Finis terbaiknya di Masters adalah T16 pada 2023. Niemann pun sangat percaya diri bahwa ia bisa tampil baik di Augusta.

“Lebih dari sekadar percaya diri. Saya bangga dengan hasil kerja yang telah saya lakukan, dan itu hanya, maksud saya, saya merasa percaya diri bahwa saya telah membangun kepercayaan diri, dan saya membangun kepercayaan diri itu melalui persiapan. Saya cukup bersemangat karena saya memiliki waktu dua minggu (menjelang Masters). Dua minggu ke depan akan menjadi persiapan yang baik bagi saya untuk apa yang akan terjadi,” kata Niemann, usai konferensi pers di LIV Golf Singapore.

Masters adalah satu dari 4 major yang pasti diikuti Niemann musim ini. Dua major sudah pasti diikuti adalah PGA Championship pada Mei ini dan Open Championship di Juli mendatang, sedangkan Niemann akan langsung mendapat spot di US Open pada Juni jika bisa mempertahankan posisinya di puncak klasemen LIV Golf hingga batas akhir untuk pendaftaran US Open. Turnamen major yang dikelola USGA itu telah membuka jalur exemption untuk pegolf LIV.

Niemann tentunya membidik gelar juara di salah satu major. Sejak 2017, Niemann telah bertanding di 22 major.  Hingga saat ini, ia belum berhasil menyabet satu gelar pun. Finis terbaiknya di major adalah T16 dalam Masters Tournament 2023. 

Kapten Torque GC Joaquín Niemann di putaran kedua LIV Golf Adelaide di Grange Golf Club. Credit: Chris Trotman/LIV Golf

“Saya belum mendapatkan hasil yang bagus di major mana pun. Itu adalah sesuatu yang selalu mengganggu saya,” katanya. “Namun, jika saya melihat gambaran yang lebih besar – saya melihat sebuah wawancara beberapa hari yang lalu dari Greg Norman saat ia masih menjadi No. 1 Dunia dan belum pernah memenangi gelar juara, dan saya menyukai jawabannya karena itu sepenuhnya benar. Jika Anda bertanya kepada saya, saya cukup yakin dan cukup tenang tentang hal itu karena saya tahu itu akan datang. Saya tahu saya akan memenangi gelar major. Itu akan terjadi,” jelas Niemann. “Mungkin tidak (terjadi) di Masters dalam tiga minggu ke depan, tapi mungkin ya. Saya tidak tahu. Saya hanya tahu itu akan terjadi.”

Niemann paham bahwa waktunya (menang major) akan datang. Ia berada dalam kondisi terbaiknya di musim ini. Melanjutkan performa apiknya di musim lalu, yang menghasilkan 3 gelar juara (2 LIV Golf dan 1 International Series Asian Tour), Niemann makin percaya diri dengan kemampuannya di musim. Dua trofi LIV Golf dari 4 event yang sudah tergelar hingga pertengahan Maret kemarin menjadi bukti bahwa dirinya makin improve. Tentunya, dengan torehan skor yang luar biasa.  

“Saya tampil lebih sekadar improve dibanding tahun lalu. Saya merasa seperti pemain yang berbeda, mendapat satu tahun tambahan pengalaman bermain melawan para pemain terbaik di dunia. Saya menang cukup banyak tahun lalu. Jadi ya, saya menjadi pemain yang berbeda,” jelas Niemann. 

Sang kedi, Gary Matthews, sangat paham dengan kemampuan Niemann saat ini. Matthews yang telah menemani pegolf Cile itu sejak 2020 melihat permainan Niemann sepanjang 2 musim terakhir ini.  

“Prosesnya jelas adalah menyempurnakan ayunannya,” kata Matthews. “Kemudian proses berikutnya adalah memastikan bahwa ia dapat men-chip bola karena chipping-nya mungkin merupakan bagian terlemahnya dalam memukul bola golf. Dia telah mengatasinya sekarang.

“Kepercayaan diri, cara dia mengatur permainannya–seperti pukulan buruk tidak mempengaruhinya–karena dia melakukan chipping dengan lebih baik. Itu semua menjadi pertanda (kesiapannya) bermain golf di turnamen major.”

Oleh karena itu, Niemann sangat berambisi untuk bisa memenangi major. Meski goal utamanya adalah bisa menyejajarkan diri sebagai salah satu pegolf dunia terbaik, menjuarai major tetap menjadi target utama lainnya. Eksistensi pegolf terbaik dunia menjadi sahih ketika mampu menggenggam satu trofi major.

Musim lalu Niemann hanya finis T-22 di Masters, lalu T39 di PGA Championship, dan T-58 di Open. “Saya merasa semakin dekat. Saya merasa masih banyak yang harus saya capai, ada banyak hal yang harus saya tingkatkan dan banyak hal yang harus saya kejar, dari segi hasil, untuk dikejar. Namun, ini adalah tujuan saya,” kata Niemann. 

Musim ini ada perubahan dalam performa Niemann. Ia menyebutkan dirinya mengalami peningkatan dalam permainan maupun mentalnya. Setelah mengidentifikasi bahwa permainan mentalnya merupakan area kunci yang bisa ditingkatkannya, Niemann melatihnya selama sesi latihan dengan mensimulasikan situasi tertentu yang mungkin ia hadapi di turnamen. Hal itu mencakup apa pun, mulai dari membuat pukulan putt terakhir untuk memenangi turnamen hingga membuat pukulan iron 8 terakhir di hole ke-18 untuk meraih birdie dan menang.

Joaquin Niemann. Credit Foto: YM/ OB Golf

“Jika saya menempatkan diri saya dalam situasi seperti itu saat berlatih, saya hampir bisa merasakan tekanan. Kapan pun saya mengalami tekanan yang sebenarnya, itu adalah sesuatu yang telah saya lakukan…

“Ketika Anda berada di lapangan dan segala sesuatunya tidak berjalan sesuai keinginan Anda, satu-satunya hal yang bisa Anda kendalikan adalah cara Anda memandang dan berpikir, jadi itu adalah sesuatu yang selalu saya coba perbaiki,” tambahnya. 

Peningkatan dalam permainan dan perubahan mindset tersebut setidaknya membuat Niemann lebih percaya diri. Meski demikian, ia tetap perlu mewaspadai bahwa situasi di lapangan bisa saja mengubah segala game plan yang telah disusunnya. 

Oleh karena itu, Niemann tetap berpikir realistis, meski mematok target yang sangat besar.  Seandainya hal itu (menang major) tidak terjadi tahun ini di Augusta (Masters), Quail Hollow (PGA Championship), Oakmont (US Open), atau Royal Portrush (Open Championship), Niemann tidak akan panik. Waktu untuknya pada akhirnya akan tiba. Ia tetap yakin waktu tetap berpihak padanya.

“Yang saya khawatirkan adalah bagaimana saya bisa berkembang dan bagaimana saya bisa merasa lebih baik dalam situasi sulit,” katanya. “Semakin cepat dan semakin banyak saya belajar dari situasi-situasi tersebut, saya merasa saya akan semakin siap.

“Cara permainan saya sedang dalam tren, saya tahu itu akan terjadi pada akhirnya. Saya cukup tenang dengan mengetahui hal itu.”

Empat bulan ke depan ini akan menentukan arah karier golf Niemann. Ia telah menetapkan diri sebagai salah satu pegolf terbaik LIV Golf saat ini. Namun, itu belumlah cukup. Pengakuan dunia atas kemampuan golfnya menjadi satu keharusan bagi pegolf berusia 26 tahun tersebut. Turnamen major menjadi salah satu jalan untuk pencapaian tertinggi dalam karier profesionalnya. 

(Penulis: YM/ OB Golf )

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa