Menangi Honda LPGA Terasa seperti Juara Major

Partisipasi Jeeno Thitikul di Honda LPGA Thailand akhirnya berbuah juara. Untuk pertama kalinya, pegolf yang baru merayakan ultah ke-23-nya itu menjuarai turnamen LPGA di tanah airnya sendiri pada 22 Februari kemarin. Berlangsung di Siam Country Club, Thitikul menjadi pemain ketiga Thailand yang menjuarai edisi ke-19 Honda LPGA Thailand, setelah Ariya Jutanugarn (2021) dan Patty Tavatanakit (2024).

“Saya tahu ini bukan event besar, seperti dibandingkan dengan major,” kata Thitikul. “Tapi bagi kami, bagi saya, menang di negara sendiri akan berarti sangat besar bagi saya, terkadang lebih dari major.”

Kemenangan Thitikul di Siam Country Club memang terasa dramatis. Pesaing terdekatnya, Chizzy Iwai (JPN), hampir saja membuyarkan pesta tuan rumah untuk Thitikul. Dua eagle yang dibukukan Iwai dalam 4 hole (No. 7 dan 10) langsung menyamai perolehan skor total Thitikul di puncak leaderboard dengan 22-under-par. Beruntung, pegolf No. 1 Dunia ini berhasil membukukan birdie di hole 17, yang sekaligus menjadi titik kemenangan Thitikul dengan keunggulan 1 pukulan.

Credit: Getty Images

Gelar juara Honda LPGA Thailand menjadi titel kedelapan Thitikul di LPGA. Namun, kemenangan kali ini terasa lebih berbeda: juara untuk pertama kalinya di depan sang ibunda dan juga penonton tuan rumah Thailand.

“Ketika saya menyelesaikan hole ke-18, dia benar-benar menangis, lalu saya berkata padanya, ‘Akhirnya saya menang turnamen di depanmu. Seperti, kamu berada di sini bersamaku,’” kata Thitikul, “jadi dia benar-benar emosional. Membuat saya juga emosional.”

Credit: Getty Images

Thitikul, yang masih mengejar gelar major perdananya, telah mengoleksi 3 gelar dari 5 penampilan terakhirnya di LPGA. Dimulai pada Buick LPGA Shanghai di China pada akhir Oktober tahun lalu, yang menjadi trofi keenamnya, hingga Honda LPGA Thailand pekan kemarin.

“Jujur saja, seperti yang saya katakan, saya cukup stres dengan pukulan iron saya,” kata Thitikul. “Saya dan pelatih saya – maksud saya, pelatih saya selalu melihat saya berlatih sebelum datang ke sini, dan kemudian saya jadi stres dan harus memikirkan banyak hal tentang pukulan iron.

“Tapi jelas saya tidak tahu bagaimana saya bisa berada di posisi ini untuk memenangkan turnamen. Saya pikir ini hanya membuktikan bahwa Anda tidak perlu selalu memiliki pukulan yang sempurna untuk bisa memenangkan turnamen. Yang Anda butuhkan hanyalah kepercayaan diri dan komitmen yang kuat.”

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa