Public Investment Firm (PIF) dikabarkan akan memindahkan Greg Norman dari posisi chief executive officer (CEO) LIV Golf. Saat ini perusahaan milik Arab Saudi tersebut sedang mencari CEO baru yang akan menggantikan Norman. Kabar ini disampaikan Sports Business Journal pada Rabu (16/10) kemarin.
Di masa kepemimpinannya, Norman dinilai sebagai sosok kontroversial oleh pihak-pihak yang berseberangan dengan LIV Golf. Kehadiran LIV Golf League dianggap telah memecah belah tatanan golf yang telah dibangun PG Tour dan DP World Tour.

Norman memimpin LIV Golf yang didanai PIF tersebut sejak 2021. Perusahaan yang memiliki nama LIV Golf Investments tersebut kemudian meluncurkan kompetisi “LIV Golf Invitational Series” yang dimulai pada Juni 2022 dengan 8 event yang menggunakan kategori individual dan beregu. Namun, tahun berikutnya, LIV Golf mengubah nama kompetisinya menjadi “LIV Golf League”. Hingga saat ini, LIV Golf telah menyelesaikan 3 musim kompetisi.
Meski telah sukses melaksanakan LIV Golf dengan 3 edisi, kehadiran tour baru tersebut rupanya dianggap “mengganggu” 2 Tour besar dunia. Dua musim pertama LIV Golf berhasil menggaet beberapa pemain bintang dari 2 Tour tersebut. Jon Rahm dan Tyrell Hatton merupakan 2 pemain bintang yang masuk dalam rekrutan terkini LIV Golf di akhir 2023.

Kontroversi yang dibuat Norman—setidaknya menurut mereka yang menolak kehadiran LIV Golf—memang membuat hubungan Tour bentukan LIV Golf dengan 2 Tour lainnya tidak harmonis. Ada kabar yang beredar bahwa di tahun 2022 dan 2023—menurut beberapa media gosip—bahwa posisi Norman di LIV Golf “tidak aman”. Kesepakatan antara PGA Tour-DP World Tour dengan PIF pun pada 2023 lalu kabarnya “menggoyang” Norman. Oleh karena itu, ketika berita bahwa mantan pegolf No. 1 Dunia dengan 91 gelar internasional itu akan meninggalkan pos CEO di LIV, beberapa pihak menilai ini efek dari kesepakatan itu.
Namun, Sports Business Journal menepis isu miring tersebut dengan mengatakan, Norman “terus mempertahankan dukungan dari mereka yang berada di dalam LIV”. Legenda golf Australia yang berusia 65 tahun tersebut diperkirakan akan tetap berada dalam peran kepemimpinan setelah mengosongkan jabatan CEO.

LIV menyelesaikan musim ketiganya tahun ini. Jumlah pemain pun telah berkembang, dari 4 pegolf di awal masa jabatan Norman hingga menjadi 52 pegolf dengan 13 tim. Di musim kedua LIV Golf bahkan melakukan inovasi dengan memberlakukan sistem promosi dan degradasi. Ini dimaksudkan agar memberikan legitimasi bagi para pegolf yang ingin bergabung dengan LIV Golf League di musim berikutnya.
Musim 2024 kemarin, LIV Golf telah menyediakan total hadiah lebih dari US$320 juta dari 13 event plus 1 event team championship. Jadwal event pun telah disiapkan agar tidak bertabrakan dengan kejuaraan major, turnamen premier PGA Tour, dan event tim internasional lainnya.



