LIV Golf menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama dengan Ladies Professional Golf Association (LPGA). Hal itu setidaknya disampaikan CEO baru LIV Golf Scott O’Neil seperti diungkapkannya kepada Golf Digest Australia. Pria yang Januari kemarin menggantikan Greg Norman untuk posisi CEO di LIV tersebut menyampaikan bahwa dia akan bertemu komisioner sementara LPGA Liz Moore untuk membicarakan kesempatan LIV Golf dalam perannya di golf wanita.
“Saya mendapat kehormatan untuk berbincang-bincang dengan Liz Moore, yang merupakan komisaris sementara LPGA. Dia akan bergabung dengan saya di Miami, dan kami akan berbicara sedikit tentang bagaimana kami dapat berkontribusi pada permainan wanita,” kata O’Neil. “Dengan diperkenalkannya LIV, kami ingin mengambil semua hal baik yang telah kami pelajari dan mempraktikkannya jika permainan wanita adalah salah satu yang kami ikuti.”

Sebelum LIV Golf dibentuk, mantan CEO LIV Norman pernah menyampaikan di sebuah layanan podcast 5 Live Sport bahwa LIV telah menawarkan investasi kepada LPGA dan LET (Ladies European Tour), tetapi telah ditolak. Namun, pada Juli 2022 Moore yang menggantikan Mollie Marcoux Samaan di kursi komisioner LPGA mengakui bahwa LPGA Tour “akan mengadakan pembicaraan” dengan LIV.
“Merupakan tanggung jawab saya untuk mengevaluasi setiap kesempatan. Saya akan terlibat dalam pembicaraan jika itu akan mencapai tujuan kami untuk mempromosikan golf wanita, tetapi perlu ada masukan dari para pemain dan sponsor. Ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan sebelum kami melakukan bisnis dengan LIV Golf,” kata Moore.

Jika pertemuan ini terwujud, ini bisa menjadi satu langkah maju bagi LPGA dan khususnya LIV Golf yang baru dibentuk pada 2021 tersebut. Keduanya tentunya akan menjaga agar tidak terjadi keretakan seperti yang terjadi antara LIV dan PGA-DP World Tour, yang belum juga mencapai titik temu hingga saat ini.



