Anthony Kim kini menjadi meteor baru dalam kompetisi profesional dunia. Keberhasilannya menjuarai LIV Golf Adelaide 2026 menjadi pelajaran positif bagi siapa pun yang sedang berjuang dari keterpurukan.
Tanggal 28 Februari 2024 LIV Golf mengumumkan bahwa Anthony Kim telah bergabung dengan LIV Golf sebagai pemain wild card dalam satu musim. Setelah “pensiun” selama hampir 12 tahun, pegolf Amerika Serikat berusia 38 tahun ini memulai debutnya di ajang kompetisi profesional LIV Golf Jeddah, yang digelar pada 1–3 Maret 2024 di Royal Greens Golf and Country Club, King Abdullah Economic City, Arab Saudi.
“Setelah mundur dari dunia golf beberapa tahun lalu karena cedera, saya senang bisa secara resmi mengumumkan kembalinya saya ke dunia golf profesional,” kata Kim, seperti dikutip situs LIV Golf. “Ini sudah lama saya nantikan, dan saya sangat bersyukur atas semua pasang surut serta pelajaran yang saya peroleh dari awal karier saya. Saya ingin bersaing dengan para pemain terbaik di dunia, dan saya bertekad untuk membuktikan pada diri sendiri bahwa saya bisa menang lagi.”
Kembalinya Kim, atau yang kini akrab dipanggil AK, mengundang beragam pro-kontra dari publik golf. Sebagian menyambut dan mendukung atas comeback-nya AK. Mereka berharap dan berkeyakinan bahwa pegolf kelahiran 1985 tersebut bisa Berjaya lagi seperti yang ditunjukkannya pada 2008-2010. Namun, tidak sedikit meragukan kemampuan AK karena terlalu lama menghilang dari arena kompetitif.
Debut AK di Jeddah memenuhi ekspektasi para pengamat yang kontra. Ia mencetak skor 76, 76, dan 74, sehingga finis di posisi terakhir dengan selisih 11 pukulan. “Jelas ini adalah minggu yang berat. Saya sangat antusias bisa kembali bermain golf profesional. Saya merasa sangat beruntung mendapat kesempatan ini,” kata Kim mengenai debutnya. “Masih banyak hal yang harus saya perbaiki, tapi banyak hal baik yang terjadi bagi saya minggu ini. Jadi, saya berharap bisa memanfaatkan momentum ini dan bersaing memperebutkan gelar pada suatu saat nanti.”

Hasil musim pertama di LIV Golf seolah menegaskan bahwa masa kejayaan AK sudah habis. Dari 11 turnamen yang diikutinya selama 1 musim itu, posisi terbaiknya adalah peringkat ke-36 dari 54 peserta. Ia menduduki peringkat juru kunci dalam klasemen akhir pada musim pertamanya.
Jika berpatokan pada skor, AK memang mengecewakan. Namun, statistik permainannya dalam musim pertamanya justru menunjukkan secercah harapan. Kim berada di peringkat ke-14 dalam putting average, posisi ke-29 dalam drive distance, dan ke-40 dalam perolehan eagle.
Dalam dua event terakhir di 2024, AK bisa menduduki peringkat 36 dan T42. Ditambah lagi, ia berhasil lolos cut di International Series Qatar pada akhir November 2024, dan finis di T37. Ini merupakan hasil yang sangat positif bagi pegolf yang dianggap sudah “berkarat”.
Namun, jika berkaca pada pandangan pelatih golf kenamaan Hank Haney, AK masih memiliki potensi yang tersembunyi. Pada November 2024, mantan swing coach Tiger Woods tersebut mengunggah video swing Kim di Twitter dan mengatakan bahwa swingnya terlihat “hebat.”
Kim sendiri tidak terlalu risau dengan penampilan semusimnya. Akun pribadi di media sosial-nya justru lebih banyak menunjukkan keceriaannya bercengkrama dengan putri kecilnya, Bella, dan sang istri Emily.
“Saya mendapatkan banyak rasa percaya diri dari apa yang saya lakukan hari itu, dan saya rasa banyak atlet, banyak orang—terlepas dari profesi apa pun yang Anda geluti, bagaimana kinerja Anda di tempat kerja hari itu menentukan bagaimana Anda memandang diri sendiri,” kata Kim.
“Di titik ini dalam hidup saya, saya bisa memisahkan kedua hal itu, yang menurut saya seperti kekuatan super saat ini. Saya tahu bahwa entah saya mencetak skor 15 atau 3, putri saya tetap akan ingin makan es krim stroberi dan saya akan melakukannya bersamanya. Itu adalah bagian paling menyenangkan dari hari saya. Golf, Anda tahu, melalui pengalaman-pengalaman bersama keluarga ini, setiap pengalaman yang saya dapatkan, saya semakin menghargainya, dan itu membuat golf terasa jauh lebih sederhana.”

Di balik kesederhanaan AK dalam memandang hidupnya setelah mengalami masa-masa berat selama 10 tahun karena cedera berkepanjangan dan juga kecanduan obat-obatan, terselip ambisi besar untuk bangkit dan berdiri tegak.
Musim 2025 pun tidak memberikan perkembangan yang baik bagi AK. Ia harus terdegradasi dari LIV Golf League di akhir musim 2025. Meski permainannya mengalami perbaikan sejak bermain di Jakarta International Championship pada Oktober tahun lalu, itu tidak cukup menahannya di liga golf elite dunia.
Kim harus berjuang dari bawah untuk bisa kembali ke LIV Golf. Ia berhasil lolos ke tour bentukan Greg Norman ini. Kemenangannya di LIV Golf Promotions telah memberikan tiket eksklusif untuk berlaaga lagi di LIV Golf League 2026.
Ketika musim 2026 mulai bergulir, AK telah memberikan sinyal bahwa dirinya akan tampil menggigit di musim 2026. Ia mampu finis T22 dalam event pembuka LIV Golf Riyadh. Namun, di LIV Golf Adelaide, AK menunjukkan jati diri sesungguhnya yang selama ini tersembunyi.
Ia tampil menggila di Adelaide, event kedua LIV Golf 2026. Di putaran akhir, peraih 3 gelar PGA Tour tersebut harus berhadapan 2 pemain terbaik LIV Golf: Bryson DeChambeau dan Jon Rahm. Ketika DeChambeau mulai kehilangan kontrol untuk bisa meramaikan persaingan menuju tangga juara, AK justru makin gacor dengan permainannya.
Tertinggal 5 pukulan dari Rahm dan DeChambeau, AK bisa membalikkan keunggulan. Ia berhasil finis dengan total 23-under, menang dengan keunggulan 3 pukulan dari Rahm, yang harus puas di posisi runner up. Kemenangan itu tidak terlepas dari hasil putaran akhir AK yang mencetak 63 (9-under!).
“Saya merasa sangat terbebani dengan perasaan (menang) ini sekarang,” kata Kim, seperti dikutip dari rilis LIV Golf. “Tapi rencanaku adalah terus meningkatkan diri dan mulai memenangkan lebih banyak trofi.”
Kim menutup permainannya di Minggu itu dengan. Ia berhasil mengejar ketertinggalan deficit 5 pukulan dari. AK Menariknya, AK berhasil juara setelah direkrut 4Aces GC yang dikomandani Dustin Johnson menjelang event kedua tersebut.
Keberhasilan AK ini memang seperti momentum kebangkitannya setelah terpuruk selama 12 tahun. Kim pernah dikenal sebagai salah satu pegolf masa depan AS ketika berhasil menorehkan namanya dalam daftar juara PGA Tour pada 2008 (dengan 2 gelar PGA Tour), dua tahun setelah beralih status ke profesional. Ia bahkan menjadi pahlawan kemenangan Tim Ryder Cup AS dalam ajang beregu 2008. Cedera berkepanjangan mengubur masa depan AK di arena kompetisi profesional pada 2012. Di tengah frustrasinya itu, ia pun kecanduan minum-minuman dan obat-obatan. Ia menghilang dari kompetisi PGA Tour. Kini, AK telah menunjukkan bahwa dirinya masih ada dan mampu menampilkan permainan yang bahkan sebagian orang tidak memprediksi sama sekali.
“Saya berhasil bermain golf dengan baik hari ini. Saya tahu ini akan terjadi,” kata Kim. “Tidak ada orang lain yang perlu percaya pada saya selain diri saya sendiri, dan bagi siapa pun yang sedang berjuang, Anda bisa melewati segala hal.”
AK ingin menunjukkan keberhasilannya di LIV Golf Adelaide ini sebagai inspirasi banyak orang. “Jadi, tujuanku yang pasti adalah menginspirasi orang-orang yang sedang berjuang (dari keterpurukan) karena saya merasa dunia membutuhkan lebih banyak hal seperti itu.”
Hingga Maret ini, Kim bertengger di posisi keempat dalam klasemen individual LIV Golf League 2026. Sementara itu, timnya, 4Aces GC–yang mengontraknya sebelum tampil di Adelaide—menduduki posisi kedua dalam leaderboard beregu. Ini seakan menebus hasil dua musim awal AK yang kurang memuaskan.
Atas hasil positifnya itu, nasihat sederhana Kim: “Don’t f***ing quit. That’s it. Don’t f***ing quit.”



