Keputusan Berani Si Vibrant Mullet

LIV Golf mendapatkan pemain baru yang bersinar dari PGA Tour di musim ini. Dia adalah Cameron Smith. Ada dua faktor kuat yang mendorong Smith untuk menyeberang ke Tour yang kini menjadi primadona baru di kompetisi golf dunia: kontrak besar dan kebebasan waktu.

Akhir Agustus lalu, Cameron Smith memutuskan gabung dengan LIV Golf. Isu kepindahannya itu memang sudah beredar lama. Namun, pegolf Australia itu dinilai masih memiliki karier yang bagus di PGA Tour sehingga tidak mungkin akan semudah itu untuk memutuskan pindah Tour. Ketika Smith mengabarkan keputusannya untuk lompat ke LIV Golf, ini menjadi berita yang besar di akhir Agustus tersebut. Juara the Open 2022 ini telah melakukan keputusan yang berani.

Smith merupakan pegolf terkini dan terbesar yang bergabung dengan LIV. Kepindahannya tersebut menjadi pukulan besar bagi PGA Tour, mengingat ia sedang memainkan golf terbaiknya dengan raih tiga gelar PGA Tour, termasuk satu gelar major dan gelar turnamen termahal di PGA Tour THE PLAYERS Championship, di musim ini. Pegolf No. 2 Dunia ini sedang berada di puncak karier dan masih memiliki beberapa tahun ke depan untuk tetap berada di jajaran pegolf elite dunia.

Kehadiran Smith di LIV Golf telah mengubah persepsi bahwa LIV Golf hanya bisa menampung pegolf-pegolf yang “dianggap” telah melewati masa keemasannya. LIV Golf menawarkan “magnet” yang kabarnya belum mau diakomodasi PGA Tour dan Tour lainnya.

Uang? Ini memang menjadi faktor utama yang ditawarkan LIV Golf. Sebagian pengamat atau juga mereka yang tidak menyukai LIV Golf akan menilai para “pemberontak” tersebut materialistis karena terbuai dengan nominal yang ditawarkan.

Smith pun tidak menolak faktor uang sebagai alasannya pindah. Meski nilai deal-nya dengan LIV Golf tidak dibuka ke publik, ada kabar bahwa Smith menerima nilai kontrak lebih dari US$100 juta. “(Uang) pastinya menjadi faktor keputusan itu. Saya tidak akan menyangkal ataupun mengatakan itu bukan alasannya,” kata Smith, seperti dikutip Golf Digest. “Ini jelas merupakan keputusan bisnis untuk satu hal dan tawaran yang tidak bisa saya abaikan.”

Uang bukan menjadi satu-satunya alasan Smith pindah ke lain “hati”. Ia justru menekankan bahwa kebebasan waktunya sangat menguatkan keputusannya itu.

“Hal terbesar bagi saya (memutuskan) bergabung dengan LIV adalah jadwalnya sangat menarik,” jelas Smith. “Saya akan bisa menghabiskan lebih banyak waktu di rumah Australia dan mungkin juga punya atau mengikuti event di di sana. Saya belum bisa melakukan hal itu (sebelumnya), dan untuk mendapatkan Sebagian hidup saya sangat menarik.”

Photography : Getty Images

Smith memang tidak mengada-ngada. Pada 2-4 September kemarin, Smith sudah turun bertanding di LIV Golf Invitational Series: Boston. Smith akan mengikuti beberapa LIV Golf Invitational Series yang akan selesai pada akhir Oktober. Setelah itu, LIV Golf Invitational akan memasuki off-season hingga pertengahan Februari. Ini artinya, semua pemain LIV Golf Invitational Series, termasuk Smith, akan menikmati liburan selama 3 bulan. Hal seperti ini memang sangat diharapkan pegolf berusia 29 tahun ini.

Smith yang dijuluki vibrant mullet di PGA Tour itu ketika mengamankan status Special Temporary Membership di kompetisi terpadat di dunia tersebut. Itu merupakan tahun keduanya dari jadwal touring-nya. Sejak itu Smith hanya dapat pulang ke rumah untuk beberapa minggu di setiap akhir tahunnya untuk main di Australian Open dan Australia PGA Championship yang berhasil dimenanginya dua kali.

“Saya sudah tinggal di sana lebih dari 7 tahun sekarang, dan saya senang hidup di AS. Tetapi, ada sedikit hal-hal kecil–seperti absen di pernikahan teman, pesta ultah, dan melihat sahabat-sahabat kamu bersenang-senang di pertandingan rugby–sangat memberatkan,” katanya.

Perjalanan Smith sendiri di PGA Tour tidaklah mengecewakan. Berpenghasilan US$27 juta dalam 8 tahun petualangannya di Tour menunjukkan bahwa Smith bisa hidup berkecukupan di AS. Namun, keinginan menjalani hidup normal seperti yang diidam-idamkan Smith menguatkan keputusan berani tersebut, selain tentunya kontrak menggiurkan dari LIV.

Keputusan pindah Tour memang menjadi efek domino besar bagi Smith. Ia pun diskors oleh PGA Tour, dan otomatis kesempatannya bertarung di ajang beregu President Cup pun hangus. Di samping itu, Smith yang dinominasikan menyabet Jack Nicklaus Award–penghargaan pemain terbaik PGA Tour musim ini–. Ia merupakan salah satu nominasi untuk Award itu selain Scottie Scheffler dan Rory McIlroy. Namun, kondisi terkini tersebut mengubur peluang Smith karena ia telah diskors PGA Tour. Anggota-anggota PGA Tour yang merupakan juri untuk award tersebut tentunya akan lebih melihat Scheffler atau McIlroy sebagai penerima award.

Sebagai pemain elite PGA Tour saat ini, keputusan Smith tersebut “menggoyang” keutuhan badan tour di AS itu. Sebelumnya, sebagian besar pegolf PGA Tour ataupun European Tour yang menyeberang ke LIV Golf adalah pegolf-pegolf yang kurang bersinar ataupun sudah memasuki masa senja. Kepergian Smith memang sangat disayangkan.

“Lihatlah orangnya. Dia anak yang hebat dan mewakili dirinya sendiri dengan sangat baik, dan dia melakukannya dengan cara yang benar. Jika dia memang pergi, itu akan menjadi kerugian terbesar karena saya bias. Dia salah satu teman terbaik saya,” kata Billy Horschell, yang merupakan penentang keras LIV Golf.

Merapatnya Smith ke LIV Golf disambut hangat Greg Norman, CEO LIV Golf. “LIV Golf menunjukkan kepada dunia bahwa liga global kami sesungguhnya telah menarik para pemain terbaik dunia dan akan mengembangkan permainan ini ke masa depan untuk generasi berikutnya,” kata Norman, dalam rilis tertulisnya. “Yang terbaik dan paling cemerlang terus merangkul kegembiraan dan energi LIV Golf dan apa yang kami bangun: sebuah liga untuk tim golf yang akan terhubung dengan audiens baru di seluruh dunia.”

Photography : LIV Golf

Lima Ikuti Jejak Smith

Bersamaan dengan Smith, lima pemain PGA Tour pun meninggalkan PGA Tour. Mereka adalah Joaquin Niemann (No. 19 Dunia), Harold Verner III (No. 46 Dunia), Cameron Tringale (No. 55 Dunia), Marc Leishman (No. 62 Dunia), dan Anirban Lahiri (No. 92 Dunia).

Varner, dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Instagram-nya, menyampaikan terima kasih kepada PGA Tour, dengan menyebutnya sebagai “pengubah hidup” yang memungkinkannya untuk “membuat sesuatu dari hidup saya.” Namun dia mengatakan daya tarik finansial dari LIV terlalu sulit untuk dilewatkan.

“Kesempatan untuk bergabung dengan LIV Golf adalah terobosan finansial yang terlalu bagus untuk saya lewati,” katanya. “Saya tahu apa artinya tumbuh tanpa banyak uang. Uang ini akan memastikan bahwa anak saya dan Varners masa depan akan memiliki dasar yang kuat untuk memulai dan kehidupan yang hanya bisa saya impikan untuk tumbuh dewasa. Ini juga akan membantu mendanai banyak program yang saya bangun dengan Yayasan saya. Saya akan terus menempa jalur untuk anak-anak yang tertarik pada golf. Catatan ini adalah tanda terima untuk itu.”

Lahiri, pegolf kebanggaan India dan juga Asia, memiliki pandangan yang hampir sama dengan Smith. Ia merasa kesepian berada di AS ketika semua keluarga dan kerabat dekatnya berada di Indonesia.

“Saya coba contohkan. Finis runner up di Players (Championship) merupakan sesuatu hal yang besar bagi saya. Namun, saya tidak dapat merayakannya hingga 4 bulan kemudian (Juli) ketika saya berkunjung ke India setelah Scottish Open. Saya lihat ini (gabung dengan LIV Golf) sebagi sebuah upaya untuk memperbaiki keseimbangan hidup-bekerja saya,” kata Lahiri, seperti dikutip Hindustan Times. “Saya melihat sebagai upaya lebih dekat dengan keluarga dan teman. Saya melihatnya sebagai sesuatu yang memberikan saya lebih banyak waktu untuk menikmati anak-anak saya bertumbuh.”

Alasan Lahiri sederhana tetapi memiliki makna yang sangat mendalam….

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Fakta di Balik Jeeno

Dari Wonderteen ke Wonderwoman

Musim Lengkap untuk McIlroy

Turnamen Khusus Kedi Se-Jawa dan Bali

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat