Emosi Justin Thomas seakan meledak ketika ia memastikan diri memenangi RBC Heritage at Harbour Town Golf Links, South Carolina. Ini menjadi gelar pertama Thomas dalam 3 tahun terakhir. Pegolf berusia 31 tahun tersebut terakhir menjuarai turnamen, yaitu pada PGA Championship 2022.
Memulai putaran terakhir, tertinggal 1 pukulan dari leader 54 hole Si Woo Kim, Thomas justru tampil konsisten. Ia berhasil mengumpulkan skor total 17-under tanpa membuat satu bogey pun. Bersama Andrew Novak, Thomas berbagi tempat di puncak leaderboard pada akhir putaran keempat.

Keduanya harus menyelesaikan lagi di partai playoff. Lagi-lagi, Thomas mampu mempertunjukkan konsistensinya di babak paling menentukan. Pukulan kedua Thomas dari fairway berhasil menempatkan bola di green, hanya 6,5 meter ke hole. Sebaliknya, bola Novak berjarak 9,5 meter ke hole. Ketika Novak gagal memasukkan birdie, Thomas justru sukses mengukir birdie.
“Sungguh luar biasa. Anda tidak pernah menyangka betapa sulitnya meraih kemenangan. Setidaknya saya tahu saya pernah merasakannya di awal karier saya,” kata Thomas, seperti dikutip Fox Sports.
Kemenangan di playoff ini mengukuhkan status Thomas sebagai “raja” di babak penentuan tersebut. Dari 7 kali playoff di PGA Tour, Thomas berhasil memenanginya lima kali.

Tidak hanya mengakhiri masa paceklik gelar juara, Thomas pun berhasil membangkitkan kepercayaan dirinya yang mengalami penurunan. Selama 1.064 hari tanpa gelar tersebut, Thomas mengalami berbagai drama. Ia harus melawan tekanan pada dirinya ketika masuk tim Ryder Cup AS pada 2023. Gagal masuk FedExCup Playoff 2023 untuk pertama kalinya dalam kariernya, membukukan skor 80-an dalam turnamen major back-to-back, dan berhenti kerja sama dengan pelatih swing yang juga sekaligus ayah kandungnya, Mike menjadi bagian kisah drama Thomas di 2023.
Tanda-tanda keberhasilan Thomas di RBC Heritage sebenarnya sudah terlihat sejak putaran pertama. Menutup putaran pertama, ia mencetak course record dengan 61, yang dilanjut dengan 69-69 di 2 putaran berikutnya. Memasuki putaran akhir, Thomas berada di papan atas untuk pertama kalinya sejak Farmers Insurance Open 2022.
Sepanjang pekan tersebut, Thomas pernah mengatakan bahwa ia berencana untuk mempercayai dirinya sendiri. Untuk bermain dengan cerdas, sabar dan disiplin, ia berencana untuk membiarkan turnamen ini datang kepadanya. Itu adalah pola pikir yang sama yang membantunya lolos dari keterpurukan. Di hari Minggu, hal itu memberikannya hasil akhir yang positif.

“Saya pikir bagian tersulitnya adalah sangat sulit untuk menang,” kata Thomas, seperti dikutip Golf.com. “Saya merasa telah bermain cukup baik untuk menang selama beberapa tahun, tetapi hanya karena Anda merasa seperti itu dan memang benar, bukan berarti Anda akan menang.
“Jelas tahun 2023 sangat sulit dan saya mencoba untuk mengatasi hal itu dan keluar dari itu, tetapi saya merasa seperti saya memberikan lebih banyak tekanan pada diri saya sendiri tahun lalu untuk menang dibandingkan tahun ini, dan saya hanya merasa permainan saya berada di tempat yang lebih baik dan di tempat yang baik di mana saya hanya berusaha sekeras mungkin untuk menempatkan diri saya di tempat yang secara mental hanya mempercayai dan bermain dan hanya berkomitmen pada apa yang saya lakukan dan memiliki keyakinan bahwa itu akan cukup baik semakin sering saya berada di sana.”
Dengan kemenangan ini, Thomas menjadi pemain ketujuh sejak 1960 yang menenangi 16 gelar, termasuk berbagai titel majors, sebelum usia 32. Yang lainnya adalah Arnold Palmer, Jack, Miller, Tom Watson, Tiger Woods, dan Rory McIlroy. Ia telah menghapus kenangan-kenangan buruk dalam 1.064 hari.



