Juarai IS Morocco, Scott Vincent Akhiri Puasa Gelar 3 Tahun

Pergelaran International Series (IS) Morocco menjadi bukti kedigdyaan pegolf Zimbabwe Scott Vincent usai menjuarai salah satu turnamen premium Asian Tour. Vincent menuntaskan perjuangannya di putaran final dengan permainan impresif.

Meski sempat membukukan 2 double bogey di sembilan hole pertama, tetapi menebus kesalahan tersebut dengan 2 birdie, Vincent masih bisa menjaga mentalitasnya agar tidak drop. Ancaman berikutnya justru datang dari Danthai Boonma yang justru berada 11 grup di depan Vincent. Pegolf Thailand tersebut yang terlebih dahulu menyelesaikan putaran akhir hanya terpaut 1 pukulan di posisi 2 dengan Vincent yang baru masuk hole 15.

Ketika Boonma menunggu Vincent dengan berharap ada “kecelakaan” sehingga bisa memaksakan minimal play-off, pegolf berusia 33 tahun tersebut justru menyelesaikan sisa 4 hole dengan 3 birdie. Ini membuat skor total Vincent menjadi 278 (14-under), sedangkan Boonma hanya 10-under.

Credit: Steve Bardens/Asian Tour

“Sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata, tapi minggu yang luar biasa, hari yang luar biasa. Ini luar biasa, sangat luar biasa bisa berada di sini dan sangat bersyukur,” kata Vincent, seperti dikutip rilis Asian Tour..

“Itu adalah sebuah tantangan, pastinya (untuk tetap bersabar karena dia terus kehilangan birdie putt sebelum hole 15), karena saya tidak tahu di mana posisi saya, dan rasanya seperti kehilangan semua peluang itu.

“Tapi apa yang bisa Anda lakukan? Anda hanya perlu melanjutkan ke hole berikutnya dan mencoba melakukan yang terbaik dari sana. Dan kemudian saya melihat ke atas pada hole terakhir dan saya memimpin tiga pukulan. Dan saya seperti, ‘wow, semuanya terbayar!”

Danthai Boonma, credit: Steve Bardens/Asian Tour

Vincent mengatakan bahwa kunci untuk bermain dengan baik di lapangan yang dipenuhi pepohonan seperti Royal Dar Es Salam adalah menerima kenyataan bahwa kesalahan akan terjadi. “Anda tidak bisa menghindari bogey – itu pasti terjadi. Tapi saya memiliki rencana permainan yang jelas dan hanya fokus untuk mengeksekusinya. Kadang-kadang sesuatu berjalan sesuai keinginan Anda, kadang-kadang tidak, tapi ini tentang memukul pukulan terbaik di depan Anda setiap saat,” tambah Vincent.

“Minggu ini, strategi, cara saya bermain, dan bahkan beberapa pantulan bola berjalan sesuai keinginan saya. Ini sangat spesial. Minggu seperti ini hanya terjadi sesekali. Dan untuk melakukannya bersama teman dekat dan caddy saya, Kyle, membuatnya sangat keren.”

Setelah kehilangan kartu tour di LIV Golf musim lalu, Vincent justru menunjukkan performa yang bagus di musim ini. Ini memang tidak terlepas dari dukungan teman kecilnya yang kini menjadi membawa golf bag Vincent, Kylie Basson. Musim 2025 ini Vincen telah berhasil finis Top 12 sebanyak 8 kali dalam 11 start worldwide.

International Series Morocco menjadi kemenangan kedua Vincent di Asian Tour. Sebelumnya, Vincent pun menjuarai International Series lainnya di Inggris pada 2022 yang justru menjadi gelar terakhirnya sebelum kembali menang di Royal Golf Dar Es Salam, Maroko, Minggu (6/7).  Saat ini ia menduduki puncak klasemen Asian Tour Order of Merit dan peringkat 2 International Series Ranking, di bawah pegolf Australia Lucas Herbert. Vincent kembali membuka peluang untuk bisa balik lagi ke LIV Golf League melalui IS Ranking.

 

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa