Juara di Kandang Sendiri

Celine Boutier selalu memiliki hati yang lebih kepada Evian Championship. Dari seluruh turnamen major, dan juga sirkuit LPGA, ia lebih menginginkan untuk bisa memenangi turnamen besar di negaranya sendiri. Mimpinya itu selalu terpatri sejak Boutier masih remaja.

Dan 30 Juli kemarin, Boutier pun berhasil mewujudkan mimpinya menjadi kenyataan. Pegolf berusia 29 tahun itu menjuarai Evian Championship. Sinyal kemenangan Boutier sudah terlihat sebelum putaran final dimulai di Evian Resort Golf Club. Memimpin dengan keunggulan 3 pukulan, Boutier yang bermain di final group begitu percaya diri dalam turnamen berhadiah US$6,5 juta.

Credit: Stuart Franklin/Getty Images

Benar saja, Boutier mulai melebarkan selisih pukulan, menjadi 4, berkat 3 birdie di 5 hole awal. Meski sempat bogey di hole 13, Boutier masih bisa meraih birdie di hole 15. Ini seperti memproklamasikan kemenangan terbesarnya sejak tampil di LPGA Tour di 2017, dan juga mimpi besarnya. Finis terbaik Boutier di Evian Championship adalah T29 (2021) dalam enam penampilan terakhirnya. Tahun lalu, ia bahkan gagal lolos cut

“Sejujurnya, ini merupakan impian terbesar saya sejak saya mulai menonton golf,” kata Boutier, yang mengumpulkan skor total 270 (14-under).

“Turnamen ini selalu menjadi sangat spesial bagi saya, bahkan sejak saya masih remaja. Bisa memegang trofi ini sungguh luar biasa.”

Gaby Lopez, credit: Stuart Franklin/Getty Images)

Kemenangan ini pun mengukir sejarah baru bagi golf Prancis. Boutied menjadi pegolf pertama Prancis yang bisa menang di Evian Championship, turnamen besar satu-satunya di Prancis. Sejak melakukan debutnya pada 1994, dan kemudian menjadi turnamen major pada 2013, belum pernah ada pegolf Prancis yang bisa menjadi juara di kendang sendiri.

Tidak hanya itu, ia menjadi satu-satunya pegolf yang bisa membukukan skor 60-an dalam 4 putaran. Boutier sendiri menjadi pegolf ketiga Prancis yang mampu menjuarai turnamen major setelah Catherine Lacoste yang menang US Women’s Open 1967 sebagai pemain amatir dan Patricia  Meunier-Lebouc di Chevron Championship 2003.

Brooke M. Henderson, credit: Stuart Franklin/Getty Images)

Juara bertahan Brooke Henderson harus puas di posisi kedua dengan 276 (8-under), 6 pukulan di belakang Boutier. Lima pegolf, Celine Borge, Gaby Lopez, A Lim Kim, Yuka Saso, dan Nasa Hataoka, berada di T3 dengan 275 (7-under).

Share with

More News

Jalan Panjang Realisasi Kerja Sama PGA Tour-PIF

Penghargaan Bergengsi untuk Legenda Golf Wanita Korea

Brooks Koepka: “Kerja Sama itu dengan PIF, bukan LIV”

Drama itu Makin Memanas

Digital Edition

COVER JUN JUL 2024
June - July 2024

Berburu Emas di Padang Le Golf National

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia