Juara major 2 kali Jon Rahm akan meninggalkan LIV Golf League, yang menjadi pukulan berat bagi sirkuit golf bentukan Greg Norman ini yang sedang berupaya bangkit dari kepailitan federal setelah penyokong dana Public Investment Fund dari Arab Saudi menghentikan supportnya. Rencana pegolf Spanyol berusia 31 tahun itu hengkang dari LIV Golf disampaikan pengacara Rahm, John Beck, dalam sidang di Pengadilan Kepailitan AS di New Jersey yang dipimpin Hakim Michael B. Kaplan pada Rabu (7/10) kemarin.
“Mr. Rahm telah meninjau secara mandiri ketentuan yang diusulkan untuk LIV 2.0 dan memutuskan bahwa ketentuan tersebut tidak dapat diterimanya, sehingga ia tidak akan ikut serta dalam LIV 2.0 ke depannya,” kata Beck, seperti dikutip tsn.ca.

Beck kembali melanjutkan bahwa Rahm dan LIV Golf sedang berupaya menyelesaikan perjanjian pemisahan paling lambat pada 15 Oktober depan.
Rahm menjadi satu dari 2 tokoh kunci di LIV Golf yang berupaya menjaga pamor mereka yang semakin memudar dan sekaligus mempertahankan keberlangsungan sirkuit tersebut ke depannya. Bersama Bryson DeChambeau, juara U.S. Open dua kali, Rahm adalah pegolf elite dan populer yang meninggalkan PGA Tour untuk bergabung dengan LIV Golf.
Ia menandatangani kontrak dengan LIV Golf pada Desember 2023. Perekrutan sang juara Masters saat itu oleh LIV Golf dianggap sebagai langkah strategis yang sangat penting. Rahm dilaporkan menerima kontrak berjangka panjang senilai lebih dari US$300 juta. Rahm telah empat kali menjuarai LIV Golf League dan menjadi juara individu sepanjang musim di sirkuit tersebut dalam tiga musim terakhir.

Ketika LIV Golf mengalami guncangan akibat penghentian dana dari PIF, Rahm masih berpikir positif untuk tidak hengkang. Dirinya masih menghormati kontrak yang masih berjalan beberapa tahun ke depan.
“Saat ini, kontrak saya masih tersisa beberapa tahun lagi,” kata Rahm pada Mei kemarin. “Saya cukup yakin mereka telah menyusunnya dengan baik, jadi saya tidak melihat banyak jalan keluar. Saat ini, saya belum terlalu memikirkannya karena kami masih memiliki satu musim lagi yang harus dijalani dan turnamen-turnamen besar yang harus diperebutkan. Ini bukanlah sesuatu yang ingin saya pikirkan untuk saat ini.”
Namun, ketika LIV mengajukan pailit, dan kemudian muncul LIV Golf 2.0 dengan nilai prize money yang lebih kecil dan juga berbagai persyaratan lainnya, Rahm mulai berubah pikiran.
Kebangkrutan LIV Golf tampaknya mengubah keadaan Rahm. Para pegolf LIV masih diberikan kesempatan untuk menandatangani kesepakatan bergabung dengan LIV Golf 2.0 hingga 25 Oktober nanti. Namun, tidak demikian Rahm yang berkeinginan hengkang.
Sebelumnya, juara Masters 2017 Sergio Garcia pun telah memutus kontraknya dengan LIV Golf. Garcia telah mendapat izin untuk mengakhiri kontraknya dengan LIV Golf menyusul putusan pengadilan yang menguntungkannya, yang berarti pemain asal Spanyol tersebut bebas mempertimbangkan semua opsi yang tersedia pada tahun 2027 dan seterusnya. Ia masih punya kesempatan untuk main di LIV Golf 2.0, tetapi kemungkinannya sangat kecil.

Selepas dari LIV Golf, Rahm masih berkesempatan untuk tampil di DP World Tour, setidaknya di sisa akhir musim 2026. Ini terealisasi setelah ia mengakhiri perselisihannya dengan DP World Tour dan sepakat untuk membayar denda senilai £2.21m karena bermain dalam conflicting events. Dengan demikian, Rahm eligible untuk mengikuti DP World Tour 2026 dan berpeluang besar masuk Ryder Cup.
Namun, Rahm belum berhak tampil di PGA Tour. Ia sebelumnya menolak tawaran PGA Tour melalui Returning Member Program, yang terbuka untuk dirinya, DeChambeau, Cameron Smith, dan Brooks Koepka. Koepka menjadi satu-satunya pegolf yang menerima tawaran program tersebut. Akibatnya, Rahm akan dikenai skorsing wajib selama satu tahun sebelum berhak kembali ke PGA Tour, yang berarti ia tidak dapat bertanding di sirkuit tersebut hingga akhir Agustus tahun depan.



