Debut International Series (IS) Philippines menorehkan sejarah baru bagi tuan rumah. Miguel Tabuena menjadi tokoh protagonis yang dielu-elukan publik golf tuan rumah yang memenuhi Sta. Elena Golf Club, Barrio Malitlit Luzon, Santa Rosa, Laguna, Filipina, usai menjuarai turnamen berhadiah total US$2 juta. Finis dengan total 24-under (264), Tabuena mengungguli 2 pegolf Jepang, Kazuki Higa dan Yosuke Asaji, yang tied di posisi kedua.
Usai menyelesaikan moving day pada Sabtu (25/10), Tabuena berbagi tempat dengan 2 pimpinan klasemen lainnya, Sampson Zheng (CH) dan Sarit Suwannarut (THA) di puncak dengan skor 17-under. Bertanding di hadapan publik sendiri, Tabuena seakan mendapatkan suntikan tambahan sehingga menampilkan performa yang luar biasa. Tidak tampak Tabuena yang cedera leher dan memaksanya mundur di Macao Open pada pekan sebelumnya.

Hingga hole 7, Tabuena masih tied dengan Zheng dengan 18-under. Namun, eagle di hole 8 par 5 mengokohkan posisinya di puncak, mulai meninggalkan para pesaingnya. Tambahan 4 birdie di 9 hole kedua memastikan gelar juara bagi pegolf berusia 31 tahun tersebut. Ia menjadi pegolf pertama Filipina yang sukses menjuarai turnamen premium International Series dan juga mencetak sejarah sebagai pemenang debut IS Philippines, turnamen terbesar yang pernah digelar di Filipina.
“Ini benar-benar istimewa. Ini adalah turnamen golf terbesar yang pernah diselenggarakan Filipina. Menang sebagai orang Filipina, di hadapan publik sendiri, adalah kehormatan yang luar biasa,” kata Tabuena, yang duduk berlutut setelah melakukan pukulan kemenangan di hole 18.
“Saya tidak dalam kondisi 100 persen minggu ini. Saya mundur dari sebuah event pekan lalu karena kram leher, tapi entah bagaimana, kami berhasil melakukannya. Saya berhasil pulih dan menyesuaikan diri. Sangat mengharukan melihat dukungan dari para penggemar, tidak peduli jenis pukulan apa yang saya lakukan.

“Keluarga dan teman-teman saya ada di sana. Ibu saya akan genap 60 tahun pada Desember ini, dan artinya segalanya bagi saya untuk melihatnya menyaksikan kemenangan saya. Saya hanya jatuh berlutut. Sulit untuk menahan emosi setelah minggu yang panjang dan penuh emosi. Saya memiliki begitu banyak ekspektasi – dari orang lain dan dari diri sendiri. Ini artinya segalanya.”
Kemenangan Tabuena pun mengukuhkan dirinya sebagai pegolf Filipina tersukses di Asian Tour. Ia kini mengoleksi 4 gelar juara, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang Angelo Que dengan 3 gelar juara. Karier pendapatannya pun menembus angka US$3 juta di Asian Tour dengan gelar juara pertamanya di International Series.

International Series Philippines merupakam event keenam dari 9 turnamen premium tersebut dalam jadwal Asian Tour 2025. Asian Tour dan International Series akan berlangsung di Hong Kong pekan ini dengan Link Hong Kong Open yang berhadiah total US$2 juta.



