Indonesia Golf Festival (IGF) akan kembali hadir pada 23-25 Oktober 2026 ini dengan menargetkan lebih dari 120 exhibitor dan area pameran seluas 10.000 meter persegi. Melalui penyelenggaraan ini, IGF berupaya memperluas kolaborasi antarpelaku industri sekaligus memperkuat ekosistem golf nasional.
Diselenggarakan oleh Asosiasi Pemilik Lapangan Golf Indonesia (APLGI) bersama PT Satu Tujuan Event (SATUE), IGF merupakan festival golf yang menjadi wadah pertemuan berbagai pemangku kepentingan industri golf di Indonesia. Mengusung tema “Elevate the Game, Expand the Sport”, IGF 2026 resmi diperkenalkan melalui konferensi pers yang berlangsung di DBS Bank Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (14/10).
Ketua Umum APLGI, Budiarsa Sastrawinata, mengatakan bahwa IGF merupakan bagian dari upaya asosiasi untuk mendukung pertumbuhan industri golf sekaligus memperluas pengenalan olahraga ini kepada masyarakat.
“Melalui pameran ini, APLGI ingin mendorong keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemilik lapangan golf, pelaku industri, mitra bisnis, komunitas, hingga masyarakat umum. Asosiasi pemilik lapangan golf di Indonesia hadir untuk mengembangkan olahraga golf ini. Dan pada akhirnya, Indonesia Golf Festival diharapkan menjadi momen bagi para pelaku industri golf untuk sama-sama mengembangkan dan berusaha memperkenalkan olahraga golf kepada masyarakat Indonesia,” ujar Budiarsa.

Tema “Elevate the Game, Expand the Sport” mencerminkan semangat IGF 2026 untuk tidak hanya menampilkan perkembangan terbaru industri golf, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jangkauan olahraga ini di Indonesia.
Sementara itu, Direktur Utama PT Satu Tujuan Event, Bambang Setiawan, turut hadir dalam konferensi pers mewakili pihak penyelenggara. SATUE berperan menerjemahkan visi dan tujuan APLGI ke dalam pelaksanaan pameran, termasuk mengoordinasikan berbagai kebutuhan operasional untuk mendukung kelancaran acara.
Menurut Bambang, IGF 2026 akan menghadirkan beragam produk, layanan, teknologi, dan pengalaman yang berkaitan dengan olahraga golf. Berbagai sektor yang akan terlibat meliputi perlengkapan golf, apparel, pengelolaan lapangan golf, akademi golf, simulator golf, golf travel, teknologi olahraga, hingga merek-merek lifestyle.
Kehadiran berbagai kategori tersebut diharapkan memberi kesempatan bagi pelaku industri untuk memperkenalkan inovasi terbaru, menjangkau konsumen potensial, serta membangun hubungan bisnis dan kolaborasi baru.
Dengan target lebih dari 120 exhibitor dan luas area pameran mencapai 10.000 meter persegi, IGF 2026 diharapkan menjadi platform strategis untuk mempertemukan berbagai sektor yang saling mendukung dalam ekosistem golf nasional.

Selain memperkuat ekosistem industri, pengembangan wisata golf juga menjadi salah satu potensi yang ingin didorong melalui kolaborasi antarpemangku kepentingan. Indonesia memiliki sekitar 169 lapangan golf yang tersebar di berbagai wilayah, sehingga peluang untuk meningkatkan daya tarik sebagai destinasi wisata golf internasional masih terbuka.
Untuk menarik lebih banyak wisatawan, Indonesia perlu memperkuat infrastruktur dan aksesibilitas, serta mengembangkan paket wisata terpadu yang menggabungkan golf dengan akomodasi, kuliner, dan pengalaman wisata lainnya.
“Saat ini, Jepang dan Korea Selatan merupakan pasar potensial, mengingat besarnya jumlah pemain golf di kedua negara tersebut. Sedangkan Vietnam mampu menarik sekitar satu juta kunjungan wisata golf internasional. Perbandingan tersebut menunjukkan adanya peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan pasar serupa melalui strategi promosi dan kolaborasi yang lebih terarah,” jelas Dharma, Wakil Ketua Umum II APLGI sekaligus Komisaris Utama PT Intra GolfLink Resorts Tbk.
Ia menambahkan bahwa pengembangan wisata golf berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh pengelola lapangan golf, tetapi juga oleh hotel, restoran, transportasi, serta berbagai sektor pendukung pariwisata lainnya.
Melalui IGF 2026, APLGI dan SATUE berharap para pemangku kepentingan dapat memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan potensi industri golf nasional. Pertemuan antara pelaku usaha, komunitas, mitra bisnis, dan masyarakat diharapkan dapat membuka peluang kerja sama sekaligus memperluas pasar olahraga golf di Indonesia.
Dengan menggabungkan pengembangan olahraga, inovasi industri, perluasan pasar, dan promosi destinasi wisata, IGF 2026 diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendorong industri golf nasional tumbuh lebih kompetitif serta meningkatkan potensi Indonesia sebagai tujuan wisata golf internasional.



