HARAPAN INGGRIS DI PETA GOLF DUNIA

Meski Inggris dikenal sebagai salah satu negara yang menjadi mendorong perkembangan golf hingga seperti sekarang ini, tidak banyak pegolf Inggris yang bisa mengukir namanya di peta golf dunia. Kini, Inggris memiliki harapan baru pada Matt Fitzpatrick. Pegolf berusia 28 tahun ini merupakan pemain No. 8 Dunia, melampaui dua seniornya yang berusia 32 tahun, Tommy Fleetwood dan Tyrell Hatton. Fitzpatrick yang memiliki karier mentereng di amatir sebenarnya bisa dibilang terlambat untuk masuk posisi elite dunia. Kemenangannya di US Open 2022 langsung mendorongnya ke posisi No. 10 Dunia. Hingga 26 November ini, Fitzpatrick telah menempati peringkat No. 8 dalam Official World Golf Ranking, posisi tertinggi dalam karier profesionalnya. Berikut perjalanan golf dari pemain yang dijuluki “baby face assassin” tersebut.

 

Bagaimana karier Fitzpatrick di jalur amatir?

Nama Fitzpatrick mulai meroket usai menjuarai Boys Amateur Championship 2012  di Notts Golf Club. Kemenangan ini membawanya ke Open Championship 2013. Di ajang major tertua di dunia tersebut, pegolf kelahiran Sheffield, Inggris, tersebut berhasil meraih silver medal sebagai pegolf amatir terbaik dengan raihan 10-over-par 294, finish di T44.

Apa prestasi tertinggi Fitzpatrick di amatir?

Ketika menjuarai U.S. Amateur di Country Club, Fitzpatrick yang waktu itu berusia 18 tahun menjadi pegolf pertama Inggris yang memenangi gelar bergengsi tersebut dalam lebih dari 100 tahun. Ia pun menjadi pegolf amatir No. 1 Dunia pada 2013-2014. Fitzpatrick menduduki takhta tersebut dalam total 21 pekan.

Bagaimana perjalanan Fitzpatrick ketika mulai berstatus profesional?

Ia mulai menyandang status pro pada 2014 usai US Open. Pada November Fitzpatrick mengikuti European Tour Qualifying School dan berhasil finis di posisi 11. Ia pun berhak mendapatkan kartu European Tour 2015. Perjalanan di kompetisi Eropa pun dimulai. Fitzpatrick hanya perlu 1,5 tahun untuk merengkuh trofi profesional pertamanya di British Masters pada Oktober dalam usia 21 tahun. Satu bulan kemudian, Fitzpatrick berhasil menembus Top 50 Duni.

MATT FITZPATRICK – AP

Ketika berhasil mempertahankan gelar Omega European Masters pada 2018, Fitzpatrick mengukir sejarah baru.

Ia menjadi pegolf pertama yang mampu mempertahankan gelar Omega European Masters sejak Seve Ballesteros melakukan hal yang sama 40 tahun sebelumnya (1978). Tidak hanya itu, Fitzpatrick juga melampaui rekor Nick Faldo sebagai pegolf muda Inggris yang menjuarai European Tour lima kali.

Pada 2019, Fitzpatrick mulai membidik kartu PGA Tour dengan goal untuk menjadi pegolf global. Bagaimana pencapaiannya?

Fitzpatrick berhasil meraih kartu PGA Tour untuk 2020 berkat posisi runner up di Arnold Palmer Invitational dan T-4 di WGC-FedEx St. Jude Invitational. Empat kali raihan runner up di musim 2019 itu pun mendorong posisinya ke Top 40 ranking dunia. Di musim berikutnya, Fitzpatrick tetap menunjukkan permainan yang solid, mampu mengukir lolos cut di 20 event PGA Tour berturut-turut. Namun, ia belum berhasil meraih satu gelar PGA Tour pun. Gelar juara justru terukir di DP World Tour dengan memenangi DP World Tour Championship, sehingga Fitzpatrick bisa finis runner up di Race to Dubai dan mencapai ranking dunia tertinggi dalam kariernya saat itu: No. 16.

Musim 2022 menjadi tahun kegemilangan Fitzpatrick. Bagaimana kisahnya?

Ia memulai musim 2022 dengan performa cemerlang. Empat kali finis Top 10  dalam 6 start-nya di PGA Tour menjadi bukti permainan solid Fitzpatrick. Menduduki posisi runner up di Wells Fargo Championship pada pekan pertama Mei seakan memberikan motivasi tinggi Fitzpatrick di major pertamanya tahun itu: US PGA Championship. Ia pun berhasil finis T5. Sebulan kemudian, Fitzpatrick memenangi major pertamanya di US Open setelah unggul satu pukulan dari Will Zalatoris dan Scottie Scheffler.

Menjuarai US Open 2022 ternyata menjadi sejarah tersendiri bagi Fitzpatrick. Apakah itu?

Fitzpatrick menjadi pegolf kedua yang bisa menjuarai US Open di venue yang sama (Country Club) dengan ia meraih US Amateur 2013 setelah Jack Nicklaus pada 1961 (US Amateur) dan 1972 (US Open) di Pebble Beach.

Keberhasilan Fitzpatrick dalam 4 tahun terakhir ini memang tidak terlepas dari evolusi yang dijalaninya. Apa yang dilakukan Fitzpatrick?

Ia melakukan perubahan besar pada 2020. Setelah menganalisis permainannya, Fitzpatrick menyadari bahwa ia perlu menambah jarak ketika memukul dari tee.  “Itu adalah hal besar yang benar-benar menghambat saya,” katanya, seperti  dikutip Golf.com. “Putting saya bagus. Short game saya bagus. Permainan approach saya baik-baik saja, tapi pukulan drive saya… Saya lurus tapi tidak punyajarak yang cukup untuk mengambil keuntungan dari yang lainnya.”

Ia memutuskan untuk melakukan perubahan. Namun, Fitzpatrick tidak mau gegabah. Ia merekrut seorang biomechanist Dr. Sasho Mackenzie as a consultant, yang bekerja sama dengan coach-nya Mike Walker, untuk melakukan perubahan itu. Ini adalah sebuah proses evolusi, bukan revolusi, demikian tegas Fitzpatrick. Swingnya pun berubah perlahan-lahan, tetapi tidak berubah total. Seiring dengan bertambahnya jarak, permainannya pun perlahan-lahan membaik. Gelar DP World Tour Championship menjadi buah pertama dari perubahan swingnya tersebut hingga akhirnya bisa menjuarai major pertamanya di US Open 2022 lalu.

Bagaimana rasanya menjadi juara major?

“Rasanya 10 juta kali lebih baik daripada yang saya bayangkan. Bagi saya, ini adalah perasaan terhebat yang pernah saya rasakan,” kata Fitzpatrick, seperti dikutip New York Times.

Apa yang berubah dari visi Fitzpatrick setelah memenangi US Open?

Ia selalu merasa bahwa kerja keras yang dilakukannya sudah cukup baik untuk berkompetisi di turnamen major. “Apakah itu cukup baik untuk memenangkannya, saya tidak pernah yakin karena saya tidak pernah memberikan diri saya kesempatan hingga US PGA (Championship) 2022, mencapai posisi T5—pencapaian tertinggi di semua turnamen major sebelum US Open 2022. Memenangi US Open membuktikan bahwa apa yang saya lakukan sudah benar,” jelasnya.

Credit: Andrew Wevers-USA TODAY Sports

MATTHEW THOMAS FITZPATRICK

Tanggal Lahir: 1 September 1994

Awal Status Pro: 2014

Kuliah: Northwestern University

PRESTASI

2015    British Masters+

2016    Nordea Masters+

            DP World Tour Championship+

2017    Omega European Masters+

2018    Omega European Masters+

2020    DP World Tour Championship+

2021    Andalucia Masters+

2023    US Open#

            RBC Heritage*

            Alfred Dunhill Links Championship+

Keterangan:

+ European (sekarang, DP World) Tour

* PGA Tour

# Turnamen major

Share with

More News

Peluncuran Si Pemberani Baldo

Sergio Garcia Lakukan Debut Desain Lapangan Golf di Portugal

Berkah Valhalla bagi Xander Schauffele

Terobos Antrean Kecelakaan, Juara Masters 2024 Ditahan

Digital Edition

Screenshot 2024-04-05 131223
April - May 2024

Kunjungan Ke Dua Destinasi Major

Screenshot 2024-02-05 at 13.13.38
February - March 2024

Pemain Terbaik Indonesia Musim 2023

Cover
December 2023 - January 2024

Juara Sejati di Jagat Golf Indonesia

cover
October - November 2023

Petualangan Viking di Benua Merah