Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

Musim 2025 ini menjadi panggung utama Jeeno Thitikul. Pegolf Thailand berusia 22 tahun tersebut menunjukkan dominasinya dalam pentas golf wanita dunia dan mengakhiri musim kompetisi 2025 ini dengan torehan berbagai prestasi. 

Minggu, 23 November 2025, posisi bola Jeeno Thitikul berjarak 2 meteran ke hole di hole 18. Dengan total skor 25-under, unggul 3 pukulan dari rekan senegaranya–Pajaree Anannarukarn, Jeeno sebenarnya hanya memerlukan dua pukulan untuk save par saja agar bisa memenangi CME Group Tour Championship, event penutup musim LPGA 2025. Namun, pegolf Thailand itu masih berpeluang menutup musim 2025 ini dengan ending yang berkesan di Tiburon Golf Club.

Setelah beberapa kali berupaya membaca break, Jeeno pun melakukan setup, lalu memukul bola dengan pelan. Bola bergulir perlahan-lahan dan kemudian masuk! Dengan wajah tersenyum, Jeeno langsung mengangkat kedua tangannya ke atas. Ia menjadi juara CME Group Tour Championship 2025. Hebatnya, prestasi ini diukirnya back-to-back.

Akhir petualangan Jeeno di musim 2025 pun makin happy ending. Selain meraih trofi event penutup musim LPGA 2025 dengan total hadiah US$11 juta dan cek senilai U$5 juta, pegolf berusia 22 tahun tersebut memborong 2 penghargaan bergengsi Rolex Player of the Year 2025 dan Vare Trophy 2025. 

Thitikul menjadi pegolf kedua Thailand yang meraih penghargaan Rolex Player of the Year yang prestisius sejak diperkenalkan pada 1966. Seniornya, Ariya Jutanugarn, memenangi penghargaan tersebut untuk kedua kalinya pada 2018, dan yang pertama pada 2016. Dia menjadi pemain pertama sejak Lydia Ko pada 2022 yang mearih penghargaan Rolex Player of the Year dan Vare Trophy dalam 1 musim yang sama.

Jeeno Thitikul. Foto: Mark Runnacles/LET

Memasuki CME Group Tour Championship, ada 4 pegolf yang difavoritkan untuk memenangi Vare Trophy (pemain dengan rata-rata skor terendah untuk musim ini). Mereka adalah Thitikul (dengan rata-rata: 68.877); Nelly Korda (69.582); Minjee Lee (69.671); dan Miyu Yamashita (69.802). Namun, Thitikul akhirnya memenangi Vare Trophy 2025. Hebatnya, ia membukukan skor 68.68, yang menjadi rekor skor terendah baru dengan melampaui skor Annika Sorenstam pada 2002 dengan 68.69. Setelah meraihnya pada 2023, Jeeno menjadi pemain ke-16 yang meraih Vare Trophy dalam musim yang berbeda.

“Saya merasa ini suatu kehormatan. Tentu saja, Vare Trophy dan Rolex Player of the Year selalu menjadi simbol konsistensi Anda sepanjang musim yang panjang, tapi saat memegang trofi itu, saya merasa merinding karena menurut saya trofi itu menyimpan seluruh sejarah golf dari para pemain,” jelas Jeeno.

Meski penghargaan yang diraihnya memang membanggakan dan mengundang banyak pujian, Thitikul merasakan bahwa kesuksesannya tetap sama seperti sebelumnya. Pegolf No. 1 Dunia itu mengatakan dirinya masih merasa seperti Jeeno yang sama seperti dulu.

“Hidupku masih sama seperti dulu, kurasa. Aku masih harus memukul bola dengan cara yang sama. Aku masih harus melakukan putting dan chipping,” kata Thitikul. “Semua kemenangan yang aku raih, tidak ada yang bisa mengambilnya dariku, dan aku tidak berpikir itu akan menjadi orang istimewa, istimewa seperti orang-orang di seluruh dunia. Aku pikir aku tetap manusia yang sama seperti kalian. Aku harus bekerja. Aku punya hal-hal yang harus dilakukan. Aku punya momen bahagia. Aku punya momen sedih. Itu hanya gambaran hidup,” jelasnya. 

Musim 2025 ini menjadi bukti dominasi Jeeno di kancah kompetisi. Finis 14 kali di Top 10 dalam 20 penampilannya, Jeeno berhasil merengkuh 2 gelar juara Mizuho Americas Open dan Buick LPGA Shanghai. Ia menyelesaikan finis Top 5 sebanyak 4 kali dalam 5 start terakhirnya sebelum tampil di CME Group Tour Championship. Satu-satu kegagalannya adalah missed cut di US Women’s Open 2025. Namun, ia memimpin Tour dalam beberapa kategori statistic. Ketika kembali menduduki peringkat pertama dalam Rolex Women’s World Golf Rankings pada awal Agustus, Jeeno telah menggenggam golf dunia dengan top performance-nya.

Jeeno Thitikul berlaga di The Amundi Evian Championship 2025. Foto: Mark Runnacles/LET

Singgasana No. 1 Dunia merupakan bentuk pengakuan golf wanita dunia atas kedigdayaannya. Jeeno tidak pernah menorehkan prestasi sejak ia masih amatir (baca: Dari Wonderteen ke Wonderwoman). Bakat luar biasanya telah menjadikannya sebagai sosok pegolf elite dunia. Seperti halnya Tiger Woods, Jeeno pun menjadi idola dan inspirasi para pegolf muda Thailand, dan juga pegolf-pegolf Asia Tenggara lainnya. 

“Sungguh luar biasa apa yang telah dilakukan Jeeno dan apa yang sedang dia lakukan,” kata Anannarukarn. “Saya pikir ini baik untuk permainan golf dan golf di Thailand. Dia telah menjadi anutan besar bagi banyak generasi muda dan bagi kita, dan dia telah menginspirasi begitu banyak orang, bahkan kami pun terinspirasi.”

Dengan usia yang relative muda, 22 tahun, jalan Jeeno masih panjang. Namun, ia telah menunjukkan kematangan sebagai seorang pegolf sejati. Di tengah up and down-nya sebagai seorang pegolf profesional, Jeeno masih mampu me-manage dirinya untuk bisa kembali bangkit dan bisa seperti sekarang ini.

Ia pernah menduduki takhta No. 1 Dunia setelah menempati T10 di Toto Japan Classic pada November 2022, menggeser Jin Young Ko (KOR), meski hanya 2 pekan. Namun, setelah itu, peringkatnya terus tergusur hingga akhirnya terlempar dari Top 10 Dunia pada awal Agustus 2023. 

Musim 2024 menjadi tahun “terburuk” Jeeno ketika menduduki peringkat terbesarnya: No. 16 Dunia, sebelumtampil di Olimpiade 2024 yang digelar Agustus. Penyebabnya adalah cedera jempol yang memaksanya absen pada kuartal pertama tahun itu. Ia kembali berkompetisi di Chevron Championship pada pertengahan April 2024, dengan status pegolf No. 11 Dunia.

Ia merasakan nyeri pada tendon jempol kirinya saat impact. Dokter menyarankannya agar beristirahat selama 6 hingga 8 minggu. Cedera tersebut memaksanya untuk mengubah cara memegang club.

Jeeno Thitikul saat Pro-Am The Amundi Evian Championship. Foto: Mark Runnacles/LET

“Saya pikir grip, itu bagian terpenting dari ayunan,” kata Jeeno, seperti dikutip Golf Week. “Dari segi feel, saat memegang club, ya, saya harus mengubahnya karena cedera, agar tekanan pada jempol kiri saya berkurang.”

Setelah menjalani penyesuaian pasca-cedera, performa Jeeno perlahan-lahan mulai mengalami peningkatan. Ia bisa menutup musim 2024 dengan gelar juara CME Group Tour Championship, yang membuat namanya berada di No. 5 Dunia. Kemudian, memulai musim 2025, mantan pegolf No. 1 amatir dunia ini kembali menorehkan namanya sebagai juara di PIF Saudi Ladies International (event Ladies European Tour) pada Januari. 

Peringkatnya pun merangsek ke posisi No. 2. Singgasana No. 1 Dunia tinggal menunggu waktu saja untuk Jeeno. Ia pun akhirnya bisa mengklaim mahkota elite dunia itu dan menggenggamnya hingga akhir tahun 2025. Ia mencapainya melalui jalan yang penuh terjal, tetapi Jeeno telah menunjukkan jati dirinya sebagai seorang pejuang meski kadang harus menghadapi kesedihan akibat kekalahan. 

“Saya ingat hari ketika saya datang ke Dallas setelah Kroger (kalah di Kroger Queen City Championship pada September 2025 karena membuat 4 pukulan dari jarak 15 meter ke hole),” katanya. “Saya menaruh kantong es di mata saya karena menangis begitu keras. Itu yang saya ingat. … Tapi saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri … kebahagiaan dalam hidup Anda, hari ini pasti akan datang. 

“Seperti hari-hari sedih, (kebahagiaan) itu pun akan datang. Jadi, apa pun yang kamu miliki dalam kariermu tidak mendefinisikan siapa dirimu dan tidak mendefinisikan siapa aku sebagai Jeeno juga,” katanya, memandang pencapaian prestasinya hingga saat ini, seperti dikutip SI.com.

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa