Geliat Pemain Thailand di Pentas Dunia

Thailand menjadi salah satu negara Asia yang mulai mendapat sorotan karena pertumbuhan pesat dari para pegolf wanitanya di LPGA Tour. Kebangkitan wakil-wakil dari Negeri Gajah Putih itu tidak terlepas dari penyelenggaraan turnamen golf wanita terbesar di itu.

 Delapan tahun lalu, 2013, hanya ada satu nama dari Thailand yang beredar di LPGA Tour: Moriya Jutanugarn. Dua tahun berikutnya, sang adik, Ariya, menyusul sang kakak bertualang di kompetisi golf level tertinggi di dunia. Sejak itu, dua bersaudara ini kemudian mengibarkan bendera merah-putih-biru di pentas golf wanita dunia.

Kini, di tahun 2021, Jutanugarn bersaudara tidak sendiri lagi. Beberapa pegolf dari Negeri Gajah Putih mulai menggeliat dan ada yang menuai prestasi di LPGA Tour.  Di 23 turnamen yang sudah digelar di LPGA Tour musim ini (hingga Cambia Portland Classic pada 19 September lalu), Thailand, bersama Korea Selatan (empat gelar juara), menjadi negara terbanyak kedua yang meraih kemenangan di LPGA Tour setelah AS (tujuh gelar).

Geliat Pemain Thailand di Pentas Dunia
MIDLAND, MICHIGAN – JULY 15: Ariya Jutanugarn of Thailand (L) celebrates a birdie on the 15th hole with her sister and teammate Moriya Jutanugarn during the second round of the Dow Great Lakes Bay Invitational at Midland Country Club on July 15, 2021 in Midland, Michigan. (Photo by Sam Greenwood/Getty Images)

Tidak hanya di LPGA Tour, Thailand pun menancapkan kuku di Ladies European Tour (LET). Melalui remaja ajaib Atthaya Thitikul, bendera merah-putih-biru berkibar dua kali dalam kompetisi golf wanita di Eropa tersebut. Pegolf berusia 18 tahun bahkan kini memimpin jauh dalam perolehan poin di Race to Costa Del Sol (Order of Merit LET).

Jika merujuk ke belakang, menggeliatnya bakat-bakat golf dari Thailand ini memang tidak terlepas dari “investasi” negara tersebut dengan menciptakan sebuah turnamen berkelas LPGA pada 2006 yang dikenal dengan “Honda LPGA Thailand”.

“Hanya membawa event ini ke Thailand saja setiap tahun, ini sudah berdampak besar,” kata Patty Tavatanakit, rookie dari Thailand yang menjuarai Ana Inspiration pada April lalu, seperti dikutip Golf Digest. “Saya bisa mengatakan faktanya bahwa saya tidak akan tumbuh jika tidak pergi ke turnamen-turnamen tersebut dan menyaksikan mereka main dan menjadikan impian saya untuk datang ke sini.”

Seperti halnya Se Ri Pak yang membuka jalan bagi pegolf-pegolf Korea Selatan, Russy Gulyanamitta yang menjadi pegolf wanita Thailand pertama telah mecoba upaya itu pada 2004. Namun, kiprahnya kurang bergaung keras sehingga keberadaan pegolf Thailand itu dianggap seperti angin lalu. Virada Nirapathpongporn mencoba untuk mengangkat eksistensi pegolf dari Negeri Gajah Putih. Namun, juara NCAA 2002 dan U.S. Women’s Amateur 2003 ini hanya mencetak satu kali finis Top 10, yaitu T-5 di LPGA Corning Classic.

Geliat Pemain Thailand di Pentas Dunia

Balik lagi ke Honda LPGA Thailand. Turnamen kebanggaan Thailand ini mulai membuat fondasi untuk kebangkitan pegolf-pegolf wanita di negara tersebut. Melalui undangan dari sponsor, turnamen yang awalnya berhadiah US$1,3 juta ini memboyong pegolf-pegolf berbakat Thailand untuk merasakan persaingan di level kompetisi LPGA. Pornanong Phatlum dan Jasmine Suwannapura (2006), Moriya Jutanugarn (2009), Ariya Jutanugarn (2010), Tavatanakit (2015) dan Pajaree Anannarukarn (2017) yang melakukan debut di ajang itu merupakan para pemain Thailand yang saat ini mengantongi kartu LPGA Tour.

Investasi jangka panjang  dari ajang itu menyentuh level akar rumput. Berbagai kegiatan terkait event LPGA itu diadakan untuk membangkitkan minat dan motivasi mereka tentang kehidupan di tour. “Momen-momen kecil tersebut tetap menginspirasi saya yang masih sangat muda,” jelas Tavatanakit ketika mengenang pengalaman dirinya mengikuti golf clinic dan kegiatan pro-am, berkesempatan mengobrol dengan Christina Kim dan berfoto dengan Paula Creamer.

Ariya menjadi bukti nyata dari investasi tersebut. Sepuluh tahun setelah Honda LPGA bergulir, ia menjadi pegolf Thailand pertama yang memenangi major (Ricoh British Women’s Open 2016). Keberhasilan Ariya ini kemudian menjadi inspirasi para juniornya untuk mengukir hal yang sama.

Dalam enam tahun terakhir, para pegolf Thailand telah memenangi 18 turnamen LPGA. Negara itu menduduki posisi ketiga dalam perolehan gelar terbanyak setelah Korea Selatan (55) dan AS (37). Ariya menjadi pegolf Thailand yang paling banyak merengkuh trofi (12), lalu Moriya dan Suwannapura (2 gelar).

Geliat Pemain Thailand di Pentas Dunia
CHONBURI, THAILAND – MAY 07: Patty Tavatanakit of Thailand tees off during the second round of the Honda LPGA Thailand at the Siam Country Club Pattaya Old Course on May 07, 2021 in Chonburi, Thailand. (Photo by Thananuwat Srirasant/Getty Images)

Namun, tahun ini, jumlah pemenang dari negara tersebut pun makin banyak. Kini, Tavatanakit and Anannarukarn yang mengukir gelar pertama musim ini mengisi daftar juara dari Thailand. Dalam daftar Race to CME Globe, yang berisikan 189 pegolf, Thailand menempatkan 10 wakilnya. Tavatanakit memimpin di barisan depan dari ke-10 pegolf tersebut. Ia berada di posisi ketiga, disusul Ariya yang menduduki posisi No. 5.

Tiap tahun jumlah pegolf Thailand yang go international pun terus bertambah. Jumlah ini sangat kontras jika dibandingkan saat 13 tahun lalu (2008). “Dibanding tahun pertama saya di Q-School, ada dua atau tiga dari kami (dari Thailand), tetapi (kini) golf telah bertumbuh,” kata Nontaya Srisawang, yang memulai musim rookie LPGA pada 2009, seperti dikutip Atlanta Journal Constitution.

Thailand setidaknya telah membangun fondasi yang memungkinkan proses regenerasi terus berjalan sehingga tidak ada kekosongan antar-generasi. Moriya (27 tahun), Ariya (25), Anannarukarn (23), dan Tavatanakit (21) menjadi contoh proses regenerasi tersebut. Kini, Atthaya (19) yang mencari pengalaman di LET siap menyusul para seniornya di LPGA nantinya.

 

Share with

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on pinterest
Share on email

More News

Taman Bermain Tom di PGA Tour

6 Bulan Menuju Takhta No. 1

Dari Wonderteen ke Wonderwoman

Fakta di Balik Jeeno

Digital Edition

October - November 2022

Keputusan Berani Smith

Manifestasi Mimpi 3 Dekade
August - September 2022

Manifestasi Mimpi 3 Dekade

Major Selanjutnya Master Scottie?
June - July 2022

Major Selanjutnya Master Scottie?

Dunia Mengakui The Goat
April - May 2022

Dunia Mengakui The Goat