Asian Development Tour (ADT) telah menyelesaikan kalender event musim 2026 setelah sukses menggelar Egypt Golf Series 14 pada 1 Oktober kemarin. Klasemen akhir Order of Merit 2026 menetapkan 10 pegolf teratas berhasil mendapatkan kartu tour untuk Asian Tour 2027. Salah satu di antaranya adalah Kevin Caesario Akbar, yang menduduki posisi No. 9 dalam Order of Merit 2026.
Kevin berhasil menembus Top 10 OOM ADT usai menjuarai Ciputra Golfpreneur Tournament 2026. Sepekan sebelumnya, ia mampu finis di T6 di The Indonesia Pro-Am presented by Combiphar & Nomura. Dua event tersebut yang memberikan sumbangan poin terbesar berhasil mengukuhkan posisinya di Top 10 OOM ADT. Kevin sendiri hanya bermain di 7 event ADT dari 14 event ADT musim 2026. Namun, ia berhasil menorehkan hasil terbaik di akhir musim dengan kartu Asian Tour 2027 di tangan.

“Ini menjadi salah satu goal akulah di tahun ini. Alhamdulillah bisa tercapai untuk bisa main di Asian Tour atau dapat kartu Asian Tour untuk tahun depan. Sebetulnya tahun ini nggak terlalu (fokus). Aku ada miss mungkin sekitar 4- 5 event ADT. Sempat libur (ikut) turnamen dulu beberapa bulan. Fokus untuk keluarga. Alhamdulillah masih bisa tercapai goal tahun ini, dapat kartu Asian Tour tahun depan. Jadi sangat bersyukur. Alhamdulillah,” kata Kevin.
Meski musim 2027 baru bergulir 3 bulan lagi, Kevin setidak telah menyiapkan plan di tour elite Asia itu. Ambisinya adalah bisa bermain penuh di setiap event Asian Tour.

“Next plan-nya, sebisa mungkin–kalau memang dapet spot (penuh) untuk Asian Tour tahun depan—aku akan main terus karena enggak bisa 100% (main) kan mengingat ada beberapa event co-sanction sama European Tour juga. Aku sih berharap bahwa beberapa bulan pertama bisa ikut beberapa event yang full Asian Tour dan aku bisa improve dari sisi Order of Merit. Jadi bisa dapat status rerank yang bisa lebih tinggi sedikit, kalau aku nggak salah, daripada Order of Merit ADT. Jadi ya goal-nya gitu. Balik lagi main sebaik-baiknya saja. Percaya terhadap prosesnya. Keep improving. Selalu analisis, evaluasi apa yang bisa diperbaiki. At the end of the day kan tugas aku sebagai pemain hanya menganalisis dan keep improving. Kalau hasil kan bukan di tangan kita, itu ada yang ngatur. Tapi, sebagai player, yang aku bisa lakukan cuma itu menganalisis dan improve,” jelasnya.
Sementara itu, juara OOM ADT 2026 diraih Khavish Varadan (MAS). Dengan pendapatan sebesar hampir US$65 ribu, Varadan yang hanya bermain di 8 event ADT berhasil mengungguli Minhyeok Yang (KOR) yang bermain dalam 14 event dengan total perolehan hampir US$60 ribu. Selain Paradan, Yang dan Kevin, Sean Ramos (PHI), Michelle Ortolani (ITA), Ruchanapong Youprayong (THA), Pukhraj Gill (IND), Nicklaus Chiam (SGP), Andi Xu (CHN), dan Nathan Han (CAN) pun mendapatkan kartu AT 2027.

Yang pasti, kesepuluh jebolan ADT 2026 bakal menghadapi situasi yang berbeda di Asian Tour nantinya. Mereka akan berhadapan dengan dengan field dan persaingan yang lebih ketat serta setup course yang pasti lebih sulit. Ini tentunya menjadi tantangan tersendiri agar bisa survive di tour elite Asia.
“Dibandingkan main di ADT, pasti betul persaingan di Asian Tour bakal lebih ketat. Setupnya juga lebih sulit. Jadi ya balik lagi kira-kira apa yang nanti dilakukan pada saat main di Asian Tour. Dengan kondisi lapangan Asian Tour yang aku pikir ini, dari sisi tekniknya mungkin harus diperbanyak. Senjatanya dilengkapi. Seperti yang aku bilang, menganalisis dan improve terus. Hopefully, bisa cepat kita ingin semua proses improving cepat. Tapi ya kita cuma bisa berharap dan berusaha aja. Hopefully bisa keep card lagi tahun depannya lagi. Keep card lagi dan bisa terus improve dari sisi Order of Merit nya, dari OWGR (Official World Golf Ranking)-nya dan bisa lebih banyak lagi main event Asian Tour. Bahkan, di tour yang di atas Asian Tour nanti,” tegas Kevin.



