Menjelang musim 2026 yang mulai berlangsung Kamis (6/2) ini, LIV Golf mendapatkan “durian runtuh”. Dewan Official World Golf of Ranking (OWGR) mengumumkan keputusan mereka untuk memberikan poin peringkat dunia bagi event-event LIV musim 2026. Poin tersebut akan diberikan kepada 10 finisher teratas (dan ties) dalam turnamen stroke play individu LIV Golf, yang mengakui bahwa ada beberapa area di mana LIV Golf tidak memenuhi standar kelayakan yang ditetapkan oleh OWGR.
Keputusan OWGR ini memang sudah lama ditunggu-tunggu kalangan LIV Golf setelah berkali-kali mengajukan permohonan poin peringkat dunia tetapi selalu ditolak. OWGR akhirnya memberikan keputusan “setelah menjalani proses yang komprehensif dan kolaboratif, serta dalam upaya untuk mencerminkan perubahan lanskap permainan golf profesional pria”.

Meski demikian, keputusan OWGR ini tidak memuaskan pihak LIV Golf. Mereka membandingkan event yang peserta lebih kecil dan hanya mengesampingkan finis terbawah.
“Tidak ada tour atau liga kompetitif lain dalam sejarah OWGR yang pernah dikenakan pembatasan semacam ini,” kata LIV dalam sebuah pernyataan.
Dengan 57 peserta dalam event LIV Golf, sirkuit yang didanai perusahaan Arab Saudi tersebut akan mendapatkan poin berdasarkan kategori “Turnamen dengan
Kecil” yang juga berlaku untuk turnamen seperti Tour Championship dan signature event-nya PGA Tour yang juga tidak memiliki cut.
“Berdasarkan aturan ini, seorang pemain yang finis di posisi ke-11 dalam LIV Golf League diperlakukan sama dengan pemain yang finis di posisi ke-57. Membatasi poin hanya untuk 10 finisher teratas secara tidak proporsional merugikan pemain yang secara konsisten tampil di level tinggi tetapi finis tepat di luar ambang batas tersebut, serta talenta baru yang berusaha meneguhkan diri di panggung dunia—tepatnya para pemain yang seharusnya diakui oleh sistem peringkat yang adil dan berdasarkan prestasi,” kata pernyataan LIV Golf.

“Kami menerima proses ini dengan itikad baik dan akan terus memperjuangkan sistem peringkat yang mencerminkan performa daripada afiliasi. Olahraga ini layak mendapatkan transparansi. Penggemar layak mendapatkan kredibilitas. Dan para pemain layak mendapatkan sistem yang memperlakukan mereka secara setara.”
Turnamen pembuka LIV Riyadh pada 5-8 Februari ini memberikan 23 poin bagi pemenang, dibandingkan dengan hampir 47 poin bagi Chris Gotterup ketika memenangi Sony Open, field terlemah dalam musim awal PGA Tour. Juara Phoenix Open pekan ini bahkan mendapatkan 59 poin. Namun, LIV akan mendapatkan sedikit lebih banyak poin daripada poin Qatar Masters di DP World Tour minggu ini.

Peringkat dunia sangat penting karena empat turnamen major menggunakannya untuk membantu menentukan kuota peserta. US Open dan British Open menciptakan kategori khusus untuk pemain LIV saat mereka tidak mendapatkan poin peringkat. Event Masters dan PGA Championship menangani pemain yang penting melalui undangan khusus.
Keputusan dewan ini mengakhiri perdebatan yang telah berlangsung hampir selama LIV beroperasi. OWGR menolak permohonan pertama pada Oktober 2023 ketika mantan ketua Peter Dawson mengatakan dewan tidak dapat menilai LIV secara adil dibandingkan dengan tour lainnya. LIV dianggap menggunakan sistem yang berbeda dengan sistem yang dijalankan Tour-Tour seluruh dunia.



