Eksistensi Brainchild Pak Ci dalam Ranah Golf Nasional & Internasional

Damai Indah Golf (DIG) merupakan salah satu lapangan golf favorit di Tanah Air. Menampilkan dua course (BSD Course dan PIK Course), DIG mampu menyajikan dua area permainan golf yang masing-masing memiliki keunggulan dan kekhasan tersendiri. Popularitas DIG–yang merupakan perwujudan dari gagasan dari pengembang real estate dan pengusaha ternama Indonesia Ir. Ciputra—tersebut tidak hanya bergaung di dalam negeri saja, tetapi juga sudah merambah dunia internasional. Ini terbukti dengan berbagai penghargaan internasional, yang diraih DIG sebagai bukti pengakuan dunia internasional terhadap eksistensi 2 lapangan golf tersebut selama lebih dari 30 tahun.

Pada awal April kemarin, DIG kembali menerima penghargaan sebagai Golf Course of the Year di IAGTO Golf Tourism Convention 2025 yang berlangsung di Da Nang, Vietnam. Terkait dengan prestasi DIG di dunia internasional dan juga kiprahnya dalam industri dan  pengembangan golf nasional, OB Golf berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan Sian Christine Wiradinata, Direktur PT Damai Indah Golf Tbk. 

Belum lama ini Damai Indah Golf (DIG) dinobatkan dalam IAGTO 2025 sebagai Golf Course of the Year. Bagaimana DIG memandang penghargaan bergengsi ini?

Kami sangat bersyukur dan bangga atas penghargaan ini. Terima kasih kepada seluruh golf tour operator yang telah memilih Damai Indah Golf sebagai destinasi favorit. Ini menjadi bukti bahwa kami terus konsisten dalam memberikan pengalaman bermain golf kelas dunia bagi wisatawan mancanegara maupun domestik. Namun, ini juga merupakan challenge buat Damai Indah. Bagaimana mempertahankan ini kan supaya kita tetap baik. Jangan sampai lengah.

Penghargaan Golf Course of the Year merupakan satu dari sekian banyak award yang diterima DIG. Apa yang menjadi kunci keberhasilan DIG sehingga bisa mendapatkan penghargaan-penghargaan tersebut?

Upaya dalam menjaga kualitas lapangan dan pelayanan menjadi prioritas dalam memberikan pengalaman yang positif bagi para pegolf, tidak hanya pegolf domestik, namun juga pegolf mancanegara). Founder Damai Indah Golf, alm. Bapak Ciputra, sudah menciptakan fondasi yang baik untuk kita semua, kualitas pada saat pembangunan lapangan dan desainnya. Kemudian, dilanjutkan saat ini oleh President Director Damai Indah Golf Pak Budiarsa. Jadi, Damai Indah Golf konsisten dalam perawatan untuk menjaga bentuk dan kualitas yang sudah ada selama ini. Kami konsisten menjaga bentuk dan kualitas lapangan yang sudah ada.

Foto: YM/ OB Golf

DIG kan memiliki 2 lapangan golf yang didesain 2 desainer terkemuka dunia, yaitu BSD Course dan PIK Course. Bisa diceritakan apa keunggulan dan kekhasan dari masing-masing lapangan ini?

BSD Course yang dikenal sebagai Jack Nicklaus Signature Course karena didesain langsung oleh legenda golf dunia Jack Nicklaus. Sebagai proyek pertama Jack Nicklaus di Indonesia, dan beliau mastiin lapangan par 72 dengan luas sekitar 6.545 meter ini menggabungkan banyak fitur favorit pribadinya dari beberapa lapangan terbaik dunia. Dikenal dengan Spirit of The Hills yang menawarkan pemandangan lapangan yang fantastis serta ditambah dengan fasilitas kolam renang dengan ukuran Olimpiade.

Lapangan desainnya challenging. Yang pernah main di sana pasti tahu kan lapangannya agak panjang. Tapi Jack Nicklaus tuh mendesain lapangannya agar bisa nyaman juga untuk beginner. Itu salah satu keunggulannya. Selain itu juga dia bisa membuat lapangannya menjadi lebih menarik ya dengan adanya bunker, waste bunker.

PIK Course itu karya desainer lapangan ternama, Robert Trent Jones Jr. Lapangan Pantai Indah Kapuk (PIK) adalah salah satu lapangan Golf Damai Indah yang menggabungkan kolam dan aliran sungai yang berkelok-kelok sebagai rintangan air dan bunker yang berposisi strategis. Lapangan yang kita sebut “Spirit of the Sea” itu sudah dirancang untuk menawarkan perspektif baru yang memperkaya lapangan golf unik dengan par 72 dan panjang 6.048 meter ini. Ada perpaduan keindahan alam lahan basah pesisir untuk menciptakan lapangan golf yang dapat dimainkan yang kaya dengan variasi yang strategis dan menambahkan bunker pantai berpasir putih ke lapangan tepi laut ini untuk menambah tantangan dan suasana bermain.

Secara distance PIK Course tidak terlalu panjang jika dibandingkan dengan BSD. Fairway-nya juga tidak wide. Tapi, ada tempat-tempat tertentu yang landing zone-nya tuh dibikin susah. Jadi itu juga memberikan tantangan tersendiri. Tetap ada challenge-nya, meski dibilang PIK gampang. Enggak gampang juga apalagi kalau sore kan ditambah dengan adanya angin ya. Itu juga challenging

Selain menyajikan 2 lapangan golf berkelas dunia yang tentunya berkontribusi banyak dalam roda industri golf nasional, DIG pun berkomitmen dalam pengembangan golf nasional, khususnya golf junior. Lewat pergelaran Junior World Championship, apa harapan DIG dalam pengembangan golf nasional?

Junior World Championship adalah ajang golf junior yang digagas oleh almarhum Dr. (HC) Ir. Ciputra 31 tahun lalu. Setelah dipertandingkan sebagai kejuaraan berskala nasional hingga 2003, lingkup kejuaraan terus meningkat sehingga secara berturut-turut melangkah ke level Asia Tenggara (2004), Asia (2006), dan menjadi level dunia pada tahun 2007. Kami berharap dengan menyelenggarakan Junior World Championship dapat mendukung perkembangan olahraga golf di Indonesia dan mencetak atlet pegolf muda yang dapat membantu regenerasi pegolf juga di Indonesia. 

Kami ingin event ini kayak give back begitu. Ingin supaya anak-anak yang ingin berprestasi tuh bisa tersalurkan. Kita juga ingin menyediakan jalur itu buat mereka. Tidak semua anak kan mendapat kesempatan untuk bertanding di luar negeri. Nah ini dengan adanya turnamen ini semua atlet yang lain yang lebih baik, ataupun yang sama baiknya, bisa semua bergabung di sini dan saling bertanding.

Foto: YM/ OB Golf

Tidak hanya golf junior, DIG pun turut berpartisipasi dalam turnamen profesional berkelas internasional (Asian Development Tour) yang sudah berlangsung dalam 9 edisi hingga tahun lalu. Apa yang diinginkan DIG dengan penyelenggaraan ADT ini?

Melalui turnamen ini kita berharap akan menjadi panggung bagi calon pegolf profesional di Indonesia dan merupakan pintu gerbang menuju Asian Tour yang akan memberikan kesempatan bagi pemain Indonesia untuk mempercepat karier mereka. Sebagai salah satu ajang Asian Tour, turnamen ini diakui dalam World Golf Ranking. Kami juga berharap, melalui ajang turnamen internasional ini, dapat meningkatkan kunjungan pegolf dari mancanegara yang menjadikan Damai Indah Golf sebagai salah satu golf destinasi golf wisata.

Berapa lama Anda terlibat di Damai Indah Golf ini? 

Mungkin 20 tahun lebih ada. 

Dalam sebulan, berapa kali Anda menyempatkan diri untuk main golf? 

Saya sih mengusahakan sebulan minimum sekali. Biasanya saya kalau bermain itu di hari maintenance. Saya mainnya sendiri, tetapi staf-staf itu ngikut. Mereka tidak bermain tapi ngikut saya jalan. Saya sekalian memeriksa lapangan. Karena kan kalau kita nggak main nggak akan tahu (kondisi lapangan) kan. Kalau main, kita bisa merasakan pengalaman sebagai pemain itu bagaimana. Kita mesti merasakan, makanya (saya) mainnya jadi nggak pintar-pintar. Soalnya sepanjang jalan kebanyakan ngomongnya daripada mainnya. Tapi pintarnya jadi ngurusin lapangannya lebih bagus. 

Dua lapangan di Damai Indah Golf ini kan bisa dikatakan “cucu” kesayangannya almarhum Pak Ciputra. Nah, apa amanat yang beliau selalu beliau sampaikan ke Anda sehingga terus diterapkan hingga saat ini? 

Pak Ci itu mengutamakan kualitas sama pelayanan. Almarhum pun juga mengutamakan karyawan. Pak Ci tuh mengutamakan tiga hal itu. Untuk perawatan lapangan, Almarhum selalu menekankan bahwa area permainan tuh harus sempurna. Jadi, kayak tee box, fairway, dan green, semua tuh perlu sempurna. Jadi tempat-tempat itu nggak sekadar enak dimainkan, tapi juga indah secara visual. Visual maupun kualitas. Menurut beliau, lapangan itu tidak hanya visual, tapi secara permainan pun harus baik. Selain itu, beliau selalu mengutamakan kualitas sama customer satisfaction.

(Teks & Foto: Yulius Martinus/OB Golf)

Share with

More News

DP World Tour Dituding Lakukan “Pemerasan”

HSBC Women’s World Championship: Hannah Green Raih Trofi Ketujuh LPGA

HSBC Women’s World Championship: Duo Australia Sukses Gusur Pemuncak 36 Hole

Program Ramadan ala Riverside Golf Club

Digital Edition

COVER FEB MAR 2026
Februari - Maret 2026

Pertarungan Antara Prestasi dan Cinta

Cover DES-JAN 2026
Desember 2025 - Januari 2026

Golf Dunia dalam Genggaman Wanita 22 Tahun

COVER OKT-NOV 2025_page-0001
Oktober - November 2025

Hegemoni Sang No.1 Di Pentas Sejagat

Screenshot 2025-08-13 003040
Agustus - September 2025

Ada Apa dengan Collin Morikawa