Nusa Tenggara Timur memiliki pesona wisata yang tersembunyi. Kekayaan alam di wilayah NTT ini menjadi potensi yang memberikan daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke daerah ini. Kabupaten Ende merupakan satu dari destinasi wisata di NTT yang menyodorkan kekayaan alam tersebut.
Ende memiliki ibu kota kabupaten yang bernama sama. Terletak di pesisir selatan, Ende merupakan kota terbesar di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Dikelilingi oleh tiga gunung nan eksotis, yaitu Gunung Meja, Gunung Iya, dan Gunung Wongge, Kota Ende menyimpan ragam potensi wisata alam yang menakjubkan.
Kata Ende sendiri, menurut sumber penelitian F.X. Soenaryo, diperkirakan berasal dari kata cindai, yang dalam kamus adalah nama kain sutera yang berbunga-bunga. Ini tentunya menginspirasikan keindahan kota Ende bak kain sutera.
Kota Ende menjadi bagian sejarah nasional. Presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno pernah menjalani pengasingan di kota ini. Di sini pula, Bung Karno, demikian panggilan Soekarno, pun melahirkan ide Pancasila yang kemudian menjadi dasar Negara Indonesia.
Seperti halnya kota-kota lain di Nusa Tenggara Timur, pembangunan di Kota Ende terus berlangsung. Sektor pariwisata menjadi salah satu bidang yang digenjot karena Ende memiliki potensi wisata alam yang sangat besar. Potensi tersebut berada di pantai-pantai yang terbentang di pesisir selatan dan Kawasan Taman Nasional Kelimutu.

Kabupaten Ende memiliki banyak pantai yang bisa dinikmati, dari Pantai Ria di Kota Ende hingga ujung barat perbatasan dengan kabupaten Nagekeo: Pantai Barai, Pantai Nangalala, Pantai Maukeke, Pantai Penggajawa, hingga pantai Nangamboa. Salah satu pantai yang populer di Kabupaten Ende adalah Pantai Batu Biru yang berada di Penggajawa.
Sementara itu, Kawasan Taman Nasional Kelimutu menjadi magnet utama para wisatawan datang ke kota ini. Taman nasional yang terkecil dari enam taman nasional di kawasan Bali dan Nusa Tenggara ini ini terdiri dari perbukitan dan pegunungan. Gunung Kelibara merupakan puncak tertinggi yang memiliki ketinggian mencapai 1.731 meter, dari dua gunung lainnya: Gunung Kelimutu (1.640 mdpl) dan Gunung Kelido (1.641 m dpl).
Taman ini juga memiliki hutan kecil seluas 4,5 hektare sebagai tempat perlindungan berbagai jenis flora dan fauna, beberapa bahkan terbilang langka dan juga endemik. Puncak Gunung Kelimutu yang merupakan pusat atraksi Taman Nasional ini menyuguhkan tiga danau warna yang menjadi daya tarik banyak wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara.
TUJUAN FAVORIT

Museum Pengasingan & Taman Renungan Bung Karno
Di zaman kolonial Belanda, Ende merupakan tempat pengasingan tokoh perlawanan Indonesia yang kemudian menjadi Presiden pertama RI, Soekarno. Rumah tinggal Soekarno selama di pengasingan Ende kemudian menjadi salah satu bangunan bersejarah. Tidak banyak perubahan dari bentuk asli rumah yang didirikan pada tahun 1927 itu, kecuali atapnya. Selain itu, Soekarno sering mengunjungi sebuah taman yang kemudian menjadi bersejarah karena menjadi tempat perenungan mengenai masa depan bangsa dan juga tempat lahirnya ide Soekarno tentang Pancasila, yang menjadi dasar Negara Indonesia.

Pantai Batu Cincin
Berjarak sekitar 16 km dari kota Ende, pantai batu cincin (ring stone) bisa ditempuh hampir 20 menit. Nama batu cincin ini sendiri diambil dari bentukan karang yang berada di pantai pasir hitam yang menyerupai cincin dengan view laut lepas di tengahnya.

Kampung Adat Wologai
Berjarak sekitar 41 kilometer dari Kota Ende, Wologai menawarkan sebuah petualangan wisatawan dalam menikmati keindahan alam Flores yang memukau. Kampung ini memiliki usia lebih dari 900 tahun. Sebelum mengunjungi rumah-rumah adat yang berada di Bukit Gelaga (Wologai), para pengunjung diwajibkan memakai pakaian adat Ende Lio. Selain menjelajahi kampung, Anda juga bisa mencicipi kopi khas Wologai di kedai kopi yang tersedia.

Danau Tiga Warna
Terletak di puncak Gunung Kelimutu, ada tiga danau yang juga dikenal sebagai Danau Kelimutu dengan warna-warna yang berbeda. Ketiga danau yang berada di ketinggian 1.639 mdpl ini terbentuk dari proses vulkanis Gunung Kelimutu yang masih aktif hingga kini. Danau Tiwu Nua Muri Koo Fai yang terletak di bagian kiri merupakan danau terluas (5,5 hektare) dan terdalam (127 meter) di antara ketiga danau tersebut.
Bagian kanan adalah danau Tiwu Ata Polo dengan luas empat hektare dengan kedalaman 64 m. Danau yang ketiga yang letaknya terpisah di antara dua lainnya bernama Tiwu Ata Mbupu, dengan luas 4,5 hektare dengan kedalaman 67 m. Ketiga danau itu selalu berubah-ubah warna airnya, yang kabarnya diakibatkan oleh reaksi kimiawi antara senyawa serta organisme yang terkandung di dalam air danau.
MAKANAN LOKAL

Se’i
Se’i atau daging asap terbuat dari daging sapi atau daging babi yang dimasak hingga matang melalui proses pengasapan. Se’i ini biasanya disantap dengan tumis bunga pepaya atau sayur-sayur lain khas Nusa Tenggara Timur.

Rumpu Rampe
Salah satu makanan khas Ende yang lain adalah rumput rampe. Kuliner ini mirip seperti urap yang berasa dari tanah Jawa. Bedanya, rumput rampe terbuat dari daun singkong, daun kelor, gedebog pisang dan daun pepaya. Masakan ini dibumbui bawang putih, bawang merah, tomat, cabai, dan terasi udang yang sudah dihaluskan dan ditumis.
(Penulis: YM/ OB Golf. Foto: iStock)



